Kekasih Bayaran

Kekasih Bayaran
Meminta untuk balikkan


__ADS_3

Setelah dari rumah Juan, Bella langsung pulang kerumah. Di perjalanan menuju rumah sebuah mobil telah mengikuti nya dari belakang. Bella melihat dari jauh mobil itu menyerobot mendahuluinya.


Stsst.... mobil berhenti di depan mobil Bella. Bella kaget untung masih sempat mengerem kalau tidak tentu Bella pasti sudah menabrak mobil yang di depan nya.


"Ini perbuatan siapa sih, kurang kerjaan banget menyerempet mobil orang," cetus Bella. Ia langsung turun dari mobil menemui mobil di depan nya yang dengan santainya terparkir di situ.


"Heh... keluar kamu!" teriak Bella menggedor jendela mobil tersebut.


Kaca terbuka lebar tampak lah orang di dalam nya sedang tersenyum ke arah Bella.


"Rian...!" Bella tidak menyangka itu Rian tampang nya sudah berbeda dari biasanya, ia semakin gagah saja memakai kaca mata hitam, berjas hitam seperti anak Sultan.


"Bagaimana mobil baru ku bagus tidak?" ucap nya pamer.


"Sok kaya banget kamu!" cibir Bella memasang muka malas nya.


"Bukan aku sok kaya, tapi aku memang kaya benaran. Kamu akan menyesal menolak aku," ucap nya penuh percaya diri.


"Bagaimana dengan tawaran ku dulu, apa kamu menerima permintaan maaf ku?" tanya nya berharap.


"Apa maksud mu? Hebat banget kamu sekarang yah belum puas nyakitin hatiku, mau buat aku mati ya...!"


Main serempet aja," cetus Bella melototi Rian yang sok kegantengan itu.


"Ups... santai aja kali, tenang... aku hanya ingin memperbaiki hubungan kita. Kita buka lembaran baru lagi. Sumpah Bella aku gak bisa melupakan mu. Pliss maafkan aku kita balikan lagi yah... aku akan memperbaiki hubungan kita lagi Sayang. Aku janji tidak akan membuat mu sedih lagi," ucap Rian dengan air mata buaya nya.


"Tutup mulut mu itu! hentikan sandiwara mu, aku muak mendengar nya. Tidak ada yang perlu diperbaiki lagi. Semua nya sudah musnah dan hilang. Awas minggir kan mobil mu atau ku tabrak sekalian!" ancam Bella memanas.


"Aku tidak akan pergi sebelum kau memaafkan ku. Aku tidak pernah melihatmu segarang ini kenapa jadi suka marah-marah begini? dimana Bella yang lembut dan yang baik hati dan pemaaf seperti dulu?" ucap Rian melirih.


"Bella itu sudah mati! aku bukan Bella yang dulu yang akan selalu memaafkan dan selalu kau bodoh-bodohi," seru Bella dengan tegas.

__ADS_1


"Cepat minggir Rian!" teriak Bella sudah tidak sabar lagi.


Rian masih saja ngotot tidak mau meminggirkan mobil nya. Akhirnya Bella pun memutar mobil nya ke arah lain ia meninggalkan Rian yang meneriakinya meminta maaf bahkan ia mengancam Bella akan membuatnya menyesal seumur hidup. Bella tidak menghiraukan ucapan Rian ia terus melaju mencari jalan lain. Sampai lah Bella di jalan lain walaupun terasa jauh dari rumah nya tapi ia lega bisa bebas dari Rian.


🍂🍂


Malam telah tiba.


Seseorang telah bertamu di rumah Bella.


Papa Alek memanggil Bella agar segera turun dan menemui tamu itu.


Bella mendengar teriakkan papa nya tapi ia enggan untuk turun karena ia sangat lelah hari itu bukan hanya badan yang terasa lelah tapi otak nya ikutan lelah karena terlalu banyak kejadian hari itu yang membuat nya berpikir keras.


Melihat Bella tidak juga turun papa Alek menyuruh bibik menyusul nya dikamar.


Bibik pun pergi ke kamar Bella dan langsung mengetuk pintu kamar Bella.


"Ada apa Bik...?" tanya Bella.


"Di luar ada tamu nyariin Non..." ucap bibik.


"Tamu? tamu siapa?" Bella heran.


"Bibik juga gak liat Non, hanya Papa nya tadi yang menyuruh Non turun dan menemui tamu itu."


"Tamu nya perempuan atau laki-laki Bik?"


"Gak tau Non, bibik gak lihat."


"Bibik gimana sih! gak tanya dulu," gerutu Bella.

__ADS_1


"Bibik gak ingat lagi Non. sebaiknya Non turun aja, bisa melihat langsung orang nya." pinta bibik.


"Iyalah Bik, ntar bella nyusul." Bella masih enggan untuk bergerak turun karena badan nya terasa pegal semua akibat kebanyakan duduk mengerjakan tugas di kantor tadi pagi.


Setelah lama berpikir Bella merasa penasaran siapa tamu itu. Ia berharap itu Dewa. Ia pun beranjak dan turun menyusul bibik ke bawah dan siap menemui tamu itu.


Dengan kaget nya Bella melihat siapa tamu nya ternyata dia Rian.


"Ternyata dia tamu nya. Kalau aku tau dia tadi aku gak bakal keluar uh... menyebalkan," gerutunya memasang muka masam.


Bella ingin balik ke kamar tidak mau menemui Rian tapi Rian menghentikan langkah nya. Ia berteriak memanggil Bella dan memohon pada Bella untuk meminta maaf dan mengemis-ngemis minta balikan. Tanpa merasa malu Rian memohon pada Bella di saksikan oleh Papa Alek.


Papa Alek hanya diam menyaksikan pertunjukan itu. ingin bicara namun ia tidak sanggup.


Rian yang tidak tau malu itu memaksa Bella untuk memaafkan nya. Tapi Bella tidak mau.


Rian pun meminta bantuan pada Papa Alek.


"Om tolongin Rian dong... kasi tau Bella agar mau memaafkan ku tolongin Om...," pinta Rian memohon.


"Maaf Rian, om tidak bisa membantumu karena semua nya tergantung pada Bella. Om tidak mau turut campur urusan kalian," ucap Papa Alek menolak secara halus.


Rian pun terdiam dan merasa sedih ia berusaha meluluhkan hati Bella tapi Bella masih berisi keras pada keputusan nya kalau ia tidak mau menerima Rian kembali. Akhrinya Rian pulang dengan kesal nya.


Bella pun merasa lega ia segera kembali ke kamar nya dan tidak mau memikirkan masalah itu lagi.


Sedangkan Rian pergi ke mobil nya dengan penuh amarah ia memaki-maki Bella karna tidak mau memaafkan nya. Rian membanting stir nya dan berteriak kencang. "Dasar cewek brengsek! sok jual mahal. Awas saja kamu Bella, berani menolak permintaan maaf ku. Aku yakin kamu akan menyesal, suatu saat nanti pasti kamu akan datang dan mengemis-ngemis di depan ku," ucap Rian dengan yakin. Ia pun melaju pergi dari rumah Bella.


Papa Alek masih terdiam memandangi kepergian Rian. "Dasar tidak sopan, pergi tanpa pamit pada tuan rumah. Tidak sedikit pun ia menghargai aku di sini. Anak muda jaman sekarang memang gaya saja tata Krama nol besar," cibir papa Alek terus menilai sikap Rian yang kurang sopan pada nya.


Di dalam kamar Bella masih merenungi kejadian itu sambil menatap tajam foto kenangan nya bersama Rian. "Seandainya kamu tidak menghianati aku mungkin kita sudah menikah saat ini. Tapi Tuhan maha adil Ia tidak mengijinkan semua itu terjadi karena kamu bukan pria yang baik untuk ku," ucap Bella sendiri nya.

__ADS_1


"Entah kamana hati ini akan berlabuh. Saat ini aku berada di sebuah dilema yang besar seseorang yang aku kagumi yang paling sempurna manurut ku, tapi sudah tidak percaya lagi padaku sungguh nasib yang malang," lirih Bella meratapi nasibnya.


__ADS_2