
Papa Alek sudah memutuskan kalau Bella akan segera di nikah kan dengan Rasya. Hal itu membuat Bella tegang. Di kantor Om Sanjaya juga memberikan tugas pada Bella agar mengikuti studi banding.. Rasa nya Bella ingin lari dari kenyataan itu Namu itu tugas dan tanggung jawab nya maka Bella harus menurut. Ia jadi serba salah tidak bisa menolak perintah itu demi memenuhi kewajiban nya.
"Di dunia ini bella gak ada siapa-siapa selain Papa, jadi bella harus menyayangi Papa dan berkorban untuk nya, tapi jika bella terima perjodohan itu hidup bella bakal menderita jadi istri Rasya. Membanyangkan nya saja aku ngeri apalagi harus jadi istrinya. Tidak pokok nya tidak. Jalan satu-satunya adalah balikan dengan Rian," ucap Bella seorang diri. "Yah harus balikan!" Bella mengambil tas nya dan pergi meninggalkan kantor. Semua pekerjaan di tinggalkannya ia tidak peduli lagi.
"Dari pada aku menikah dengan Rasya lebih baik aku menikah dengan Rian," pikirannya.
"Yah aku harus balikan dengan Rian."
Bella telah memutuskan akan kembali pada Rian saat itu ia pergi mencari Rian.
"Oya... nomor Rian kan masih ada sama aku." Bella pun menghubungi Rian dan mengajak Rian ketemuan. Saat itu juga Rian langsung menemui Bella di sebuah tempat yang di telah mereka janjikan.
Di sebuah kafe Rian dengan semangat nya menunggu kedatangan Bella. Tidak lama pun Bella datang.
"Hay... apa kabar Bella Sayang...?" tanya Rian merasa senang.
Bella terseyum ia pun duduk di samping Rian.
"Em... aku... aku..." Bella malu untuk meneruskan kata-katanya.
__ADS_1
"Aku apa Bella?" tanya Rian bingung.
"Aku mau menerima tawaran mu itu!" sambung Bella.
"Hah yang benar saja. Aku sudah menduga Bella kalau kamu masih mencintai ku dan ucapan ku sudah terbukti makasih Sayang. Aku senang banget kamu tau?" ujar Rian ngegombal.
"Iya tapi Rian. Kamu harus janji padaku kalau kamu bakal berubah," pinta Bella.
"Siap Tuan Putri, aku pasti tidak mengulangi perbuatan ku lagi," ucap Rian berjanji.
"Hem... makasih aku pegang ucapan mu Rian."
Rian memegang tangan Bella yang telah lama tidak di sentuh nya itu. Ia merasa bahagia Bella sudah menerimanya kembali dan menerima tawaran nya puntuk menikahinya.
Setelah beberapa saat kemudian Bella pun pamit pulang pada Rian karena akan kembali ke kantor lagi. Bella pun tiba di kantor lagi dengan buru-buru nya ia berlari memasuki ruangan nya. Setelah sampai mata nya terbelalak melihat Rasya sudah duduk di kursi tempat duduk nya.
"Kamu?" seru Bella tidak menyangka
"Hem... dari mana saja kamu apa kamu tidak tau kalau besok kita sudah mulai studi banding ke luar kota? Aku hanya mengingatkan saja jangan sampai lalai atau pun lupa," ujar Rasya.
__ADS_1
"Heh Rasya! jangan mentang-mentang kamu atasan seenaknya memberi tugas ini itu ya...? Aku sudah bilang pada Pak Sanjaya kalau aku tidak mau ikut studi banding itu. Apa lagi pergi nya sama kamu ew... gak banget deh! lebih baik aku tidur dari pada ikut denganmu.
"Ini sudah ketentuan, dari atasan kamu tidak bisa membatalkan nya lagi.
"Terserah. Meeting aja kamu sendiri aku mau keluar," cetus Bella memanas.
Saat itu juga pak Sanjaya datang ke ruangan itu dan Bella pun kaget.
"Kamu bicara apa tadi barusan?" tanya Pak Sanjaya.
"Tidak bicara apa-apa kok Om, kami telah membicarakan tentang kerjaan ini. Rasya memberikan ku bimbingan Om, untuk persiapan studi banding nanti," ucap Bella beralasan.
"Oh bagitu? bagus lah bicarakan saja dengan baik, semoga tugas nya lancar ya." ujar Pak Sanjaya.
"Makasih Pak," ucap Rasya bersalaman dengan Pak Sanjaya.
"Sebaiknya kamu bimbing betul-betul Bella nya," pinta Pak Sanjaya. lalu ia pergi dari ruangan itu.
"Baik Pak, akan saja lakukan!" ucap Rasya Berpura-pura.
__ADS_1
Kedua nya saling menatap. "Permainan yang cukup bagus!" bisik Rasya tanpa pamit ia pun berlalu di hadapan Bella.