Kaya Karena Selembar Sampah

Kaya Karena Selembar Sampah
Bab 16. 1000 Emas Batangan


__ADS_3

Bab 16


Di sebuah ruangan yang cukup luas, tetapi hanya ada meja yang memanjang dengan jumlah kursi sebelas buah. Semua kursi sudah terisi oleh anggota elit kelompok Black Eyes. Peter selaku ketua kelompok mafia itu duduk di kursi utama.


Senyum lebar menghiasi wajahnya yang sudah berkeriput. Dia memegang sebuah amplop berukuran besar.


"Akhirnya, aku bisa menemukan kembali harta karun milikku yang hilang," ucap Peter diikuti tawanya yang keras saking bahagianya dia.


Lalu, dia membuka isi amplop itu kemudian menjatuhkan isinya. Terdapat beberapa lembar foto dan kertas. Matanya semakin berbinar saat melihat foto sebuah bangunan gubuk tempat penyimpanan hasil panen.


"Rindunya aku melihat gubuk ini!" Peter bicara masih dengan nada bahagia.


Ada sebuah gulungan kertas yang diletakkan di dekatnya. Lalu, dia pun membuka gulungan yang merupakan blue print bangunan pabrik Li yang hancur di bom. Peter memerintahkan anak buahnya untuk mencari titik bagian mana bekas bangunan gubuk dahulu.


Semua anak buah kelompok Black Eyes itu menatap kepada ketua mereka yang terlihat sangat berbeda hari ini. Sangat jelas sekali barang yang berhasil di ambil dari kediaman Li itu sangat berharga dan berarti baginya.


"Bagaimana? Apa kamu sudah mengetahui di mana titik bekas gubuk itu?" tanya Peter.


"Aku sedang berusaha untuk mencari titik yang pas di lokasi saat ini," jawab laki-laki muda yang memakai kacamata.


Peter sudah tidak sabar untuk mengambil kembali 1000 batang emas miliknya. Setiap batang itu memiliki berat 1000 gram. Dahulu dia mengubur tiga buah peti yang berisi 1000 batang emas yang dia rebut dari rekan bisnisnya yang sudah mengkhianati dirinya. Sebenarnya 1000 emas batangan itu hasil curian dia dan sahabatnya dari perusahaan tambang terbesar di benua ini. Sampai sekarang pun kasus hilangnya 1000 batang emas itu belum terpecahkan. 


Dulu rencananya dia dan temannya itu akan kembali meleburkan emas itu untuk menutupi jejak dari aparat keamanan. Saat dalam perjalanan dia dan temannya terlibat percekcokan dan saling menyerang. Peter 'lah pemenang duel itu dan temannya meninggal begitu juga dengan orang kepercayaannya. Dengan begitu semua emas hasil curian menjadi miliknya. 

__ADS_1


Kejadian tidak terduga saat mereka mencari tempat peleburan emas yang ada di pelosok dan sudah tidak terpakai. Ada dua orang polisi mencurigai mobil yang mereka bawa dan malah kabur dari kejaran. Salah satu polisi menembak ban mobil sehingga mereka pun tidak bisa kabur lagi. Mau tidak mau mereka harus melenyapkan polisi juga.


Untuk menyelamatkan hasil curian itu dia dan orang kepercayaannya mencari tempat yang bisa menyembunyikan emas yang berjumlah banyak. Kebetulan tidak jauh dari lokasi itu mereka menemukan sebuah gubuk lalu mereka mengubur peti-peti kayu itu di sisi kanan sumur sejajar dengan pohon yang paling besar. 


Siapa sangka Peter dan orang kepercayaannya itu di tangkap atas tuduhan penjualan obat-obatan terlarang dan senjata ilegal saat dia memasuki ibu kota. Sehingga dia dipenjara selama belasan tahun dan tidak ada yang tahu mengenai emas batangan yang dikubur itu.


Begitu dia keluar dari penjara yang dia lakukan adalah mencari tempat menyembunyikan harta karun miliknya. Akan tetapi tempat itu sudah berubah menjadi sebuah bangunan pabrik. Untuk mendapatkan harta miliknya kembali Peter berusaha membeli pabrik milik perusahaan Li, tetapi Tuan Jimmy Li menolaknya karena banyak orang yang bekerja dan bergantung hidup di sana. Niat baiknya ditolak, maka tidak ada cara lain dengan menghancurkannya.


"Tuan, aku sudah selesai menghitung diperkirakan di sini 'lah titik bekas gubuk itu," kata orang yang diberi tugas oleh Peter tadi sambil menunjuk sebuah tempat dengan cahaya laser merah.


"Bagus. Dengan begitu kita bisa fokus untuk mencari harta karun aku di sebelah sana," ucap Peter dan para anggota elitnya pun bertepuk tangan.


***


Sandra masih saja menemani Daniel di rumah sakit. Meski Sindy dan Leon menyuruhnya pulang untuk istirahat, tetapi dia tidak mau. Gadis itu ingin menemani suaminya dan berharap saat sadar nanti dia adalah orang pertama yang dilihat olehnya.


Meski sudah dua hari Daniel belum juga membuka matanya. Ini membuat Sandra ketakutan kalau dia akan ditinggal mati oleh suaminya ini.


"Aku tidak mau jadi janda. Pokoknya kamu harus bangun tidak boleh mati!" Sandra mengguncang-guncangkan tubuh Daniel karena kesal laki-laki itu tidak juga membuka matanya.


Meski Sandra sudah menangis memanggil namanya, Daniel masih diam saja. Tubuhnya diguncang-guncang pun masih tidak sadar.


"Bukannya ada cara lain yang bisa membuat orang mati bisa bangkit dari kematian," gumam Sandra teringat cerita dongeng saat dia masih kecil.

__ADS_1


Sandra melihat keadaan sekitar dan memastikan bahwa tidak ada siapa-siapa di sana. Dia pun pindah duduk di tepi ranjang pasien tempat Daniel berbaring. 


"Aku mohon bangunlah! Aku mencintaimu, Daniel," aku Sandra dengan tatapan penuh damba.


Perlahan tapi pasti bibir ranum Sandra menempel di bibir kering milik Daniel. Merasa kurang, gadis itu pun menciumnya dengan lembut. Dalam hatinya dia berdoa untuk kesembuhan sang suami.


Di saat Sandra mencium bibir Daniel, dia merasa ciumannya di berbalas. Perlahan kelopak matanya terbuka dan dia melihat netra laki-laki itu. Entah sejak kapan kelopak mata sang pria terbuka.


Betapa terkejutnya Sandra saat tahu kalau Daniel saat ini sudah bisa membuka matanya. Dia pun hendak beranjak dari sana karena sangat malu. Namun, ada sebuah tangan yang menahan tengkuknya agar ciuman mereka tidak terlepas, justru malah semakin dalam.


"Mau sampai kapan kalian berciuman seperti itu. Dokter sudah bosan menunggu di depan pintu mau memeriksa keadaan kamu, Daniel."


Sandra langsung terlonjak dan berdiri di samping ranjang pasien. Jantung dia rasanya mau copot karena tidak menduga kalau akan ada orang yang memergoki perbuatannya.


Ada Nathan dan Dilan berdiri di dekat pintu bersama dokter juga perawat. Keempat orang itu tersenyum kepada Sandra dan Daniel.


Sandra tidak tahu kalau sebenarnya Daniel itu sudah siuman dari kemarin. Namun, dia pura-pura koma untuk melihat situasi di rumah sakit. Bagi dia yang tumbuh dilingkungan yang keras dan saling beradu taktik licik demi mendapatkan apa yang mereka mau, harus waspada dengan keadaan sekitarnya.


Dokter mengatakan kalau kondisi tubuh Daniel dalam keadaan baik dan menyuruhnya jangan beraktivitas berat. Bahkan menyarankan untuk pergi berlibur dengan Sandra. Jika pikiran dan hati merasa tenang dan senang maka proses kesembuhan akan cepat.


"Ayo, kita pergi kencan! Agar kamu bisa cepat sembuh," tutur Sandra dengan pipi merona.


Daniel pun tersenyum tipis. Dia ingin memanfaatkan momen kebersamaan dengan Sandra untuk menjalankan misi selanjutnya. 

__ADS_1


***



__ADS_2