Kekasih Bayaran

Kekasih Bayaran
Mabuk berat


__ADS_3

Malam itu hampir larut tapi Rian masih mengajak gadis tadi untuk mengobrol di kafe. Rian seperti orang yang terhipnotis langsung akrab saja dengan gadis itu sampai tukaran nomor dan memberi kartu nama dan alamat masing-masing.


"DASAR BUAYA DARAT KAMU RIAN! MAU NIKAH AJA MASIH SEMPAT KELUYURAN SAMA GADIS YANG BARU DIKENALNYA ITU," ucap author kesal. Model cowok seperti ini yang bisa di masukkan dalam lembah kekelaman atau kalau mampu angkat tinggal buang aja ke laut...🤭


Rian terus memandangi wajah cantik gadis itu. Ternyata gadis cantik itu adalah Laura. Yah Laura, Laura yang sudah menjebak Dewa. Ternyata ia menyusul Dewa sampai ke kota itu. Hari ini dia baru sampai di kota itu. Ia mencari-cari Dewa namun belum bertemu. Entah apa yang menyebabkan Laura tiba-tiba memiliki hasrat pada lelaki padahal ia sendiri pecinta sesama jenis. Tapi, saat bertemu Rian hasratnya jadi berubah seperti ada rasa suka. Mungkin takdir ingin mengantar nya pada perubahan yang baik. Selama ini ia merasakan trauma yang besar terhadap pria karna ia pernah berkali-kali gagal menjalani hubungan ia memilih sendiri walaupun banyak yang menginginkannya untuk jadi pacar.


Laura meminta Rian untuk menemani malam itu karena ia tidak tau jalan untuk mencari penginapan. Besok pagi Rian janji akan mencarikannya hotel atau penginapan. Laura merasa senang ada yang menemani saat ia benar-benar tidak tau arah tempat di sekitar kota itu.


"Makasih banyak Rian, aku tak tau kalau gak ada kamu mungkin aku sudah nyasar kemana."


"Oya, rumah kamu dimana apa masih jauh dari sini?" tanya Laura.


"Jauh banget, rumah aku sangat jauh sini di ujung kota ini," ujar Rian berbohong padahal sekitar berjalan 10 menit lagi sudah sampai rumahnya.


"Yah sayang banget, padahal aku ingin mampir sekedar mau kenalan dengan keluarga mu juga..."

__ADS_1


Astaga Laura baru kenal aja udah mau kenalan dengan keluarga Rian apa gak salah tuh!... ucap author sewot.


Yah begitulah Laura jika sudah merasakan nyaman dengan seseorang walaupun baru saja di kenalnya ia akan tidak sungkan-sungkan lagi pada orang itu. Bahkan ia rela melakukan apapun buat orang itu. Dasar aneh ya...? bagaimana kalau orang berniat jahat padanya pasti dengan mudahnya mereka akan memperalatnya.


Rian bingung, tidak mau kesempatan emas itu berlaku begitu saja ia pun akan mencarikan hotel buat Laura malam itu juga.


Laura bagaimana kalau malam ini kita cari hotel aja.


Laura menggigit bibirnya tidak menyangka kalau Rian seagresif itu. Langsung mau ajak ke hotel.


"A- maksudku buat kamu," sambung Rian malu melihat perubahan wajah Laura.


"Oke, terimakasih ya... aku gak tau mau bicara apa lagi selain berterimakasih pada mu. Mau-mau nya bantuin aku kita kan baru aja kenal, ternyata kamu orang nya baik banget yah...," puji Laura.


"Biasa aja kali gak usah muji gitu bukan kah kita sesama manusia harus saling membantu?" ujar Rian.

__ADS_1


Keduanya saling mengobrol setelah itu Rian akan mengantar Laura untuk mencari penginapan.


Di tempat lainnya. Dewa yang saat itu merasa gelisah tidak bisa tidur akhirnya memilih keluar mencari angin. Sekalian ia ingin mencari kesenangan agar tidak terlalu sters.


"Berada diluar sepertinya bagus saat ini. Aku tidak tau mau ngapain lagi. Hidupku sudah tidak berarti lagi terasa hampa dan tidak tau arah tujuan," lirihnya sambil bergegas pergi.


Di perjalanan Dewa singgah di sebuah kafe. Di sana ia bertemu dengan teman lamanya temannya mengajak dewa kesuatu tempat. Dewa pun menyetujuinya, mereka pun pergi.


Ternyata temannya yang bernama Leo itu mengajak Dewa ke sebuah klab. Dewa yang terlanjur sudah frustasi akhirnya pasrah pergi saja kemanapun Leo mengajaknya. Di sana Dewa mendapat kesenangan sejenak ia lupa masalahnya. Ia berteriak, memaki-maki dirinya sendiri karena sudah pergi tanpa kabar dengan Bella.


Dewa merintih menyebut-nyebut nama Bella ia terlalu banyak minum sehingga ia ngeracau kemana-mana. Ia melihat semua perempuan disitu Bella. Ia menghampiri semua gadis-gadis itu.


"Bella aku sangat merindukanmu Sayang...!" lirih nya pada seorang wanita yang barusan lewat di depannya. Wanita itu menepis tangan Dewa dengan bingung nya hendak merangkulnya. Dalam keadaan mabuk Dewa berkata tidak tenturudu. Sepertinya ia mabuk berat.


Melihat keadaan Dewa sudah setengah mabuk Leo pun mengajaknya pulang. Sepintas dewa melihat Rian masuk berduaan dengan seorang gadis. Ternyata Rian dan Laura mampir di klab itu juga. Karna penginapan sudah tidak menerima tamu lagi karena malam telah larut. Rian sempat melihat Dewa tapi ia tidak sadar kalau itu Dewa karna asyik tengah mengobrol dengan Laura. Dewa yang dalam keadaan antara sadar dan tidak berusaha mengingat "itu siapa nya? sepertinya aku mengenalnya," batin Dewa.

__ADS_1


Leo mengajak Dewa cepat masuk ke mobil untuk mengantarkannya pulang. Ia pun tidak bisa berkonsentrasi mengingat pria yang barusan berpapasan dengan nya tadi.


__ADS_2