Kekasih Bayaran

Kekasih Bayaran
Mengagumi pria seperti Dewa


__ADS_3

Papa Alek mendapati Bella masih berdiri mematung di halaman rumah panti itu. Mata nya memerah dan berkaca-kaca. Papa Alek heran melihat Bella.


"Kamu ngapain di sini? papa cariin di sini rupanya. Ayo kita pulang," ajak papa.


Tanpa menjawab pertanyaan papanya Bella mengikut saja kemana arah yang dituju papa nya. Saat itu mereka menuju parkiran mobil mereka akan pulang.


"Kamu kenapa diam saja Bella?" Papa Alek memperhatikan gerak-gerik anaknya yang lain dari biasanya.


"Tidak ko Pa...!" jawab Bella dengan lembut.


"Yah sudah, papa antar ke kantor dulu ya... pulang nya nanti papa jemput lagi."


"Iya Pa..." Bella menjawab singkat.


Papa Alek bingung melihat sikap Bella saat itu yang dingin dan acuh tak acuh. "Maafin papa jika papa punya salah."


"Gak ko, Papa gak salah Bella rindu aja sama Mama Pa," lirih Bella sedih memang kalau dalam keadaan sedih seperti saat itu, Bella selalu merindukan mama nya yang sudah lama pergi meninggalkan nya. Ingin rasanya ia bersandar di pelukan mamanya saat itu.


"Papa sedih melihat wajahmu murung itu. Jangan banyak pikiran lagi. Mama sudah tenang di surga," ucap papa menggurui.


"Hem, iya Pa... gak usah kuatirin aku gak kenapa-napa kok," ujarnya.


"Sukur lah kalau begitu." Papa Alek menggas mobil nya dan Bella sudah sampai di kantorya. Papa Alek berhenti, Bella berpamitan pada papa nya. Papa nya pun melanjutkan perjalanan nya menuju rumahnya.


Sesampainya di kantor Bella langsung duduk mematung sambil bertopang dagu. Kali itu Pak Sanjaya menyuruh nya melanjutkan tugas nya yang kemarin. Tanpa banyak komen Bella pun mengerjakan tugas itu dan menyelasaikan nya.


"Hem... ada apa dengan anak ini, hari ini nampak kalem? batin Pak Sanjaya menatap ke arah Bella.


"Begitu dong... jadi anak gadis gak boleh malas, kalau mau maju ya harus kerja keras dan jangan banyak bicara. Orang yang bicara nya banyak itu gak bagus," ucap Pak Sanjaya sambil senyum-senyum ke arah Bella tetapi Bella tidak melihat expresi wajah si Om Sanjaya itu yang tiba-tiba berubah kalem memuji Bella.


🍂🍂


Dunia Bella saat itu terasa kelam dan hampa tidak ada keceriaan di wajah nya hari itu. Bella menelpon supir Papa nya agar mengantar kan mobil nya di kantor. Bella mau pulang sendiri karena ia tidak mau nyusahin papa nya.

__ADS_1


Sepulang nya dari kantor ia singgah ke rumah Juan, untuk meluapkan semua kekesalannya hari itu. Juan memperhatikan kondisi Bella saat itu tampak beda dari biasanya. Tidak ada senyuman dan tidak ada gairah sama sekali. Dari tadi Juan duduk di samping nya memandang Bella dengan heran dan bingung.


"Bella kamu kenapa?" tanya Juan lembut.


"Tidak! aku capek Ju..." lirihnya.


"Oh, tidak biasa nya cepek biasanya kan selalu kuat.


Aku tidak yakin, kamu gak kenapa-kenapa wajah aja seperti kain tak di setrika begitu. Masih mau bilang ngak kenapa-napa. Ayo lah sebaiknya jujur saja ada apa? siapa tau aku bisa membantu." ucap Juan.


Tangis bella pecah di pelukan Juan. Bella langsung merebahkan dirinya di dada Juan. Juan pun dengan sengaja nya mengelus rambut Bella dengan lembut.


"Sebenarnya ada apa Bella, ayo cerita saja aku siap mendengar semua cerita mu," lirih Juan meminta.


tangisan Bella semakin kuat Juan tidak sanggup melihat Bella sedih ia mencoba menghiburnya.


Bella masih mewek dan bertindak seperti anak kecil.


Bella menceritakan semua prihal yang membuat nya sedih. Juan ikut iba dan terbawa ke masalahnya. Ia memberikan nasihat pada Bella agar tidak menyesali semuanya.


"Tapi bagaimana cara nya Juan? Dewa sudah tak percaya lagi padaku dan ia benci banget sama aku uuu...." Bella berbicara sambil menagis.


Aku harus bagaimana Juan apa yang harus ku lakukan agar Dewa mau memaafkan ku...?"


"Jangan kuatir Bella, aku yakin Dewa pasti akan memaafkan mu, asal kamu tulus melakukan nya dan berusaha bagaimana caranya membuat nya percaya lagi padanya kamu harus melakukan banyak hal."


"Seperti apa contohnya? Berusaha membuat sesuatu yang biasa membuat nya senang atau kamu harus melakukan hal-hal yang membuat dia tertarik untuk melakukan nya juga dengan begitu Dewa akan menyadari kalau kamu gak sejahat yang dia pikirkan. Pokok nya kamu barusaha melakukan hal yang terbaiklah intinya," ucap Juan memberi saran.


Bella semakin bingung hal apa yang akan di lakukan nya agar Dewa mau memaafkan nya.


"Sudah lah berhenti bersedih. Untuk saat ini kamu lebih introspeksi diri lagi dan pikirkan dengan matang sebelum bertindak. Oya semalam aku lihat Rian jalan dengan perempuan lain. Aku melihat mereka tampak mesra mungkin pacar barunya," ucap Juan memancing perhatian Bella dan mencoba mengalihkan perhatian nya agar tidak berlarut dalam masalahnya.


"Rian ajak jalan perempuan lain? apa kamu gak salah lihat?" tanya Bella.

__ADS_1


"Gak mungkin salah kok, aku lihat dengan mata ku sendiri itu cewek cantik banget aku aja naksir apalagi Rian. Dia kan bangsa Buaya," Juan tertawa meledek Rian.


"Kamu bisa nya ngatain orang, diri kamu tu juga jelalatan kalau lihat cewek cantik," cibir Bella.


"Normal lah Bella... emang aku homo apa yang tidak akan tertarik pada seseorang perempuan cantik dan ****, semua lelaki normal akan begitu kali..." jawab Juan menimpali.


"Oh ya...? pantas saja lelaki hobby mempermainkan karena di otak nya penuh dengan napsu," cibir Bella.


"Kamu kok memandang nya ke arah aku sih...!" Juan tak terima.


"Ya iyalah, kamu kan laki-laki..."


"Gak gitu juga kali mandang nya. Aku gak kayak gitu kali. Itu kelakuan para lelaki hidung belang aja. Aku mah setia gak gitu," lirih Juan tidak terima.


"Hem... syukur deh kalau gak gitu." ucap Bella.


Mereka terdiam sejenak...


"Rian kok bisa begitu ya... padahal ia janji kalau ia akan berubah, tapi kenapa ia masih saja suka selingkuh sih! gak bisa di pegang banget kata-kata nya. Bukan nya menyakinkan aku malah aku semakin membencinya," ucap Bella geregetan dengan sikap Rian.


"Laki-laki buaya seperti Rian ma memang susah berubahnya kalau sekali selingkuh, maka akan selingkuh lagi. Seperti candu gitu..." sambung Juan.


"Hem semoga aja Dewa gak gitu... kamu tau Juan hari ini aku terpukau banget dengan tu pria dan mudah-mudahan aja ini sikap aslinya dia.


Dia peduli pada anak-anak aku melihat kasih sayang nya itu tulus banget pada anak-anak itu. Jarang banget ada pria seperti Dewa. Orang nya baik, bertanggung jawab, peduli pada anak-anak dan penyayang. Aku mendambakan seorang pria seperti Dewa... dia benar-benar seperti Dewa yang penuh dengan kesempurnaan...," ucap Bella kagum.


"Wah ada yang jatuh cinta ni...," ledek Juan.


Bella terseyum ke arah Juan.


"Kamu kalau tersenyum manis banget Bel, aku yakin Dewa pasti akan terkena diabetes kalau melihat senyuman mu ini...," ledek nya lagi tertawa.


"Juan kamu bisa aja, baru sadar ya kalau aku ni paling manis sedunia...," ucap Bella membanggakan dirinya.

__ADS_1


Hem... kumat deh penyakit nya... ucap Juan menepuk jidatnya.


__ADS_2