Kekasih Bayaran

Kekasih Bayaran
Bersama Kakek Sanders


__ADS_3

Setelah beberapa saat ponsel kakek sudah hidup kembali. Kakek Sanders segera menghubungi keponakan nya kakek melihat ada beberapa panggilan tak terjawab dari keponakan nya ia pun segera menelpon balik.


Kakek Sanders meminta jemput dengan keponakan di rumah makan itu. Dewa pun merasa lega karena sebentar lagi jemputan kakek akan datang menjemput nya dan ia akan meneruskan perjalanan untuk segera pulang kerumah yang sangat ia rindukan


Beberapa saat kemudian, keponakan kakek Sanders pun datang dan turun dari mobilnya. Dewa melihat dari kejauhan terbelalak melihat orang yang dimaksud kakek Sanders itu ternyata adalah Om Alek papanya Bella.


"Om Alek! jadi keponakan Kakek, Om Alek?" tanya Dewa tidak menyangka.


"Iya, kamu kenal dia?" tanya kakek.


"Dia Papa nya teman saya Kek...!" sahut Dewa singkat.


"Bella maksud nya?" Kakek menatap wajah Dewa yang berubah ekspresi itu.


"Kakek kenal Bella?"


"Yah jelas kakek kenal, dia kan cucu kakek yang kakek ceritakan tadi."


"Jadi Bella yang akan menikah itu?" Dewa kaget.


"Iya ...," ucap Kakek sambil terseyum "kamu jangan lupa datang ya... dihari pernikahan nya," pinta kakek.

__ADS_1


Mendengar hal itu tanpa menunggu lama lagi Dewa langsung pamit pulang lebih dulu karna sebentar lagi pun kakek akan pulang juga, dengan Papa Alek. Ia sudah hampir mendekat dengan mereka siap menjemput kakek Sanders.


Kakek jadi heran dengan sikap Dewa yang tiba-tiba buru-buru pergi itu, ia hanya bisa melihat kepergian Dewa. Papa Alek sempat melihat Dewa pergi ia pun bertanya pada Kakek Sanders.


"Bagaimana bisa kamu bersama Dewa di sini?" tanya papa Alek.


"Jadi kamu juga kenal dengan anak muda tadi?" tanya kakek Sanders pada keponakannya itu.


"Jelas aku mengenalnya, karena dia teman nya Bella," ujar Papa Alek.


Kakek Sanders mengnggguk ia pun menceritakan semua nya pada papa Alek kalau ia bertemu Dewa saat di dalam bus.


Papa Alek segera mengajak kakek Sanders untuk naik di mobil dan segera pulang. Selama dalam perjalanan Kakek Sanders menceritakan kebaikan hati Dewa pada Papa Alek, tapi Papa Alek hanya menanggapi biasa saja.


"Kakek kok telat datang nya?" tanya Bella.


Kakek menjelaskan kalau ia terpaksa naik bus karena ada suatu masalah dengan kendaraan nya.


Bella merasa bahagia menyambut kedatangan kakek nya adik dari kakek kandungnya itu.


"Bella apa umurmu sudah genap 25 tahun?" tanya Kakek Sanders.

__ADS_1


"Iya emang nya kenapa Kek," ucap Bella.


"Waktu ya sudah dingenapi mediang kakek mu punya wasiat jika kamu si umur segitu belum juga menikah maka terpaksa kami akan menjodohkan mu. Ternyata kamu sudah punya calon sendiri maka perjodohan itu tidak berlaku lagi. Kakek mu si alam sana pasti ikut bahagia mendengar saat ini kamu akan menikah. Usiamu sudah cukup matang untuk berumah tangga. Kakek mendoakan semoga pernikahan mu langgeng," doa Sang kakek.


"Amin. Terimakasih atas doanya Kakek," ujar Bella.


Mereka pun saling mengobrol, Kakek Sanders juga bercerita tentang dirinya bertemu dengan Dewa saat di perjalanan. Bella tersentak mendengar cerita sang kakek. Kakek jadi bingung melihat perubahan ekspresi wajah Bella seolah tampak panik. Bella menanyakan langsung pada papa nya karna kurang yakin orang yang diceritakan kakek nya itu apa benaran Dewa atau bukan.


Papa Alek mengiyakan ucapan kakek kalau orang yang di maksud itu adalah Dewa. Dewa teman nya baru pulang dari luar kota. Seketika itu pula Bella bergegas pergi keluar ia langsung pamit pada Papa dan Kakek.


"Bella...!" panggil papanya.


"Iya Pa, tunggu bentar Pa!" pamit Bella bergegas mau pergi.


"Kamu mau kemana?" papa Alek heran melihat Bella yang tiba-tiba inguny keluar.


"Sorry Pa, aku ada keperluan mendadak," seru Bella.


Kakak dan Papa Alek pasrah melepaskan kepergian Bella. "Hati-hati dijalan Bella!" ujar Kakek Sanders.


Sebenarnya menurut adat mereka Bella tidak boleh pergi kemana-mana karna sebentar lagi ia akan menikah ia harus tinggal di rumah saja. Tapi Bella sudah masuk dalam mobil dan langsung pergi.

__ADS_1


"Bella mau ngapain sih!" batin papa Alek bingung.


__ADS_2