
Bella lupa hari ini adalah hari ultah nya. Iya tidak menyangka kalau para sahabat nya ingat hari istimewa nya itu. Bella terharu mendapat kado dari para sahabatnya di kantor dan teristimewa dari Juan dan Dewa. Sesampainya di rumah ia di kejutkan oleh perayaan juga. Papa dan kerabat nya sudah siap menyambut kedatangan nya.
Tapi sebelum ia mendapat kejutan itu Papa Alek dengan sengajanya membuat Bella sedih ia pura-pura memarahi Bella karna terlambat pulang ke rumah.
"Dari mana saja kamu Bella! dasar anak tidak tau diri selalu terlambat pulang," cetus Papa Alek marah.
"Maaf Pa, Bella..." belum selesai bicara papa nya sudah menghentikan pembicaraan nya.
Papa Alek memarahi Bella habis-habisan hingga Bella menangis. Belum lagi Dewa ikutan ngeprank juga berpura-pura menuduh Bella yang tidak-tidak.
Hari itu Bella cukup kesal banyak masalah yang di tuduhkan pada nya.
Papa Alek dengan logat Malaysia nya juga memaki-maki Bella habis-habisan.
"Bertuah punya budak, pegi sana dalam bilik!" perintah Papa Alek.
Bella ngacir pergi ke arah kamar nya.
Papa Alek tertawa dengan licik nya.
Bella tidak habis pikir kenapa Papa nya bisa semarah itu seperti Bella sudah berbuat kesalahan yang fatal aja. itu kan cuma terlambat pulang ke rumah.
"Papa egois banget sih!" cetus nya. Bella cuma terlambat pulang aja di marahin ini kan hari istimewa nya Bella. Apa Papa lupa kalau aku hari ini ultah." Bella menangis di kamar nya.
Setelah semua nya sudah siap datang ke rumah Papa Alek melanjutkan rencana nya dengan para sahabatnya semua telah siap Papa Alek mematikan lampu. Bella yang masih bersedih saat itu berteriak takut dalam gelap.
"Papa... lampu nya kenapa mati sih? bella takut Pa..." teriak nya histeris.
Tok...tok... tok... papa Alek mengetuk pintu kamar "Bella... Bella cepat buka pintunya!" teriak Papa Alek.
Bella menghidupkan senter hp nya dan membuka pintu. "Ada apa Pa...?" tanya nya.
"Kamu cek diluar listrik nya lagi kenapa."
__ADS_1
"Kenapa papa menyuruh Bella suruh saja bibik," cibir Bella masih kesal.
"Emang gak boleh suruh-suruh kamu!" timpal Papa Alek melotori Bella.
"Hem boleh aja si Pa tapi kan..." ucapan Bella langsung di sanggah papanya.
"Tidak ada tapi-tapi mau enak nya saja kamu di suruh gak mau," ujar Papa Alek yang sebenarnya tidak tega memarahi putri nya.
"Ya sudah, bela periksa kilo meter nya dulu," ucap Bella lemah.
"Cepat jalannya! jalan kayak siput aja," omel Papa Alek.
"Iya sabar Pa, ini juga udah buru-buru jalan nya gelap nih," ucap Bella memberi alasan.
Papa Alek terus mengomel menyusul Bella yang juga turun akan memeriksa kilo meter nya.
Papa kenapa sih gak biasa nya suruh-suruh Bella beginian. pake acara marah-marah lagi boro-boro mau kasi kado malah ngomel saja dari tadi, batin Bella kesal.
Di saat Bella berjalan menuruni anak tangga kamar nya yang terakhir. Semua orang mengejutkan Bella meneriaki Bella dengan ucapan selamat ulang tahun. Seketika itu juga lampu semuanya hidup.
"Wah, ini sungguh luar biasa kapan kalian mengerjakan nya?" tanyanya bingung.
Ia melihat semua para sahabat ada di situ. Ada Juan dan ada Dewa juga. Mereka menertawai Bella yang habis di marahin Papa nya.
Bella menatap Papa nya. "Pa ini semua ide nya siapa?"
"Tuh teman-teman mu yang tiba-tiba menelpon papa kemarin dan membuat semua kejutan ini. Maafin Papa ya tadi marahin kamu papa gak sungguh-sungguh marah kok, hanya berpura-pura," ucap Papa Alek.
"Eem... Papa ada-ada saja bikin Bella kesal aja. Tapi Bella bahagia Pa... karena Papa ingat hari ultah Bella. Makasih ya Pa..." Bella memeluk papa nya.
Semua teman pun serentak bernyanyi ciup lilin nya dengan kue yang di pegang Dewa.
"Selamat ulang tahun Bella...," ucap nya sambil menyodorkan kue tart yang ada lilin ya dan masih menyala. Semua nya memerintahkan Bella untuk segera meniup lilin tersebut.
__ADS_1
Bella pun meniup lilin dan semua nya bertepuk tangan. Di sambung dengan nyanyian Heppy Best Day... dan potong kue nya.
Suasana haru dan bahagia terjadi di rumah itu.
Bella tidak henti-hentinya mengucapkan terimakasih pada semuanya. Setelah memotong kue nya Bella membagi-bagikan kue pada semua orang. Untuk potongan pertama ia berikan pada papa nya da kedua pada Juan ia menyuapi Juan Dewa memandang iri. Ia membantu memasukan kue itu ke mulut Juan hingga kue belepotan ke muka Juan. Juan memanas ia mengambil potongan kue yang jatuh dan di sempalkan ke muka Dewa. Semua tertawa melihat muka Dewa penuh kue.
"Juan awas kamu, tunggu pembalasan ku!" teriak Dewa. Ia meminta sepotong kue lagi pada Bella dan mengejar Juan yang sudah lari pontang-panting itu.
Bella tertawa lepas hari itu Papa Alek bahagia melihat anak nya bahagia.
Selamat ulang tahun Sayang... ucap papa Alek menghampiri anak nya.
Bella terseyum ke arah papa nya dan berterimakasih.
Papa Alek memberikan sebuah kado pada Bella dan di ikuti para sahabat dan kerabat juga memberi nya kado.
Malam telah berlalu Bella masih mengingat kejadian tadi malam yang penuh dengan kegembiraan. Ia senyum-senyum sendiri nya sewaktu mengingat kejadian itu.
"Dewa lucu banget ya aku tidak menyangka kalau dia bisa bikin orang ketawa sampai ngakak seperti tadi. ha-ha-ha." Bella tertawa sendiri nya mengingat wajah Juan dan Dewa yang penuh dengan kue hingga tidak terlihat bentuk wajah lagi.
Bella melirik beberapa kado di meja nya yang sudah di bawa bibik ke kamarnya.
Bella pun penasaran ingin membuka kado-kado tersebut. Ia tertarik melihat sebuah kado tanpa nama itu karna bentuk nya besar dan spesial menurut Bella ia pun membuka nya.
Setelah di buka nya ia kecewa bungkusan yang besar itu ternyata di lapis beberapa kertas lagi. Bella membuka satu persatu bungkusan hingga bungkusan terakhir yang paling kecil.
"Hah akhirnya habis juga bungkusan nya." Bella menatap kotak sekecil dadu itu, dan membuka nya lagi. Ia membola saat melihat isi kotak itu dan ternyata adalah sebuah cincin yang bagus banget.
"Wah ini spesial banget tapi siapa yang sudah memberikan nya padaku? ucap Bella sendirinya sambil mengingat-ingat siapa orang yang memberi nya kado tersebut.
Bella berusaha mengingat siapa-siapa yang memberi nya kado tetap saja ia tidak bisa menebak siapa pemberi kado istimewa itu.
Bella membuka kado selanjutnya banyak banget barang-barang yang lucu di dalam kado-kado tersebut. Ada boneka ada juga alat make up dll...
__ADS_1
Bella menyukai kado-kado tersebut terlebih lagi kado dari Dewa. Sebuah boneka beruang yang lucu berbulu halus dan berwarna putih. Ia langsung memeluk boneka tersebut dan memberi nya nama Dewa.