
Bab 74
"Daniel tidak ada di kota ini, lalu di mana dia sekarang?" tanya Nikolas.
"Aku juga belum tahu keberadaan dia saat ini. Yang jelas orang itu sedang merencanakan sesuatu. Dulu dia itu orang kepercayaan ayah. Awalnya aku mengira dia orang desa yang polos dan tidak tahu apa-apa. Ternyata itu salah, dia itu justru merupakan orang yang berbahaya dan lawan yang tangguh," jawab Arthur.
Kedua laki-laki itu berpikir kira-kira apa yang akan dilakukan oleh anaknya Osama ini. Jujur saja pergerakan yang dilakukan oleh Daniel sering di luar dugaan mereka. Bahkan Peter sendiri mengakui akan mengalami banyak kerugian jika berhadapan dengan Daniel. Makanya mereka sebisa mungkin untuk menekan dan menyingkirkan orang-orang yang berada di samping Daniel. Sebab, orang-orang itu adalah pion penting yang dimiliki olehnya.
Nikolas berpikir keras memperkirakan langkah apa yang akan dilakukan oleh Daniel. Dia sudah menerima informasi kalau laki-laki itu sudah mengambil alih kursi pimpinan di kelompok Red Hair.
"Di mana istrinya tinggal sekarang?" tanya Nikolas sambil menatap ke arah Arthur.
"Aku tidak tahu secara pasti. Rumah keluarga Li dijaga ketat oleh beberapa orang. Begitu juga dengan apartemen Daniel di jaga sangat ketat," jawab Arthur.
Nikolas berpikir kalau Sandra tidak tinggal di kedua tempat itu. Dia berpikir kalau penjagaan ketat itu hanya kamuflase saja untuk menyembunyikan tempat tinggal Sandra yang sebenarnya.
'Tapi, di mana tempat itu? Aku yakin istrinya masih berada di kota ini. Apalagi dia sedang hamil besar,' batin Nikolas dengan kedua tangan menutup kepalanya.
Berbeda dengan Arthur yang yakin kalau Sandra tinggal di kediaman keluarga Li atau apartemen yang dulu ditinggali bersama Daniel. Keponakannya tidak akan pergi jauh karena sedang hamil. Akan terlalu banyak resiko jika harus pergi meninggalkan kota ini.
__ADS_1
***
Setelah selesai makan siang Daniel menyempatkan diri menghubungi Sandra. Hati dia tidak tenang dan ingin memastikan sendiri kalau istrinya dalam keadaan baik dan sehat.
"Daniel aku rindu!" teriak Sandra di seberang sana.
Pasangan suami istri itu sedang melakukan video call. Mereka sama-sama bisa melihat wajah dan keadaan orang yang sedang bicara dengannya.
"Perasaan kemarin sore aku juga sudah menghubungi kamu. Tapi, aku juga sebenarnya rindu sama kamu, Istriku," balas Daniel.
Keduanya bercengkrama, terlihat Daniel sangat senang selama percakapan bersama istrinya. Sampai dia tidak sadar kalau ada beberapa orang yang memperhatikan dirinya. Namun, saat ada orang yang mendekat di jarak yang sangat dekat, Daniel langsung membalikkan badan untuk melihat siapa yang datang.
Terlihat Ryu menatap tajam ke arah Daniel, sedangkan dua orang lainnya berwajah datar. Ketiga laki-laki itu diutus oleh Guru Fang untuk melakukan tes kepada Daniel.
"Kita pergi ke hulu sungai!" ajak Ryu.
Daniel pun ikut berjalan di belakang dua orang laki-laki yang datang bersama Ryu. Entah tes apa yang akan dilakukan oleh Ryu kepadanya. Yang jelas dia akan menjalani semua itu demi mendapatkan kekuatan. Ada tujuan yang harus bisa dia capai dan itu membutuhkan kekuatan yang besar.
Setelah datang ke hulu sungai yang berada di belakang kuil. Mereka berempat memulai sesi tes dengan cara mata Daniel ditutup dengan kain. Dia harus bisa menghindari serangan lawan yang akan dilakukan oleh kedua orang yang datang bersama Ryu tadi.
__ADS_1
"Apa Anda sudah siap?" tanya Ryu.
"Iya, aku siap!" jawab Daniel dengan lantang.
Anak semata wayang dari Osama langsung berkonsentrasi. Dia mengandalkan indra pendengaran, penciuman, dan peraba.
Salah seorang melayangkan tendangan kepada Daniel dan itu mengenai perutnya, meski arah geraknya untuk menghindari serangan sudah benar. Gerakan laki-laki itu kurang gesit sehingga masih terkena serangan.
Ryu mengamati setiap pergerakan mereka bertiga lalu mencatatnya di sebuah buku yang nantinya akan diberikan kepada Guru Fang. Dia akui kehebatan Daniel yang dengan cepat belajar lalu mempraktekkan secara langsung.
Daniel kini bisa menahan serangan dari lawan yang mengarah kepada dirinya. Meski hanya baru bisa bertahan tanpa bisa melakukan serangan balik.
'Untuk orang yang baru belajar sehari semalam ini merupakan hal yang luar biasa. Benar apa kata Guru Fang kalau Daniel bukanlah orang yang sembarangan. Dia termasuk orang yang diberkahi,' batin Ryu.
Daniel menerima serangan bertubi-tubi dari kedua orang itu. Meski mampu menahan serangan kedua orang lawannya, dia belum bisa melancarkan satu serangan pun kepada mereka.
'Aku sudah bisa mencium aroma tubuh ketiga orang yang ada di sini. Gerakan udara juga sudah bisa aku rasakan. Tapi, kenapa aku tidak bisa memberikan perlawanan kepada mereka, ya?' batin Daniel.
'Aku yang harus aku lakukan agar aku bisa juga memberikan serangan kepada kawanku?' lanjut Daniel di dalam hatinya.
__ADS_1