
Malam telah tiba.
Tiba lah saat nya keluarga Pak Jerikho datang ke rumah Bella. Mereka memberi salam dan Papa Alek menyambut mereka dengan ramah. Tapi tidak dengan Bella dari tadi muka nya murung saja, seperti nya ia tidak suka. Karena ia tau maksud kedatangan mereka akan memperkenalkan dengan anak nya yang super angkuh itu hal itu membuat Bella tidak suka dengan kedatangan mereka. Ingin ia menghindari semuanya tapi papa Alek selalu menggertak Bella agar bersikap sopan.
Bella memasang muka sinis nya saat bersalaman dengan Rasya anak Pak Jerikho yang super angkuh itu. Rasya pun begitu angkuh nya menyalami Bella dengan terpaksa. Kedua nya saling membuang muka saat kedua orang tua mereka sudah masuk duluan.
"Mari masuk semuanya," ucap Papa Alek mempersilahkan untuk langsung ke ruang makan.
Rasya dengan terpaksa nya ikut kedua orang tua nya dengan mata yang menyelidiki seluruh ruangan.
Cuma segini kemewahan di rumah ini gak ada apa-apanya di banding mension ku," batin nya menghina rumah Bella. Ia melihat foto Bella dan papa Alek. Sok manis sekali muka pas-pasan aja. Rasya duduk setelah ia membersihkan bangku nya dengan sanitizer terlebih dahulu.
Semua mata memandang Rasya. Terlebih lagi Bella dengan mata yang tajam memperhatikan keanehan Rasya. Dari tadi ia memandang jijik padanya. Sok bersih banget sih!, cetus Bella dalam hatinya.
Pak Jerikho mengalihkan nya mata semua orang.
"Makasih banyak ya Pak Alek, karena sudah mengundang kami sekeluarga di sini." ucap nya.
"Iya sama-sama kami sekeluarga juga merasa senang karna Pak Jerikho dan keluarga mau datang di rumah kami. Sekarang semua yang ada di sini mari cicipi hidangan kami, Bella juga ikut masak lho hari ini ia kan Sayang. ucap papa Alek melirik Bella yang sibuk dengan pikiran nya. Bella cuma tersenyum terpaksa.
Semua nya sudah mulai duduk dan mencicipi makanan yang di hidangkan. Setelah acara makan selesai. Pak Jerikho memulai pembahasan tentang maksud dan tujuan kedatangan nya itu ingin segera melamar Bella untuk jadi menantu nya.
Darah Bella mengalir, detakan jantung nya jadi cepat. Bella menjadi panas hati ingin rasanya ia pergi di ruangan itu, tapi papa nya menggertaknya lebih dulu dengan memberikan nya kode isyarat yang menyuruh nya untuk tatap di tempat duduk nya sampai acara selesai.
Seperti nya Rasya juga tidak suka dengan perjodohan itu. Tampak dari raut wajah nya yang masam dari tadi.
"Mulai dari sekarang, anak-anak kita harus bisa saling berkomunikasi, jalan berdua misalnya agar mereka semakin mengenal satu sama lain. Bella ajak dong Rasya ke luar agar kalian bisa saling mengobrol," ucap Pak Jerikho.
"Iy-iya Paman," ucap Bella geregetan.
Bella keluar lebih dulu Rasya mengusul.
"Heh, pria angkuh jangan kau kira aku suka ya dengan perjodohan ini! aku sama sekali tidak tertarik pada mu," cetus Bella tiba-tiba.
"Cuih, Rasya membuang ludah saat mendengar kata-kata Bella. "Aku lebih lagi tidak suka dengan mu jijik tau nggak dekat-dekat dengan mu." Rasya menyemprotkan sanitizer nya ke seluruh badan nya.
"Aku lebih baik melihat kotoran dari pada harus melihat dirimu cuih..." Rasya menghina Bella.
Bella pun lebih lagi menghina nya. Kedua nya saling tidak mau mengalah hingga Bella emosi ingin menjambak rambut Rasya. Tapi Rasya secepatnya meraih tangan Bella dan meremas tangan Bella.
__ADS_1
"Berani menyentuh ku, akan ku buat kau menyesal seumur hidup!" ancam Rasya.
Bella menjadi geram. Ia memaki-maki Rasya dengan kata-kata kasarnya.
Keduanya sama-sama tidak mau mengalah hingga terdengar suara bersahut-sahutan sampai kedalam.
Papa Alek mendengar suara ribut-ribut di luar.
Ia merasa heran. Tapi lain hal nya dengan pak Jerikho ia memamerkan kelebihan Rasya dari tadi dan Papa Alek pun menjadi bangga karna akan punya menantu hebat seperti Rasya. Papa Alek masih mendengar suara ribut-ribut dari luar. Saking penasarannya papa Alek pamit keluar sebentar untuk melihat Bella dan Rasya karna kuatir Bella akan berbuat yang tidak-tidak.
Setelah Papa Alek keluar dugaan nya ternyata benar Rasya dan Bella sedang bertengkar di luar. Mereka sedang perang mulut. Bella yang menyadari kehadiran papa nya. Ia langsung menghentikan aksinya. Tapi Rasya masih nyerocos.
"Apa yang kalian lakukan!" tanya papa Alek.
Sontak Rasya kaget ia menghentikan aksinya mulai bersiap manis pada Bella.
"Om Alek, maaf Om. Kami sedang bercanda karena ingin nostalgia masa kecil dulu sering main drama-dramaan sama Bella," ucap Rasya beralasan.
"Oh begitu, kirain Om tadi kalian beneran bertengkar." Papa Alek percaya dengan ucapan Rasya dan memulai mengobrol dengan Rasya.
Bella pamit kedalam ke papanya ia memasang muka sinis pada Rasya dan menggertak mengepalkan tangan nya diam-diam. Bella pun berlalu di perhatikan oleh Rasya dengan geram.
"Kalian sudah tampak akrab yah. Om berharap kalian bisa jadi pasangan yang romantis nantinya."
"Sekarang mari kita masuk lagi kita ngobrol sekalian dengan Papa dan Mama mu di dalam," ajak Papa Alek.
"Maaf Om, rasya mau di sini aja. Tungguin Bella tadi di suruh nunggu dii sini aja." Rasya berdalih lagi.
"Oh begitu ya, ya sudah tunggu aja Bella nya. Om tinggal dulu ya. Nanti om suruh Bella menemani mu di sini lagi."
"Baik Om...," sahut Rasya berpura-pura baik.
Sungguh orang tua yang menyebalkan, gerutu Rasya.
Papa Alek berlalu di hadapan Rasya melanjutkan acara ngobrol nya bersama Pak Jerikho.
Tidak lama kemudian setelah mereka puas mengobrol panjang lebar. Akhirnya Pak Jerikho berpamitan pada papa Alek dan Bella karena ingin segera pulang. Begitu juga Rasya berpura-pura manis di depan Bella. Mereka bersalaman dengan saling membuang muka satu sama lain.
Bella sudah tidak sabar ingin beranjak dari ruangan itu rasanya ia ingin melampiaskan segala amarah nya, tapi tidak ada orang yang jadi sasaran kemarahan nya.
__ADS_1
Setelah keluarga Rasya pulang. Bella langsung ke kamar nya. Ia segera memukul-mukul bantal guling nya. Karena geregetan melihat tingkah Rasya malam itu cukup membuat nya ingin berduel dengan seseorang. Andai saja ada Juan di sini...
"Arghh....!" Bella berteriak nyaring. Hingga papa Alek kaget mendengar jeritan Bella ia segera mendatangi kamar Bella.
Tok... tok... tok...
"Bella... Bella..." panggil papa Alek.
Bella mendengar ada yang mengetuk pintu dan memanggil nama nya, ia pun menajamkan pendengarannya.
"Papa...!" ucap nya kaget.
"Ada apa.pa...?" jawab Bella melembutkan suaranya.
"Kamu kenapa teriak-teriak?"
Ceklek... Bella membuka pintunya.
"Tidak, Bella gak ada teriak kok Pa. Mungkin Papa salah denger," ucap Bella.
"Iya kali, tapi beneran kamu tidak teriak-teriak?" tanya papa nya kurang yakin.
"Iya benaran Papa, bella gak ada teriak-teriak," ujar Bella meyakinkan papanya.
"Ya sudah. Kamu tidur aja ingat! besok jangan kesiangan."
"Iya Pa...!" jawab Bella.
"Satu hal lagi, papa mau bertanya."
"Tanya aja Pa...?"
"Bagaimana tentang Rasya menurut mu? apa dia tampan?" papa Alek mengerakkan alisnya menggoda Bella.
"Lumayan sih Pa... tapi sayang, orang ya aneh."
"Aneh apanya?" tanya papa Alek heran.
"Gak kok Pa, bercanda saja. Baik kok orang nya," ucap Bella berbohong.
__ADS_1
"Hem... Good. papa Alek mengacungkan jempol nya pada Bella. "Semoga kalian bisa dekat seperti waktu kecil dulu."
"Iya Pa...," sahut Bella singkat karena malas membahas soal Rasya. Bella mengusir papa nya secara lembut padahal papa nya masih ingin mengobrol. Papa Alek pun pergi dari kamar Bella.