
Hari pernikahan Bella dan Rian telah tiba, Juan dan Dewa sibuk dengan rencana mereka. Juan sengaja merusak mobil Papa Alex. Agar bisa naik mobil bersamanya sedangkan Bella dan Rian sudah tiba di hotel bintang lima yang mereka sewa. Semua Keluarga juga sudah tiba di sana.
Saat itu Bella merasa panik karna Papanya belum juga tiba di tempat. Ia menelpon papa ya berkali-kali tidak diangkat nya ternyata ponsel nya tidak bisa menerima panggilan. Semuanya sudah di sabotase Juan dan Dewa. Ban mobil Papa Alek yang tiba-tiba kempis dan ponselnya juga mereka preteli sehingga tidak bisa menerima panggilan untuk sementara.
Papa Alek jadi panik kenapa masalah itu semua bisa terjadi begitu saja padahal sudah di persiapkan sebelumnya. Juan tertawa dalam hati namun merasa bersalah.
"Maafkan juan Om, aku lakuin ini semua demi kebahagiaan Bella," ucap nya tidak tega melihat Papa Alek panik karna gak bisa pergi cepat ke hotel menyusul Rian dan Bella.
Juan mengajak Papa Alex mutar-mutar untuk mengulur waktu agar Bella dan Rian tidak jadi menikah. Semua sudah siap penghulu juga sudah datang.
"Papa kemana sih!" Bella tidak tenang melihat ke sana-kemari tidak ada papanya.
Saat Bella panik Rian tampak santai saja malah ia asyik chatan dengan Laura yang katanya akan memperkenalkan Rian pada keluarganya.
Rian tampak semangat chatan dengan Laura sedangkan Bella sibuk mondar-mandir dari dari tadi.
Di saat itu semua tamu sudah siap akan menyaksikan acara pernikahan Rian dan Bella. Namun acara belum bisa di mulai karna mereka masih menunggu Papa Alek yang belum sampai di tempat itu.
Kedua orang tua Rian juga sudah panik dan merasa bingung kenapa Papa Alek belum sampai.
Tenyata itu perbuatan Juan yang berusaha ingin membatalkan pernikahan Bella dan Rian. Juan terpaksa harus mengelabui papa Alek mengatakan kalau mereka sudah salah jalan.
Papa Alek terus mengomeli Juan sepanjang perjalanan namun Juan bersabar mendengar semua ocehan Papa Alek sampai Dewa memberinya kabar.
Dewa yang pada saat itu masih berada di perjalanan menuju tempat acara tiba-tiba menghentikan motornya karena melihat seorang wanita berada di tengah jalan. Dewa pun turun menghampiri wanita itu. Tiba-tiba Dewa melihat sebuah mobil melaju berlainan arah. Dewa histeris sontak ia menghalau mobil itu agar tidak manabrak wanita yang masih berdiri di tengah jalan itu. Sepertinya wanita itu sengaja melakukannya.
Dewa menghalangi jalan dengan motornya. Mobil itupun mengerem dan wanita itu selamat dari maut yang hampir merenggut nyawanya. Dewa menghampiri wanita itu. Bukan nya berterimakasih malah wanita itu memaki-maki Dewa sebab sudah menggagalkan rencana nya yang akan bunuh diri. Wanita itu memukuli Dewa sambil menagis.
Melihat sikap wanita itu Dewa pun mengerti kalau wanita itu lagi prustasi ia pun membawanya di tempat aman saat itulah Dewa tau sebab nya kenapa wanita itu mau bunuh diri sebab penghianatan pacarnya telah berselingkuh dengan beberapa wanita dan saat itu akan menikah. Wanita itu adalah Pretty tunangan Rian. Pretty menceritakan semuanya pada Dewa ia juga mengakui kalau sekarang ia sudah mengandung anak dari Rian. Dewa jadi kaget mendengar ucapan Pretty.
__ADS_1
Sontak Dewa memanas ia pun mengajak Pretty pergi dan memberitahu Pretty kalau Rian akan menikah dengan Bella hari itu juga.
"Kita harus segera pergi, sebelum terlambat semoga saja acaranya belum mulai," ujar Dewa pada Pretty.
Mereka pun pergi bersama menuju hotel tempat berlangsungnya acara pernikahan Bella dan Rian.
Ditempat acara...
Penghulu sudah tidak sabar menunggu akan segera menikahkan Bella tapi Papa ya tidak sampai-sampai dari tadi. Bella jadi kesal dan kecewa pada papanya kenapa bisa terlambat.
"Pak saya mohon tunggu sebentar lagi Papa saya pasti akan datang," ucap Bella memohon meminta waktu pada penghulu.
"Maaf Nona, saya sudah tidak bisa menunggu lama lagi, karna banyak yang akan saya nikahkan hari ini mereka juga sudah menunggu," ucap penghulu sudah tidak sabar lagi.
"Saya mohon Pak, beri waktu setengah jam lagi," lirih Bella memohon pada Pak penghulu.
"Itu terlalu lama Nona, saya akan menunggu 10 menit lagi kalau tidak maka saya akan segera pergi. karna saya juga sudah telat akan menikahkan pasangan lain yang juga akan menikah juga di jam sekarang." Pak penghulu pun akhirnya menunggu karena kasian pada Bella yang hampir menangis memohon-memohon.
"Sebenarnya kemana Alek, kenapa bisa jadi begini acara pernikahan ini? Apa ada yang salah dengan semua ini? atau..."
Kakek Sanders berhenti bicara melihat dua orang tiba-tiba mendatangi tempat itu.
"Pernikahan ini tidak bisa di langsungkan!" ucap seorang wanita yang datang tiba-tiba bersama Dewa. Ia adalah Pretty tunangan Rian.
Semua menoleh ke arah Pretty. Bella hampir shok mendengar kenyataan itu, ia terpaku diam dengan linangan air mata mendengar alasan Pretty karna sudah mengandung anak Rian. Semua harapan sirna menjadi sia-sia. Bella jatuh terkulai di lantai di sambut Dewa yang sigap menahan tubuhnya. Tubuh Bella jatuh di pelukan Dewa. Bella terbelalak menatap Dewa.
Rian melotot melihat tindakan Dewa yang lancang. Ia beranjak ingin menampar Dewa karena berani merangkul dan memeluk tubuh Bella.
Tapi tangan Rian segera di sambut kakek Sanders yang tiba-tiba mendekati Rian dan Dewa saat itu.
__ADS_1
"Kakek!" ucap Dewa kaget melihat Kakek Sanders.
"Kamu tidak apa-apa Dewa?" ucap Kakek peduli pada Dewa. Bella jadi kaget kenapa kakeknya kenal dengan Dewa. Dewa melepas Bella dari pelukannya.
Rian mengusir Pretty dan menyeretnya keluar karena sudah merusak suasana.
Dewa tidak tega melihat Pretty di perlakukan kasar oleh Rian karna saat itu Pretty sedang hamil. Ia bergegas pergi menyusul Rian keluar ruangan.
"Rian, hentikan!" bentak Dewa.
"Kenapa kamu selalu turut campur pada masalah ku?" hardik Rian pada Dewa ia menarik leher baju Dewa karena emosi yang membara. Tindakan Dewa yang tiba-tiba itu membuatnya tambah geram dan emosi.
Rian menatap tajam kearah Dewa, siap akan melayangkan tinjauan di muka Dewa. Tapi Bella teriak menghentikan aksi Rian.
"Cukup Rian!" bentak Bella.
"Kamu membela pria brengsek ini? dia sudah lancang merusak hari pernikahan kita Bella," ujar Rian memanas.
"Kamu yang bren*sek Rian! dasar buaya, penghianat! aku benci kamu Rian!" bentak Bella memanas.
Kamu terlalu murahan Bella mau-maunya di peluk pria lain sedangkan kamu akan segera menikah dengan ku. Apa kamu tidak malu?"
Plak... satu tamparan mendarat di muka Rian. Bella memanas ia meninggalkan Rian dan pergi menghampiri Pretty yang sudah tersungkur.
Bella membangunkan Pretty yang terjatuh di dorong Rian. Ia menangisi semuanya.
"Pretty apa kamu tidak apa-apa?" tanya Bella.
"Aku baik-baik saja, maaf kan aku Bella...," Pretty langsung memeluk Bella yang sudah mereka hianati.
__ADS_1
"Aku sudah lama memaafkan mu Pretty, ini semua salah Rian." Bella menghapus air mata Pretty sahabatnya yang ia sayangi itu. Walaupun sudah menghianati persahabatan mereka karna ulah Rian juga. Bella iba melihat keadaan pretty yang sudah di campakkan Rian mereka bertangis-tangisan.
"