
Suatu malam itu, Bella sibuk menelepon Dewa. Tapi Dewa masih sibuk dengan pekerjaan baru nya saat itu ia pergi bersama Laura di sebuah Mol besar dan termewah di kota itu. Laura membelikan Dewa baju-baju mewah dan semua pelengkapan Dewa di Mol tersebut. Tiba-tiba Dewa kepikiran pada Bella.
"Astaga aku kan ada janji dengan Bella malam ini? duh gimana nih?" Dewa membatin.
"Laura maaf, aku boleh minta sesuatu tolong... beri aku waktu sebentar saja setelah ini aku akan menemui mu lagi," ucap Dewa.
"Apa yang kamu minta katakanlah!" sahut Laura.
"Malam ini aku ada janji pada seseorang akan bertemu dengan nya apa aku boleh pergi sebentar saja... pliss...," pinta Dewa.
"Tidak bisa Dewa kamu harus segera ikut dengan ku!"
"Aku mohon Laura, ini permintaan terakhir ku...," lirih Dewa.
"Oke kita batalkan saja kontrak kerja ini. Aku akan melaporkan mu polisi," ancam Laura.
"Jangan Laura! baik lah aku tidak jadi pergi." Dewa pasrah. Ia menelpon Bella dan membatalkan janji nya dengan Bella. Bella kecewa dan jadi kesal.
"Maafkan aku Bella sebenarnya aku tidak bisa mengingkari janji ku padamu, tapi Laura selalu mengancam aku," Dewa bersedih ia tidak dapat melakukan apa-apa ia pun terduduk di lantai dengan wajah murung.
"Dewa semua baju ini kamu coba apa kamu cocok memakainya atau tidak cepetan!" pinta Laura.
Dewa dengan terpaksa nya bangun dan pergi ke kamar ganti.
Dewa melakukan semua perintah Laura. Saat itu mereka sudah selesai berbelanja. Semua barang serba mahal dan mewah di belikan Laura untuk Dewa. Tapi sedikit pun Dewa tidak merasa suka semua nya yang si lakukan Laura untuk nya.
"Dewa saat ini aku akan mengantar kan mu ke apartemen baru mu, ku harap kamu betah tinggal si sana selama beberapa bulan," ujar Laura.
"What? aku akan nginap di apartemen itu?" tanya Dewa tidak menyangka.
__ADS_1
"Iya. Untuk menyakinkan keluarga ku kamu harus tinggal di situ setidaknya selama beberapa bulan ini," ujar Laura.
"Tidak Laura! Aku punya keluarga, aku harus pulang apartment itu hanya pomalitas saja kan?"
"Tapi sangat sayang Dewa harus di kosongkan bagaimana kalau kamu ajak keluarga mu tinggal di sana." tawar Laura.
"Mama dan adik ku pasti tidak mau Laura, aku mohon pada mu pliss jangan buat yang aneh-aneh," lirih Dewa memohon pada Laura.
Laura pun membatalkan niatnya dan menuruti mau nya Dewa.
Setelah sampai di apartemen hari sudah sore Dewa meminta Laura agar mengantar kan nya kembali ke tempat di mana mereka bertemu tadi. Karna motor dewa di titipkan di situ.
"Oh ya aku minta nomor mu enak saja kamu diam-diam tidak memberikan nomor mu padaku."
Dewa memberikan ponselnya ke tangan Laura.
"Ew, ponsel mu jadul banget ketinggalan jaman ini kalau keluarga ku lihat aku bakal di buang dari keluarga ku pasti mereka membully ku."
Laura memegang ponsel Dewa dengan jijik nya dan mengembalikan nya lagi pada Dewa.
"Kamu sebutkan saja nama mu!" pinta Laura.
Dewa geregetan melihat sikap Laura ia sengaja menempelkan ponsel itu ke kulit mulus Laura. Laura histeris berteriak.
Dewa tertawa penuh kemenangan dapat mengerjai bule nyasar itu.
Setelah tukaran nomor Laura membelikan Dewa ponsel mahal edisi terbaru silahkan tebak kira-kira Laura belikan Dewa hp merk apa?...😁 boleh di tebak bagi yang tau.🤗
Laura cukup royal dalam memenuhi kebutuhan nya ia tidak sayang mengeluarkan jutaan ratus ribu sampai milyaran untuk sebuah benda. Yang penting hati nya puas dan ia tidak pelit pada semua orang.
__ADS_1
Bukan nya Dewa tidak bersyukur dengan pemberian Laura tetapi bagi nya itu adalah suatu kesalahan. Tapi ia terpaksa menerima pemberian itu karena berisi sebuah ancaman yang sangat menakutkan baginya.
Dewa pulang dengan kesal nya sudah telanjur menjalin hubungan kerja dengan Laura ia tidak tega harus meninggalkan semua pekerjaan nya yang telah lama ia jalani itu. Dari pekerjaan itu lah ia dapat membantu menafkahi keluarganya dan anak-anak panti. Tapi Dewa berpikir ini juga ia lakukan buat mereka juga. Ia tidak mau egois jika ia mengerjakan misi dengan Laura semua biaya akan mudah di dapat nya tapi ia harus berkorban perasaan nya yang harus meninggalkan Bella.
Sejak pulang dari apartemen yang di belikan Laura untuk nya ia merasa gelisah. Haruskah aku kehilangan cinta ku hanya sebuah harta yang ditawarkan Laura. Tapi jika ia tolak Laura akan melaporkan nya ke polisi. Ia jadi dilema, semakin berpikir ia semakin pusing sampai-sampai ia tidak tau harus berbuat apa.
Dewa berenti sejenak diperjalanan hati nya sangat bingung apa yang akan ia katakan pada ibu nya nanti jika ia sudah tinggal di apartemen itu.
Ditempat lain.
Di malam itu Bella sedang duduk melamun di tepi kasurnya pikirannya selalu tertuju pada Dewa.
Ia merasa ada yang aneh dengan Dewa karena sejak semalam Dewa tidak menghubunginya. Padahal besok hari Dewa mengajak nya ke panti. Tapi tidak ada berita tentang Dewa.
Bella menunggu telpon dari Dewa hingga larut malam namun tidak sekali pun ia menghubungi nya bahkan nomor nya tidak aktif. Akhirnya Bella merebahkan tubuh nya ke kasur karena mata nya mulai mengantuk. Besok pagi-pagi ia berniat akan mampir ke panti dan menemui Dewa. Ia berharap kalau Dewa akan baik-baik saja. Bella pun tertidur sambil memeluk boneka bear pemberian Dewa.
Keesokan harinya Bella sudah siap akan berangkat kerja. Kali itu ia pergi nya masih sangat pagi. Papa Alek memandang heran kenapa di jam segitu Bella sudah pergi ia pun bertanya."Kamu mau pergi kemana pagi-pagi sekali sudah siap? biasa nya jam segini masih ngorok aja kamu?" tegur Papa Alek.
"Iya ni Pa, Bella ada janji mau sarapan diluar dengan seseorang Pa makanya pergi awal," jelasnya.
"Janjian sama siapa ayo...? tanya Papa Alek.
"Sama teman kok Pa," jawab Bella.
"Oh ya, ya sudah berangkat lah. Hati-hati di jalan ya ingat pulang nya jangan telat, karena malam ini papa mau ajak kamu ke suatu tempat," pintanya.
"Kemana Pa?" tanya Bella.
"Ada deh, ntar malam kamu juga akan tau,$ ujar Papa Alek tidak mau memberi tau karena itu kejutan buat Bella.
__ADS_1
"Iya deh Pa, boleh. Bella usahain tidak terlambat semoga aja pekerjaan tidak banyak, jadi bella bisa pulang cepat," ucap Bella sudah siap akan berangkat.
"Ya udah bella pergi dulu ya Pa," pamit nya sambil bersalaman dengan Papa nya.