Kekasih Bayaran

Kekasih Bayaran
Dilema


__ADS_3

Bella telah pulang, Dewa tidak menemui Bella. Keduanya sama-sama pulang membawa kekecewaan. Hanya mereka berdua yang tau bagaimana perasaan mereka saat itu. Juan ikut prihatin dengan nasib kedua orang itu membuatnya serba salah. Dewa tampak lemah berjalan menyusuri jalan menuju rumahnya.


Tidak lama kemudian Dewa pun sampai. Ia disambut hangat oleh keluarganya. Dewa merasa lega bisa pulang walaupun harus menelan pil pahit kekecewaan yang mendalam.


"Bang, Dewa kita sangat merindukan Bang Dewa," ucap Lia dan Adiknya.


"Abang juga sangat merindukan kalian Sayang," ucap Dewa memeluk kedua adiknya dan melirik mama nya yang dari tadi juga sugukan melihat kedatangannya .


"Syukurlah kamu sudah datang Nak, mama mengkuatirkanmu Dewa...." ujar mama.


Dewa melepas pelukannya dengan kedua adiknya dan beralih ke mamanya. Yang sugukan menahan kesal dan haru.


"Mama... dewa kangen Mama...," ucap Dewa sedih.


"Mama juga sangat merindukanmu."


Keduanya saling menumpahkan kerinduan.


Selama kepergian Dewa mama selalu berduka dan kini ia bisa tersenyum bahagia melihat anaknya sudah di depan matanya.


"Kenapa lama sekali meninggalkan kami?"tanya mama kesal.


"Maafkan dewa ya Ma... Dewa telah membuat kalian susah." Dewa menceritakan semuanya mengapa ia tidak menghubungi keluarganya karna suatu kesalahannya sendiri.


Tiba-tiba Dewa memasang muka murung di depan mamanya ia tampak tidak semangat dan lemah.


Mama yang memperhatikan nya dari tanya penuh dengan pertanyaan. Tidak habis pikir mengapa Dewa bisa menjumpai orang seperti Laura.


"Bagaimana bisa kamu menemui orang yang aneh seperti itu? kenapa tidak menghindar saja darinya. dan kenapa tidak membicarakan pada mama," ujar mama nya kesal.

__ADS_1


"Dewa gak mau mama ikutan dalam masalah dewa, cukup dewa aja yang tau dan merasakannya Ma," ujar Dewa.


"Lain kali, jangan seperti ini lagi Dewa... mama gak suka caramu yang selalu saja diam dan tidak mau berbagi masalah dengan mama," omel mamanya.


Dewa menyadari kesalahannya dan telah menerima nasihat namanya.


Terlintas dibenaknya, tiba-tiba Dewa memikirkan Bella yang sebentar lagi akan jadi milik orang lain itu. Ia menyesali semua yang sudah terjadi pada dirinya sendiri.


Bella tidak kah kau merasakan kalau aku sangat mencintaimu...lirihnya sambil termenung.


Mama bingung melihat perubahan Dewa sepertinya ia tidak bersemangat. ia pun menanyakan hal itu pada Dewa. "Kamu kenapa lagi?"


Dewa semakin kesal menatap kearah mamanya.


"Dewa?" ujar mamanya.


"Iya Ma," Dewa tersentak.


"Dewa sedih Ma, Bella mau menikah dengan orang lain," lirihnya.


"Hem, memang nya kenapa? dia kan sudah cukup dewasa wajar saja akan menikah."


"Tapi, dewa gak rela dia menikah dengan orang lain Ma,"


"Hem, emangnya kamu menyukainya?"


"Aku bukan sekedar menyukainya tapi aku sangat mencintainya Ma."


Mama jadi kaget mendengar ucapan Dewa yang tiba-tiba berkata jujur di depannya.

__ADS_1


"Apa Bella juga mencintaimu?" tanya mama.


"Itu dia masalahnya Ma, dewa tidak tau apakah Bella mencintaiku atau tidak."


"Itu sama juga bohong, bagaimana bisa kamu mencintai orang lain tanpa kepastian. Oya, tadi siang dia ada di sini lho, nyariin kamu. Sepertinya ia panik dan buru-buru. Mama mau mengajak nya ngobrol tapi dia bilang dia tidak bisa lama-lama." tutur mama


"Dewa tidak habis pikir Ma, kenapa Bella mau-maunya menikah dengan Rian bukannya ia sangat membencinya kenapa malah menikah dengannya?" tutur Dewa bercerita.


"Siapa Rian?" tanya mama.


Dewa menceritakan tentang Rian mantan Bella pada mamanya. Mamanya pun menyayangkan hal itu.


"Sayang sekali Bella dapat jodoh pria itu. Tapi itu adalah pilihannya Dewa, untuk apa kamu mencampurinya. Kamu juga bukan siapa-siapa nya Bella kan? sebatas teman saja." cibir mama.


Dewa membuang napas kasarnya ia termenung mencerna ucapan mama nya ada benarnya juga. Kalau ia bukan siapa-siapa nya Bella. Walau hati nya sangat tidak rela Dewa mencoba menerima kenyataan itu walau menyakitkan baginya.


Mungkin ini sudah takdir ku ya sudah lah, aku akan mendoakan Bella agar ia dapat kebahagiaan bersama Rian.


"Sudah lah dewa tidak baik kamu terlalu memikirkan hal itu, kita dan keluarga Bella jauh berbeda. Jadi kamu jangan berharap padanya. Toh dia sudah akan menikah dengan pilihannya. Lebih baik kamu pokus dengan kehidupanmu. Masalah cinta dan jodoh itu akan datang sendirinya Nak, Tuhan akan mengirimkan yang terbaik buat Dewa..." mama menggurui.


"Amin. Makasih Ma. Yasudah sekarang dewa mau istirahat dulu ya, dewa cepek Ma...," ujar Dewa pamit.


Mama mengangguk mengijinkan Dewa istirahat.


Di tempat lain.


Bella yang baru datang dari perjalanan nya dihujani seribu pertanyaan oleh Papa dan Kakek Sanders mereka selalu kepo pada semua urusan Bella. Bella pun menjawabnya dengan berbagai alasan.


Saat itu keluarga Rian sudah ada di rumah Bella. Kedua keluarga itu saling kompromi untuk merencanakan pernikahan Bella dan Rian akan di percepat minggu ini. Karna Kakek Sanders tidak dapat berlama-lama di tempat itu, ia akan segera balik ke luar negeri bersama anak-anaknya.

__ADS_1


Semua menyetujui keputusan itu. Bella yang dari tadi asyik dengan pikirannya sendiri tidak mau mendengar apapun yang keluarganya bicarakan. Rasanya ia tidak tertarik pada obrolan mereka. Rian selalu mencari kesempatan buat mengobrol dengan Bella namun Bella juga bersikap cuek padanya.


.


__ADS_2