Kekasih Bayaran

Kekasih Bayaran
Akhirnya Dewa lolos


__ADS_3

Pagi hari telah tiba Laura dan para anak buahnya masih dalam keadaan tidur. Dewa sengaja bangun awal untuk menjalankan rencana nya hari ini ia akan berusaha lagi untuk mencari cara agar bisa lari dari apartemen itu. Aku harus bisa menemui Bella secepatnya perasaan ku tidak enak terhadap nya.


Mudah-mudahan rencana ini berhasil. Saat itu Dewa berencana ingin meracuni anak buah Laura dengan memberi obat tidur di masakan nya. Ia sengaja masak yang nasi goreng enak pagi itu. Bau harum masakan Dewa tercium ke mana-mana hingga ke seluruh ruangan. Membuat semua lapar mencium nya. Dewa melainkan piring khusus anak buah Laura dengan punyanya.


Di meja makan sudah tersedia nasi goreng enak buatan Dewa.


anak buah Laura mengintip Dewa yang sedang makan enak sendiri nya. Dewa pun melihat bayangan nya dan memanggil nya.


"Kenapa cuma ngintipin aja, ayo ke sini makan bersama!" ajak Dewa tiba-tiba.


Anak buah Laura yang bernama Tora itu tersentak kaget mendengar ajakan Dewa. Ia pun keluar dari tempat bersembunyi nya dan mendekati Dewa. "Beneran nih boleh makan?" tanya nya ragu.


"Iya boleh kok, silahkan makan aku sengaja masak yang banyak. Agar kalian semua bisa ikut mencicipi masakan ku sekalian aku ingin mengajak kalian makan bersama. Selama ini aku kesepian di rumah ini gak ada yang menemani makan mumpung kalian ada disini aku dengan senang hati menjemput kalian agar ikut makan bersama. Ayo sini jangan ragu panggil yang lain juga!" titah Dewa terseyum ramah.


"Makasih banyak aku panggil yang lain dulu," ucap Tora semangat.


"Iya cepetan keburu kuhabisin nih," tantang Dewa.

__ADS_1


"Iy-iya anak buah Laura segera berlari untuk membangunkan teman-teman nya.


Tidak lama kemudian, mereka pun sudah menuju dapur Dewa mengambil beberapa piring untuk mereka. Mereka pun sampai di meja makan.


"Kalian udah pada bangun ayo sarapan sama-sama," sapa Dewa ramah disertai senyuman.


"Makasih Dewa kebetulan nih lapar banget," ucap salah satu dari mereka.


Tanpa menunggu lama lagi mereka pun makan dengan lahapnya nasi goreng buatan Dewa memang enak tapi sayang nasi itu sudah dicampuri obat tidur dalam waktu lima menit mereka akan tertidur pulas.


Dewa tertawa penuh kemenangan. "Yes sebentar lagi kalian akan terkapar!" batin Dewa merasa senang.


"Wah, sampe segitu nya kalian benar-benar menikmati makanan nya sampai tampak ngantuk banget kelihatan nya," ucap Dewa terseyum.


"Iya nih Wa, nasi goreng nya enak banget kita sampe kenyang begini. Di bawa tidur lagi enak nih!" ucap salah satu dari mereka sambil menguap.


"Sudah lah kalau kalian masih ngantuk tidur aja lagi lagian ini kan masih awal. Bos kalian tidak akan bangun di jam segini," jelas Dewa.

__ADS_1


"Tau aja kamu Dewa, kalau kami masih ngantuk," ucap Tora yang sudah tak tahan ingin tidur.


"Yah tahulah dari tadi kalian pada menguap gitu?" Dewa tertawa melihat tingkah mereka yang semua tampak mengantuk.


"Rasaain kalian siapa suruh rakus mau aja si ajak makan!" cibir Dewa dalam hatinya.


Semua anak buah Laura sudah kembali tertidur ada yang di sofa ruang tamu dan sebagian lagi tertidur di lantai tanpa alas.


Dewa pergi mengawasi mereka sudah terkapar "Emang enak di kerjain! kalian kira aku bodoh tidak akan membalas perbuatan kalian yang sudah berani menjebakku juga," ucap Dewa penuh kemenangan.


Saat itu Dewa sudah siap pergi dari apartemen. Ternyata di luar satpam nya juga masih tertidur pulas.


"Ini kesempatan bagus buat ku untuk segera pergi!" ucap Dewa semangat ia langsung beranjak dari tempat itu ia juga mengunci pintu gerbang dari luar agar mereka kesusahan keluar.


Suasana hening terjadi di apartemen itu tampak para anak buah Laura asyik tidur dengan nyenyak nya. Laura yang kebiasaan tidur molor juga tidak sadar kalau hari sudah menjelang siang. Dewa pun sudah lolos melarikan diri menuju halte dan sudah naik mobil bus antarkota.


Ia tidak mau lagi naik taksi karena takut terjebak lagi. Bus kencang membawa Dewa dan penumpang lain nya mereka menuju batas kota.

__ADS_1


Tidak lama kemudian bus sudah sampai terminal kota. Saat nya para penumpang turun dan melanjutkan perjalanan mereka masing-masing. Dewa pun begitu, ia melihat di sekeliling jalanan sambil mencari mobil jurusan kota nya.


__ADS_2