Kekasih Bayaran

Kekasih Bayaran
Saling mencari satu sama lain


__ADS_3

Ternyata Bella keluar menemui Juan. Ia sudah sampai di depan pintu rumah Juan.


"Juan...! Juan... gawat Juan...!" teriak Bella.


Juan yang mendengar teriakan Bella kaget dan langsung keluar dari kamar dan menemuinya.


"Bella? gawat apa ya? Kamu kenapa keluar dari rumah bukan nya kamu gak boleh keluar rumah?" Juan keheranan.


"Dewa sudah datang Juan!" ujar Bella.


"Yang benar saja? sekarang dia ada dimana?" Juan kaget.


"Tidak tau Juan," ucap Bella tiba-tiba sedih.


"Kamu kenapa sih Bel? kok tiba-tiba sedih begitu?" tanya Juan.


"Aku... aku ingin bertemu Dewa untuk yang terakhir kalinya Juan...," ucap Bella tiba-tiba menangis.


Duh menangis lagi dia kasian banget... sih nasibmu Bella... lirih Juan.


"Gimana ya?" Juan tidak tega melihat Bella menangis.


"Sudah lah Bel, jangan menangis gitu? bukan kah ini sudah kemauan mu jadi untuk apalagi kamu menemui Dewa, bukan kah itu tidak baik buat dirimu? Sebentar lagi kamu akan menikah Bella, tidak baik jika kamu diam-diam menemui lelaki lain yang bukan keluargamu. Kalau keluarga Rian tau hal ini tentu mereka akan mencap kamu tidak baik. Apalagi Rian pasti dia akan marah besar padamu," jelas Juan.


"Aku tidak peduli itu Juan...! ayo bantu aku menemui Dewa!" pintanya.


"Bella aku tidak mau terlibat, aku tidak mau mengambil resiko. Tau sendiri kan kamu keluarga mu seperti apa? Jangan paksa aku Bella... untuk melakukan hal yang tidak-tidak," tolak Juan.


"Yah sudah baik lah, jika kamu tidak mau mengantarku. Aku akan pergi sendiri mencari Dewa!" Bella berlalu di hadapan Juan.


"Jangan Bella, ingat kamu akan menikah dengan Rian!" teriak Juan.


Bella menoleh, "Aku tau kok Juan, aku hanya ingin menemui Dewa untuk yang terakhir kalinya."


Bella pun langsung pergi meninggalkan Juan yang masih mematung. Juan melongo tidak tau akan berkata apa lagi pada Bella.

__ADS_1


Selang beberapa menit setelah kepergian Bella Dewa pun datang menemui Juan. Dewa berteriak memanggil Juan. "Juan... Juan...!"


"Hah, siapa itu teriak-teriak? apa Bella kembali lagi? Tapi gak mungkin Bella, itu suara laki-laki."


Juan mengintip di lubang pintu yang barusan di tutup nya itu. Ia kaget melihat orang itu adalah Dewa. Ia pun langsung membuka pintunya.


"Dewa?" Juan melotot.


"Juan tolongin aku Juan...!" ucap Dewa panik.


"Tolong apaan? kamu kemana aja Dewa? Bella akan segera menikah dan setau aku waktu nya di percepat."


"Hah, Juan kamu harus tolongin aku!"


"Iya tolongin apa dulu?" Juan menenangkan Dewa.


"Ada apa sebenarnya? ceritalah pelan agar aku enak denger nya gak kayak gini aku jadi ikut panik lho...," ujar Juan kesal.


"Aku harus ketemu Bella saat ini juga!"


"Hah, benarkah? Kemana perginya Bella?" tanya Dewa semangat.


"Aku tidak tau Dewa, Bella pergi ke arah sana." tunjuk Juan.


Tanpa ba-bi-bu lagi Dewa langsung menyeret Juan ke motornya dan mengajak Juan pergi untuk mencari Bella. Juan menjerit kesakitan tangan nya di tarik Dewa. "Duh kalian ini selalu merepotkan aku, gak Bella kamu, apa sih salah ku pada kalian!" keluh Juan sambil meringis.


"Maaf Juan, aku tidak tau lagi mau minta bantu sama siapa lagi karena aku tau Bella dekatnya dengan kamu."


"Yah itu alasanmu saja, kamu sendiri bisa kan mencarinya?" Juan cemberut.


"Aku tidak tau kemana Bella pergi Juan?...


"Emang kamu pikir aku juga tau?" Juan membuang muka malas nya.


"Cepetan naik Juan! ntar Bella nya gak ketemu lagi." ucap Dewa buru-buru.

__ADS_1


"Kalau gak ketemu kamu ke rumahnya dong...?"


"Aku takut Juan, takut menghadapi kenyataan ini aku tidak mau Bella menikah dengan orang lain," lirih Dewa sedih.


"Rasain kamu. Siapa suruh menghilang. Asal kamu tau ya Dewa? Bella tu nyariin kamu kemana-mana tau! Bella di tuntut Keluarga nya untuk segera menikah karena itu wasiat dari almarhum kakeknya. Bella bingung mau menikah dengan siapa, Papa nya menjodohkan dia dengan anak rekan kerja nya tapi Bella dan pria itu tidak mau di jodohkan. Akhirnya Bella memilih balikan dengan Rian.


"Apa Bella mau menikah dengan Rian? aku kira dia mau menikah dengan Rasya," ucap Dewa kaget.


"Tidak, ia membatalkan perjodohan itu dan sekarang mau menikah dengan Rian, mantan nya yang bu*ya itu. Aku benci banget sama kamu Dewa! kenapa sih kamu menghilang gak ada kabar dan di saat situasi sudah darurat begini baru kamu datang. Kamu jahat Dewa, benar-benar jahat!" Juan terus menyalahkan Dewa.


"Kamu tidak tau masalah yang ku hadapi Juan, selama ini aku sudah terjebak oleh seseorang."


Dewa menceritakan semua tentang kejadian yang menimpa dirinya oleh sebab itulah dia menghilang tiada kabar selama ini.


Dewa terus melaju tak tau arah kemana mau mencari Bella. Bella juga tidak tau ada di mana saat itu. Semuanya jadi berantakan. Dari tadi Juan juga si telpon oleh Papa Alek menayakan keberadaan Bella yang sejak tadi tidak ada di rumah.


Bella sengaja mematikan ponselnya karena tidak mau ketahuan Papa nya kalau ia sedang mencari Dewa. Bella melangkahkan kaki nya dengan lemah menuju sebuah kafe tempat ia biasa menongkrong bersama Dewa. Teringatlah ia semua tentang Dewa di tempat itu.


Bella duduk merenungi nasib nya yang ia tidak tau akan jadi seperti apa. Ia akan menikah dengan Rian tapi pikiran nya selalu tertuju pada Dewa.


"Kemana lagi aku akan mencari Dewa. Di rumahnya di panti, di tempat kerjanya Dewa gak ada," lirihnya berputus asa.


"Apa aku harus segera pulang? Papa pasti susah nyariin aku." Bella menghembuskan nafas kasar nya. Ia menghidupkan ponselnya kembali.


Bella kaget melihat banyak panggilan tak terjawab di layar icon ponselnya yang berlogo hijau itu.


Ada panggilan tak terjawab dari papa nya dari Rian dan dari Juan juga.


"Ternyata banyak yang nyariin aku," desahnya.


Bella pun menelpon balik papanya.


📞"Halo Pa..." ucapnya.


📞"Bella kamu kemana aja... semua nyariin kamu. Kamu ngapain sih di luar apa kamu tidak tau pantangan!" papa Alek langsung memarahi Bella habis-habisan. Karna ia pergi tidak tau tujuan nya apa membuat semuanya mengkuatirkannya.

__ADS_1


"Bella akan pulang sekarang Pa ...!" ucap Bella memotong pembicaraan papa nya yang tengah mengomelinya.


__ADS_2