
Pagi hari telah tiba, matahari mulai memancarkan sinar nya di ufuk barat panas nya cuaca membuat Bella terbangun dari tidurnya. Ia membuka mata nya perlahan melihat weker yang sudah menunjukan pukul 8.
"Hah, kok wekernya gak bunyi sih!" ucap Bella dengan kesal. Andai weker itu bisa berkata tentu nya ia akan bicara... Sejak pukul 7 tadi aku berbunyi namun anda yang budek gak dengar, pasti ucap nya begitu.
Dasar Bella budek, weker udah bunyi dari tadi masih dalam selimut aja dia dan sekarang baru bangun malah nyalahin weker pula.🤦
Bella langsung bangun mengerjakan ritual mandi yang di lakukan nya dengan tempo sesingkat mungkin. Agar tidak terlambat terlalu lama.
Bella sudah siap memakai baju seragam kantor dan sedikit sisiran untung saja udah cantik dari dalam rahim ibu. Jadi, gak perlu dandan lama cukup pake bedak dan sedikit polesan bibir ia sudah tampak cantik.
Bella berlari keluar menuruni anak tangga dengan buru-buru. Berpamitan dengan Papa Alek yang sedang baca berita pagi di ponsel nya.
"Bella pergi ya Pa...!" ucap nya sambil bersalaman.
"Hem... tidak sarapan dulu," tawar Papa Alek.
"Gak usah deh Pa udah telat."
"Mimpi apa semalam hingga telat bangun? Papa Alek kepo.
"Gak ada mimpi apa-apa kok Pa, cuma semalam udara nya panas bikin bella susah tidur."
Papa Alek cuma gelang kepala malas mau berbicara panjang lebar. "Bukan nya semalam hujan lebat dan dingin banget, dasar Bella bisa aja yalahkan suasana," batin Papa Alek.
Bella segera berlalu di hadapan papa nya dan pergi naik mobil nya.
Di dalam perjalanan Bella sibuk dengan pikirannya sendiri ia ingin tau dimana keberadaan Dewa saat itu. Entah kenapa bawaan nya pengen mendengar suara Dewa dan ingin tau dia lagi dimana dan ngapain. Seperti nya Bella gak mood kalau gak menghubungi Dewa satu hari saja. Ia pun memberanikan dirinya untuk menelpon.
Beberapa kali menelpon baru di angkat oleh pemilik nomor.
📞"Halo. Ada apa Bel, maaf tadi aku sedang mengendarai motor jadi gak bisa angkat," ucap Dewa.
📞"Oh gak apa-apa maaf ganggu," sahut Bella gugup.
📞"Iya gak apa-apa juga sih ada apa?" tanya nya lagi.
📞"Em... apa hari ini kamu ngantar sarapan di panti?" tanya Bella mencari bahan pembicaraan.
📞"Sudah Bel, ada apa memang nya?" tanya Dewa.
📞"Yah aku telat. Padahal pengen ikut tadinya...," ujar Bella.
📞"Kenapa gak bilang dari semalam?" ucap Dewa menyayangkan.
📞"Lupa bilang nya. Yah sudah kalau besok pagi aku mau ikut boleh gak?" pinta Bella.
📞"Tentu boleh, tapi harus pagi dan asal iklas saja," jelas Dewa.
📞"Hem iya aku iklas kok. Apa kamu setiap hari nya ngantarin makanan buat mereka?" tanya Bella.
__ADS_1
📞"Yah. Sejak Papa meninggalkan aku lah yang menggantikan posisi dia, harus bertanggung jawab terhadap keluarga dan anak-anak dipanti juga," jelas Dewa.
📞"Wah, kamu hebat Wa, aku salut padamu. Jarang lho yang bisa kayak kamu... " puji Bella.
📞"Hem, biasa aja si, itu sudah tanggungjawab ku. Kamu kok tiba-tiba mau ikutan ke panti dengan ku?" Dewa curiga ada apa-apa nya.
📞"Yah mau beramal aja sih," sahutnya.
📞"Hem, mau beramal atau ada hal lain yang membuat mu tertarik ingin ke sana?" ledek Dewa mulai curiga.
📞"Gak ada sih alasan lain, karena ingin memiliki sikap yang baik seperti mu saja," ucap Bella.
Dewa tersenyum mendengar Bella kalang kabut memberi alasan.
📞"Bel sudah dulu ya, aku mau jalan ni. Aku barusan keluar dari panti mau ke kantor lagi," ucap Dewa memberitahu.
📞"Iya deh, aku juga di jalan ni, mau ke kantor juga."
Bella kepikiran ingin bertemu langsung dengan Dewa ia menghentikan Dewa yang siap akan menutup ponselnya.
📞"Dewa, jangan tutup dulu...!" ucap Bella tiba membuat dewa kaget.
📞"Ada apa Bel?"
📞Tunggu aku di kantor mu, aku mau bicara dengan mu secara langsung," ucap Bella.
Bella menyusul Dewa di kantornya dalam waktu sekejap saja ia sudah sampai di kantor Dewa.
"Sebenarnya ada apa sampai menyusul disini?" tanya Dewa bingung.
"Aku ada perlu dengan mu," ucap Bella.
"Oh mari masuk!" tawar Dewa.
"Em makasih. Gak usah deh, aku hanya sebentar kok... ntar malam kamu ada waktu ngak?" ucap Bella rada ragu.
"Tidak, ada apa memang nya?" sahut Dewa.
"Aku boleh minta tolong ngak?"
"Minta tolong apa?" Dewa menaikkan alisnya.
"Malam ini temenin aku pergi ke suatu tempat yok. Pliss mau nya?" Bella berharap.
.
"Kemana sih? tanya Dewa bingung mau jawab ia atau tidak.
"Ntar malam aku kasi tau deh."
__ADS_1
"Yah sudah boleh deh, tapi sebentar saja ya karna aku sibuk banget," ucap Dewa.
"Iya gapapa deh sebentar juga gak pa-pa," ucap Bella mengakhiri pembicaraan nya. Ia pun pamit meneruskan perjalanan nya ke kantor. Begitu pula dengan Dewa ia melanjutkan tugas nya juga.
Bella dengan malu nya menyalahkan dirinya sendiri kenapa dengan lancang nya ngajakin Dewa keluar malam itu. "Duh malu nya mau taruh di mana muka ini?" ucap Bella sendirinya secepatnya berlalu dari tempat itu.
Setelah Bella sampai di kantor ia langsung pergi ke ruangan nya. Pak Sanjaya memperhatikan Bella dari bawah sampai atas. Sepertinya ada yang aneh dengan Bella di pandangan Pak Sanjaya hari itu.
"Bella?" tegur Pak Sanjaya.
"Iya Om, ada apa?" tanya Bella tampak sangat sibuk mempersiapkan pekerjaan nya hari itu.
"Apa kamu baik-baik saja?"
"Iya aku baik-baik saja emang kenapa Om?" tanya Bella jadi tidak percaya diri dengan penampilan nya hari itu.
"Muka mu kenapa pucat banget hari ini? tanya Pak Sanjaya.
"Aku kurang tidur semalam Om," awab Bella datar.
"Oh. Saya cuma mau kasi tau kamu, kalau hari ini kita ada meeting lagi," terang Pak Sanjaya.
"Meeting? dengan Pak Jerikho lagi?" Bella menghentikan pekerjaan nya sejenak.
"Tidak, tapi dengan anak nya Rasya."
Jawaban Pak Sanjaya sungguh membuat Bella histeris ia melotot seketika.
"Ada apa? kenapa reaksi mu seperti itu apa ada yang membuat mu aneh?" Pak Sanjaya kuatir dengan keadaan Bella.
"Hem tidak apa-apa sih Om hanya saja aku gak bisa ikut meeting Om," jawab Bella.
"Tidak bisa begitu Bella, kamu dan Rasya sudah di utus ke perusahaan rekan kita untuk melakukan studi banding di sana," terang Pak Sanjaya.
"Dimana Om?" Bella gak abis pikir kenapa selalu berhadapan dengan si cowok cool itu lagi.
"Di luar kota. Kamu siapkan dirimu saja semua pasilitas kantor yang sediakan.," ujar Pak Sanjaya.
"Ma-maf Om Bella gak bisa!" tolak Bella.
"Gak bisa Bella! itu sudah keputusan perusahaan Hari ini jam 2 siang meeting di ruang tamu khusus. Saya gak mau dengar apapun alasanmu. Kamu tenang saja masalah honor Om akan tambah. Intinya kamu harus mau dan semangat! semoga kamu bisa jadi karyawan teladan di perusahaan kita. Oke? Good jobs... saya yakin kamu bisa," ujar pak Sanjaya.
"Bukan masalah honor Om cuma..." Bella terdiam, gak enak mau meneruskan nya. Karena kalau Bella kasi tau jawabannya tentu Pak Sanjaya akan marah besar dan urusan nya bakal panjang.
"Gak ada alasan lain lagi Bella kamu harus menerima ya," Pak Sanjaya berisi keras menyuruh Bella untuk mematuhi perintah nya.
"Baik lah Om kalau begitu," ucap Bella dengan terpaksa.
"Good. Kamu harus ingat Bella, tugas perusahaan adalah hal yang penting. Jangan pernah mengabaikan nya," pesan Pak Sanjaya lagi.
__ADS_1
"Baik Om," ucap Bella sambil mengnggguk menyetujui nya. "Uhg, kenapa sih harus berhadapan dengan si balok es itu lagi, keluh Bella merasa gregetan tampak Bella mengepalkan tangannya.