
Bab 75
Daniel merasakan gerak aliran udara, lalu dia menahan dengan tangan dan di waktu bersamaan kakinya menendang. Dia akhirnya bisa memberikan serang kepada lawan dan membuatnya jatuh. Namun, dia juga terkena serangan lawan lainnya. Meski terkena pukulan itu tidak membuat dia jatuh tersungkur ke tanah. Laki-laki itu masih bisa bertahan setelah terdorong beberapa langkah ke belakang.
Indera pendengaran, penciuman, dan perasa Daniel benar-benar dilatih saat ini. Dia dengan cepat kembali konsentrasi dengan keadaan sekitar.
'Apa itu aku bisa melihat ada cahaya dari dua orang yang ada di dekat sini. Apa ini aura yang tadi dibilang oleh Guru Fang?' batin Daniel.
'Kalau begitu aku akan mencobanya jika itu benar aura dari kedua orang yang menjadi kawanku saat ini,' lanjut Daniel dalam hatinya.
Daniel menyerang terlebih dahulu kali ini. Dia memberikan pukulan kepada si A dan menendang tubuh si B di waktu yang hampir bersamaan. Laki-laki itu kembali memberikan serangan kepada si A. Dia menahan pukulannya lalu merengkas kakinya sehingga orang itu jatuh berbaring di tanah.
Daniel juga mampu menahan serangan si B yang menggunakan teknik tendangan. Dia menahan kaki itu lalu memutarnya dan laki-laki itu terbanting ke tanah.
Ryu sangat terkejut dengan kemajuan Daniel yang sangat pesat setelah mendengar arahannya barusan. Tadi, dia menyuruh laki-laki itu untuk konsentrasi dengan merasakan aura keberadaan lawan.
"Bagus. Kita ulangi lagi latihannya. Kali ini kalian latihan menggunakan tongkat," ucap Ryu sambil memberikan masing-masing satu tongkat sebagai senjata.
"Kalian berdua jangan ragu-ragu saat menyerang Tuan Daniel. Tunjukan kemampuan terbaik kalian!" teriak Ryu memberikan semangat kepada tiga orang itu.
Ketiga laki-laki itu berkonsentrasi penuh dengan lawannya masing-masing. Tentu saja mereka tidak mau kalah oleh orang yang menjadi lawannya. Si A adalah orang pertama yang melakukan serangan dan mengenai lengan atas Daniel sampai membuatnya meringis kesakitan. Namun, di detik berikutnya dia mampu menahan serangan lawan dengan tongkatnya.
__ADS_1
Daniel kembali berkonsentrasi agar bisa kembali merasakan aura keberadaan kedua lawannya. Meski sudah bisa merasakan gerakan aliran udara dan bau aroma dari tubuh orang-orang yang ada di sana, dia belum terlalu menguasai aura. Tadi hanya kebetulan saja bisa merasakan dan melihat aura dari lawannya.
'Tadi, bagaimana caranya aku bisa merasakan aura. Aduh, kenapa aku belum pandai juga,' batin Daniel sambil menahan serangan dari kedua lawannya yang menyerang secara bersamaan.
Daniel mencoba menenangkan hati dan pikiran. Dia hilangkan perasa ingin menang karena gengsi atau kesal. Laki-laki itu berkonsentrasi untuk merasakan keberadaan lawan. Samar-samar dia mulai bisa merasakan aura kehadiran tiga orang di sana.
"Aura yang paling jauh itu adalah Ryu. Sedangkan yang dua orang jadi lawanku saat ini jaraknya cukup dekat. Tapi, apa itu tidak terlalu jauh jaraknya untuk pertarungan jarak dekat,' batin Daniel.
Kali ini saat kedua lawannya menyerang secara bersamaan, Daniel kini bisa menghindar lalu memberikan serangan mendadak dan itu membuat lawannya sempat merasakan pukulan tongkat miliknya. Laki-laki itu sekarang sudah lancar dalam memberikan serangan ataupun menahan serangan dari lawan. Meski sekujur tubuhnya sakit semua, tetapi Daniel merasa sangat bahagia dengan latihannya hari ini.
Ryu mengakhiri latihan mereka karena hari sudah sore. Tubuh ketiga orang itu juga sudah babak belur. Terlihat sekali banyak memar pada tubuh mereka.
"Ayo, sekarang kita berendam di sungai air panas!" ajak Ryu.
***
Kelompok Black Eyes sedang mengadakan pertemuan untuk membahas tentang lawan kelompok mereka, saingan bisnis perusahaan, dan juga kesehatan Peter. Pertemuan itu di pimpin oleh Nikolas. Bagaimanapun juga keadaan kelompok mereka dalam keadaan gawat darurat. Selain kelompok Red Hair, masih ada juga beberapa kelompok mafia lain yang menjadi saingan dan lawan mereka.
"Sebenarnya keadaan kelompok Red Hair juga sedang mendapatkan serangan dari beberapa kelompok mafia yang lain. Mereka berpikir kalau saat ini Osama sudah tidak berdaya dan penerusnya tidak sehebat ayahnya," ucap salah seorang anggota elit.
Mereka yang pernah berhadapan langsung dengan kelompok Red Hair, pasti akan berpikir masak-masak saat akan melakukan serangan. Jika salah strategi maka itu hanya akan mengantarkan nyawa saja.
__ADS_1
"Sebaiknya biarkan saja kelompok mereka menyerang terlebih dahulu. Kita fokus untuk mencari keberadaan Sandra. Karena saat ini adalah kesempatan emas saat Daniel tidak ada. Wanita itu adalah kelemahan dari ketua baru kelompok mafia Red Hair," ujar Nikolas.
Mereka yang hadir pun setuju dengan itu. Saat ini mereka juga tidak bisa bertindak gegabah tanpa persetujuan Peter. Bisa-bisa kelompok Black Eyes hancur jika salah ambil tindakan.
"Kira-kira di mana wanita itu bersembunyi?" tanya salah seorang anggota elit yang duduk di dekat Arthur.
"Secara pasti tidak tahu. Tetapi, ada dua tempat yang dijaga ketat oleh orang-orang dari Red Hair," jawab Arthur.
"Di mana itu?" tanya yang lainnya.
"Kediaman Li dan apartemen milik Daniel," jawab Arthur.
"Aku ragu kalau dia ada di sana. Tidak memungkinkan dia melakukan hal yang mencolok seperti itu," sanggah Nikolas.
Terjadi perdebatan antara menyerang kedua tempat itu langsung atau mencari tempat yang lainnya lagi. Mereka juga memperkirakan tempat yang bisa menjadi persembunyian.
"Sebaiknya kita serang kediaman keluarga Li dan apartemen Daniel terlebih dahulu secara serentak di hari, waktu, dan jam yang sama. Jika memang tidak ada di sana kita bisa fokus ke rencana lainnya," balas salah seorang anggota elit.
"Baiklah sudah kita putuskan besok malam kita serang kedua tempat itu di waktu bersamaan!" titah Nikolas mengakhiri acara pertemuan itu.
***
__ADS_1
Apakah kelompok Black Eyes dapat menemukan Sandra? Ikuti terus kisah mereka, ya!