
Saat itu Dewa bersiap akan pergi ke suatu tempat. Dengan kecepatan tinggi ia mengendarai motornya karena sudah terlambat ada janji dengan seseorang Kelayan nya. Tiba-tiba ia menyerempet sebuah mobil mewah di depannya.
Pengendara mobil itu adalah seorang gadis yang saat itu juga kurang pokus karena memikirkan nasib nya yang harus menikah dengan orang pilihan orang tua nya. Gadis itu bernama Laura. Ia adalah seorang gadis yang sangat dingin tidak suka pada lelaki karena sebuah trauma.
Ia berjanji akan membayar laki-laki berapa pun itu asal bisa menemani nya di acara keluarga yang akan di laksanakan beberapa hari lagi. Tapi sayang nya saat itu ia belum mendapat kan seorang lelaki yang mau jadi pacar bohongan nya agar ia terhindar dari perjodohan orang tuanya itu.
Dewa tidak sengaja menyerempet mobil Laura yang saat itu juga buru-buru. "Astaga Ya Allah bagaimana ini aku sudah menyerempet mobil itu." Dewa berhenti dengan panik nya. Tapi ia tidak mau jadi pengecut apapun resikonya ia harus menemui pengendara itu.
Ia pun turun dari motor nya menemui pengemudi mobil yang sudah berhenti di samping motor nya.
"Maaf Nona saya buru-buru," ucap Dewa.
Gadis itu turun dari mobil nya gaya modis dan trendy karena Laura seorang model. Wajahnya cantik Namun terlihat arogan. Terbukti saat ia berkata ia memaki-maki Dewa dengan kasar nya karena berani menyerempet mobil mewah nya.
"Maaf Nona, saya buru-buru," ujar Dewa lagi.
Laura mengelilingi mobil nya melihat keadaan mobil nya. Ia pun melotot saat melihat mobil nya lecet kena spion motor Dewa.
"Hah mobil ku...!" teriak nya.
"Heh pria be*o kamu lihat mobil ku lecet kan karna mu!" cetus Laura.
"Heh Nona jangan bicara seperti itu bisa nya menyalahkan orang lain kamu tuh nyetirnya tidak benar. Kamu lihat motor aku juga rusak tau nih spion nya patah." tunjuk Dewa balik memarahi nya.
"Itu salah mu sendiri ngapain juga main mengebut-ngebutan. Aku gak mau tau kamu harus ganti rugi." Laura memandang sinis.
"Apa harus ganti rugi. Motor aku juga rusak kenapa harus ganti rugi, enak saja kamu." ujar Dewa menolak.
"Heh kamu berani menolak ya atau aku lapor polisi saja," ancam Laura.
Dewa menjadi takut. "Iy-iya sabar sebaiknya kita selesaikan saja secara baik-baik. Motor aku kan juga rusak. Bagaimana kalau aku membawa mobil mu ke bengkel saja, di sini ada bengkel langganan ku masalah harga biar aku yang bicara pasti di kasi diskon deh Nona tenang saja." ucap Dewa berharap Laura mau di ajak kompromi.
__ADS_1
"Jadi kamu merendah aku? kamu kira aku gak ada duit buat bayar bengkel, sampai harus meminta diskon segala." sahut Laura.
"A- bukan maksudku mau merendah kan hanya menawarkan saja, jika tidak mau ya sudah," cibir Dewa.
.
Laura memperhatikan tampang Dewa.
"Aku rasa pria ini cukup menarik untuk di jadikan pacar bohongan," batin Laura terseyum licik ke arah Dewa.
"Nona... Nona anda melamun? Maaf saya buru-buru ingin melanjutkan perjalanan apa boleh mobil nya di tepikan?" pinta Dewa.
Laura tersentak dari pikirannya. "Enak saja kamu mau kabur dari aku. Aku akan tetap lapor polisi." ancam Laura lagi.
Astaga perempuan ini maksa banget mana pake ngancam-ngancam segala lagi, Dewa menarik napas panjang dan mengeluarkan nya dengan kasar.
"Gini aja Nona, sekarang juga aku akan membawa mobil mu ke bengkel mana kuncinya biar aku saja yang menyetir," ucap Dewa sambil menghampiri mobil tersebut.
"Jangan dekat-dekat mobil ku! enak saja kamu," cetus Laura.
"Kelayan? kamu bekerja dimana?"
"Hem... lupanya anda kepo juga dengan pekerjaan ku ya, baik lah aku akan menjelaskan pekerjaan ku padamu." ujar Dewa pada Laura.
Dewa pun menjelaskan semua nya tentang pekerjaan nya entah kenapa ia berkata jujur pada perempuan itu padahal baru saja di kenalnya. Laura pun dengan mudah nya juga membicarakan masalahnya pada Dewa. Keduanya saling bercerita. Laura meminta bantuan pada Dewa agar dirinya tidak di dipaksa menikah ia menawarkan dewa agar mau menjadi pacar bohongan nya.
Dewa terdiam saat Laura menawarkan jasa untuk jadi pacar bohongan nya. Karna Laura mengimingi Dewa dengan honor yang fantastik membuat Dewa berpikir dua kali untuk menolak nya.
"Saat ini aku punya banyak hutang, sedangkan ibu dan Lia harus rutin periksa setiap bulan nya karna sakit nya masih belum pulih dan aku juga harus mengumpulkan dana untuk operasi Lia, apa aku terima saja tawaran gadis ini, ya?" ucap Dewa dalam hatinya.
Setelah beberapa lama berpikir dewa pun menerima tawaran Laura. Lumayan juga buat nambah-nambah pendapatan nya pikiran Dewa. Dewa telah menerima tawaran Laura untuk jadi pacar bohongan nya untuk sementara waktu sampai keluarga Laura percaya.
__ADS_1
Saat itu Laura memberikan beberapa syarat pada Dewa untuk berpura- pura jadi pacarnya Dewa di tuntut harus bisa meyakinkan semua keluarga nya kalau ia benar-benar pacar sungguhan Laura yang kaya raya.
Dewa keberatan dengan syarat yang Laura berikan karena Dewa tidak bisa menjadi orang kaya ia tidak punya mobil mewah dan tidak punya apa-apa yang akan di tunjukan pada semua keluarga Laura.
"Maaf Nona, aku bukan orang kaya yang seperti kamu inginkan itu. Maaf aku harus pergi sekarang." ujar Dewa menolak.
"Tunggu! jangan coba-coba menghindar dari ku!" cetus Laura menghentikan langkah Dewa.
Dewa berhenti dan menjelaskan kalau ia tidak sanggup memenuhi syarat dari Laura. Laura pun mencari cara agar Dewa mau menjalin kerjasama dengan nya.
"Oke tidak masalah itu, aku akan memberikan mu sebuah mobil mewah dan sebuah apartemen besar dengan fasilitas lengkap dan mewah buat menyakinkan keluarga ku. Asal kamu mau berhenti bekerja di perusahaan itu dan bekerja lah untuk ku.
Bagaimana? apa kamu sanggup kalau tidak aku akan melaporkan mu ke polisi karena kamu tidak mau ganti rugi telah membuat mobil ku rusak." ancam Laura lagi pada Dewa.
Dewa jadi serba salah ia pun kepikiran masa lalu nya. Sejak kepergian Ayah nya ia benci pada polisi bahkan mendengar nama nya saja ia sudah malas apa lagi harus berhadapan dengan polisi. Dewa ada trauma saat berurusan dengan polisi bagi nya lebih baik mati dari pada harus berurusan dengan polisi. Ia anti polisi tidak suka berurusan dengan polisi selama hidupnya.
Laura menyadarkan Dewa dari lamunannya.
"Heh, jangan kelamaan mikir nya mau atau polisi?" ujar Laura memberikan pilihan.
"Mau aja deh," sahut Dewa. Aku terpaksa melakukan nya. Batin Dewa kesal.
Keputusan sudah bulat ia tidak bisa menolak kerja sama itu lagi. Laura telah memutuskan.
Laura mengulurkan tangannya ke arah Dewa.
"Nama ku Laura siapa namamu?" tanya nya.
"Dewa," ucapnya singkat.
"Oke, Dewa saat ini kamu sah jadi partner ku." ucap Laura terseyum menatap Dewa.
__ADS_1
"Oke! aku siap membantu mu," sahut Dewa pasrah.
Pikiran Dewa sangat kusut waktu itu ia tidak dapat berpikir jernih. Ponsel nya berbunyi dari tadi namun di abaikan nya. Dewa telah menyetujui kerja sama nya dengan Laura ia terpaksa harus berhenti dari pekerjaannya sebagai owner agen pacar bohongan tempat dimana ia berkerja selama ini.