
Setelah melihat perubahan pada Bella yang tidak seperti kemarin-kemarin timbul pertanyaan di benak Rian. Ada apa dengan Bella kenapa ia jadi dingin padanya. Apa mungkin Bella ada masalah atau apa yang sudah terjadi.
Setelah pulang dari rumah Bella, Rian menjadi serba salah ia menghubungi Bella ingin bicara. Namun, Bella merijek panggilannya. Akhirnya Rian mencari tau, apa sebabnya Bella jadi cuek padanya. Ia mendatangi rumah Juan saat itu juga.
Baru saja Juan ingin merebahkan tubuhnya di ranjang, ia sudah mendengar teriakkan mama nya memanggilnya agar keluar.
"Ya Tuhan, kapan hidupku akan tenang? kenapa ada saja gangguan nya! aku capek seharian hilir mudik mencari Bella dan kini mau istirahat tidak bisa...!" Juan meringis dengan jengkelnya sambil berteriak.
Mamanya yang mendengar teriakkan Juan jadi kaget setengah mati, "Juan! kenapa sih teriak-teriak? lagi kesambet ya...?"
"Mama yang kesambet! Juan mau istirahat tapi manggil-manggil terus dari tadi," cetus Juan.
"Dasar anak kurang a*ar! bilang orang tua kesambet lagi. Mama tu manggil kamu karna ada tamu tu di luar," ucap mamanya dongkol.
"Tamu? siapa lagi? Bella?"
"Bukan!"
"Dewa?"
"Bu-kan...!
"Terus siapa lagi?"
"Mana mama tau, kamu lihat aja sendiri sana!" titah mama.
__ADS_1
Juan menghembuskan nafas kasarnya. Terpaksa ia harus bangun, karna rasa penasaran nya siapa yang bertamu di rumah nya malam-malam begini.
Juan pergi dan melihat di luar ternyata tamu nya adalah Rian.
"Waduh! Rian ternyata. Sejak kapan ia tau rumah ini?" ucapnya kaget.
"Hey Rian, angin apa yang menerbangkan mu malam-malam ke sini?" ucap Juan.
Rian menoleh ia langsung nyamperin Juan, " Juan, aku mau tanya kamu kemana aja Bella tadi siang?"
"Hah, mana aku tau, emang aku bodyguard Bella. Jalan sama Bella aja nggak!"
"Jangan bohong kamu Juan, aku tau Bella menyembunyikan sesuatu dariku, dan kamu pasti tau soal itu iyakan?" tebak Rian.
"Tidak, aku tidak tau apa-apa. Buat apa aku bohong gak ada gunanya juga buat aku. Lagian aku seharian sibuk bantuin mama aku jualan, mana sempat aku ngurusin Bella," ucap Juan beralasan.
"Juan aku tanya kamu baik-baik ya, kamu malah nyolot begitu. Pake nyalahin aku segala lagi," lirih Rian.
"Aku capek Rian, bicara dengan mu sama aja musrik tau!" Juan ngegas memandang sinis ke arah Rian.
"Segitunya kamu sama aku? ada apa sih!" tanya Rian sebel melihat perlakuan Juan.
"Sejak Bella menerima kamu balikan, aku tidak mau berurusan dengan kalian lagi, termasuk Bella. Karna gak ada gunanya juga, bikin aku pusing aja. Bella juga gak mau di ingatin mau-mau nya menikah dengan kamu pria hidung belang. Kalau sudah dapat masalah mewek nya sama aku. Jadi, mulai saat ini aku tidak mau lagi berurusan dengan kalian," Juan bicara dengan ketusnya.
Juan menutup pintu rumahnya tidak mau bicara dengan Rian. Rian menggedor pintu rumah Juan berkali-kali, tapi Juan tidak menghiraukan Rian sampai Rian bosan dan memilih pulang.
__ADS_1
"Emang enak di tutupin pintu!" cibir Juan.
Rian pun pulang dengan rasa dongkol nya pada Juan bukannya dapat info, malah dapat perlakuan kasar dari Juan. Rian memaki-maki Juan dengan ketusnya.
Ia pun pergi secepatnya dari rumah Juan.
"Bren*sek kamu Juan, awas saja kamu! aku bakal bikin perhitungan dengan mu!" cetus Rian sambil membanting setir.
Ssts.. tiba-tiba Rian kurang kontrol hampir saja ia menabrak seseorang yang barusan akan menyebrang. Rian jadi kaget untung ia masih sempat mengerem.
"Hah... ada-ada saja... sialan! siapa sih jalan gak lia-at liat." Rian berhenti.
Ia terpukau saat seseorang itu membetulkan rambut nya dan tampak jelas wajah gadis yang barusan hampir ditabraknya itu. Gadis itu sangat cantik ia barusan lewat di depan mobilnya di seberang. menuju arah mobil nya tepat melintas di depan Rian. Sontak Rian turun mau memastikan keadaan gadis itu apa ia baik-baik saja.
"Kamu tidak apa-apa?" ucap Rian.
Gadis itu menoleh dan menatap Rian dengan herannya. Mereka saling menatap.
"Aku tidak apa-apa hanya kaget aja melihat mobilmu jalan nya tidak karuan," ucap gadis itu mengalihkan pandangannya Rian padanya.
"Aduh maaf yah... aku gak sengaja," ucap Rian tersentak dari lamunannya ia langsung terpikat dengan sosok itu.
Mereka pun saling berkenalan satu sama lain Rian tampak kagum dan terpesona melihat kecantikan gadis yang ada di depannya saat itu. Gadis itu sepertinya juga suka pada pandangan pertama dengan Rian. Ia terus memandangi Rian dari tadi dengan mata centilnya. Begitu pun Rian juga memperhtikan gadis itu. Mereka tersentak saat ada mobil lain mau lewat.
Rian bergegas menepikan mobilnya dan gadis itu ikut menepikan mobilnya juga memberi jalan lain pada mobil-mobil yang akan lewat di belakang nya. Mereka sepakat ingin mengobrol sebentar mereka pun menuju sebuah kafe.
__ADS_1
.