Kekasih Bayaran

Kekasih Bayaran
Hadiah buat Lia


__ADS_3

Sore itu Bella sudah pulang kerumah dari jauh ia melihat Juan sedang mengobrol dengan Papa nya.


"Tumben Juan main ke rumah, ada angin apa dia. Papa juga kok bisa seakrab itu dengan Juan. Padahal kan Papa gak suka kalau ada orang yang bertamu sore-sore begini," ucap Bella sendiri nya.


"Nah, itu Bella datang," ucap Papa Alek pada Juan.


Juan menoleh. "Panjang umur kamu Bel, baru saja kami membicarakan mu kamu langsung nongol," ucap Juan.


"Hem... ada apa membicarakan ku?" cetus Bella.


"Tidak sekedar bercerita saja kok," ucap Juan.


Papa Alek memperhatikan raut wajah Bella tampak kusut.


"Kamu kenapa?" tanya papa Alek.


"Tidak apa-apa cuma capek banget hari ini Pa...," jawab Bella.


"Oh ya sudah, kamu mandi dulu sana... habis itu gabung sini," pinta Juan.


"Iya Pa...," jawab Bella.


"Juan aku ada perlu sama kamu tungguin ya di situ."


"Siap... jangan lama-lama ya mandi nya."


"Yah...," Bella berlalu pergi menuju kamarnya. Juan dan papa Alek melanjutkan obrolan nya.


Sehabis mandi Bella langsung turun ke bawah untuk menemui Juan. Papa Alek pamit masuk ke dalam. Gantian Bella yang duduk bersama Juan.


Bella menceritakan perihal semua kejadian hari itu. Juan melongo mendengar cerita Bella yang sungguh lucu itu ia cekikikan tertawa.


"Juan kok kamu malah tertawa sih! suka nya lihat aku dapat masalah?" cibir Bella membuang muka.


"Gak gitu Bel, cuma ingin tertawa saja," ucap Juan.


"Mungkin pria itu jodoh mu Bel...," ujar Juan merasa yakin.


"Oya tadi ku dengar-dengar kamu akan menikah apa itu benar?" tanya Juan.


"What menikah... dengan siapa? pacar saja belum punya," Bella kaget.


"Stts... diam, jangan kencang-kencang bicaranya ntar Papa mu dengar lagi bilang aku membocorkan rahasia," ujar Juan.


"Papa mu tadi bercerita kalau kamu akan segera di jodohkan dengan anak rekan Papa mu itu," jelas Juan.

__ADS_1


"Jangan percaya Juan, aku gak mau di jodohin Papa. keputusan Itu berlaku kalau aku gak bisa nikah saat berumur 25 keatas Papa memang akan menjodohkan aku, tapi umur ku kan baru 24 berati aku masih ada kesempatan dong buat cari calon suami," sahut Bella


"Tidak begitu Bella, dia bilang padaku tadi kalian akan segera di nikah tahun ini. Pihak laki-laki sudah siap meminang mu," ucap Juan sambil tersenyum.


"Kamu jangan mengada-ngada nya, membuat ku takut saja. Siapa juga yang mau nikah tahun ini lagian aku gak mau di nikah kan dengan pria judes itu. Kamu mau tau kan kenapa?"


"Dia pria yang sangat sombong dan sok kaya Juan, melihat nya saja aku udah eneg apalagi mau jadikan dia suami iih... amit-amit jabang bayi, gak banget lebih baik aku kabur dari pada harus menikah dengan dia," ucap Bella.


"Jangan takabur Bel, bisa saja ucapan mu itu cuma di mulut doang padahal dalam hati ma," cibir Juan.


"Kamu kan ngebet banget pingin nikah."


"Juan...!" Bella memanas rambut Juan selalu jadi sasaran. "Auw... auw... sakit Bella!" jerit Juan.


Papa Alek datang melihat Bella memperlakukan Juan secara kasar ia menghentikan aksi Bella itu.


"Bella berhenti! berhenti tarik-tarik rambut dia," seru nya.


"Papa...!" Sontak Bella melepaskan tangannya dari rambut Juan.


"Om Alek," ucap Juan cengengesan.


"Kalian kenapa si? kok berantem kayak anak kecil," tanya Papa Alek.


"Ini Pa, Juan yang mulai duluan," adu Bella.


"Kamu bilang apa tadi barusan!" Bella melototi Juan.


"Iya maaf Bel, aku mohon maaf...," ujar Juan.


"Tu kan Pa, dia yang salah," ucap Bella mengadu.


"Rasaain makanya jangan iseng," bisik Bella pada Juan.


"Apaan sih Bella, kebiasaan banget begitu selalu aku yang di salah kan.


Papa Alex meninggalkan mereka yang sudah tampak rukun kembali.


"Asal kamu tau ya Juan, aku tu mau nikah nya dengan orang yang aku sayang doang bukan dengan orang sembarangan kayak dia," cetus Bella tidak terima.


"Iya deh terserah kamu saja, tapi ingat jangan minta bantu pada ku tentang soal ini aku sudah memberitahu malah gak percaya," omel Juan.


"Oya tadi aku mau ngapain ya sama kamu? tuh kan aku jadi lupa," gerutu Juan.


"Hem dasar amnesia," cibir Bella.

__ADS_1


🍂🍂


Dewa sangat kecewa pada tindakan Bella pada nya hingga ia tidak mau menerima telpon dari Bella.


Hati nya masih terasa sakit. Saat itu seperti biasa Bella mengajak Dewa ketemuan di tempat biasa.


Setelah beberapa kali menelpon Dewa tidak juga mau mengangkat ponselnya. Akhirnya Bella memberanikan diri mendatangi nya di rumah nya.


"Mungkin Dewa sedang sibuk atau sakit aku harus pergi ke rumah nya saat ini," ucap Bella sendirinya.


Sore itu setelah pulang dari kantor Bella menyempatkan dirinya untuk mampir ke rumah Dewa padahal sudah di pesan papa nya agar tidak kemana-mana tapi ia ngotot membandel lagi demi bertemu dengan Dewa.


Bella singgah ke toko boneka untuk memberikan hadiah pada Lia adik Dewa dan beberapa makanan untuk oleh-oleh. Dengan senang hati Bella pergi.


"Aku yakin Lia pasti suka boneka nya," ucap Bella sambil memandangi boneka panda yang lucu itu.


Bella pun tiba di rumah Dewa. Dari jauh ia sudah di sambut ramah oleh ibu Dewa. Bella menyalami ibu Dewa dengan hormat. "Ibu apa kabar nya?"


"Baik, Nak Bella apa kabar ya juga?" kenapa baru main sekarang...," sahut ibu.


"Baik ibu. Ini ada sedikit oleh-oleh buat ibu dan Lia semoga suka...," ucap Bella sambil memberi kantong belanjaan pada ibu Dewa.


"Wah makasih banyak ya Bella, udah repot-repot bawa beginian."


"Boneka itu buat Lia Bu... mudah-mudahan dia suka."


"Oh ya bagus banget boneka ya... makasih ya dia pasti suka," ucap ibu. Ia pun memanggil Delia.


"Lia... Lia...," panggil ibu.


"Iya Bu ada apa?" tampak Delia memutar kursi roda nya berjalan kearah ibu dan Bella.


"Kak Bella...!"


"Iya dek Lia, ini ada sedikit hadiah buat mu." Bella memberikan boneka panda itu pada Lia. Ia suka dengan boneka itu langsung memeluk nya dan menciumi boneka itu.


"Makasih nya Kak, boneka nya lucu banget. Lia suka." Lia terus mencium-cium dan mengelus boneka itu.


"Kak Bella boneka nya lucu banget... sekali lagi makasih nya." ucap Delia berkali-kali.


"Iya, sekarang kita buka kotak kue nya ya Bu...," ajak Bella.


"Iya mari..." ibu mengambil alat pemotong dan nampan tempat kue dan mulai memotong.


"Wah kue nya nampak enak ya Kak...," ucap Delia.

__ADS_1


"Iya kita makan sama-sama kue nya," timpal Bella.


Mereka pun menikmati kebersamaan nya hari itu dengan penuh keceriaan dan kegembiraan.


__ADS_2