Kekasih Bayaran

Kekasih Bayaran
Bisikan Saiton


__ADS_3

Kekasih Bayaran Bagian 70


Oleh Sept


"Win! Windaaa!" Kadek datang sambil teriak-teriak memanggil nama Winda. Gadis itu baru pulang kerja. Karena kerjaan sudah beres, sore ini Kadek sudah tiba di apartment.


Ia mencari Winda sambil membawa kantong kresek besar berisi makanan kesukaan Winda. Sebab tadi pagi ia tahu Winda kurang enak badan. Bahkan semalam saja makanan hanya ia aduk-aduk tanpa dimakan. Tadi kebetulan lewat tempat makan langganan. Sengaja ia bungkus dan bawa pulang untuk Winda.


"Win!" panggilnya. Saat akan memanggil lagi, ia malah langsung diam.


"Dia sedang tidur!" ucap Kavi dengan suara pelan. Agar Winda yang terlelap di atas pangkuannya tidak bangun.


"Eh Mas Kavi," sapa Kadek salting. Kavi ganteng banget, melihatnya saja membuat berdesir. Beruntung banget si Winda, bisa tidur di pangkuan pria tampan tersebut.


"Ya sudah, saya ke sana dulu!" pamit Kadek yang canggung. Tidak enak juga berada di sana.


'Ya ampun, semalam nangis-nangis sampai sakit demam. Sekarang langsung nggorok, anteng banget tidurnya!' batin Kadek. Bibirnya mengulas senyum, lucu juga melihat Winda.


***


Malam hari, Winda baru bangun ketika Kavi mulai bergerak-gerak karena kakinya kesemutan. Sudah berjam-jam Winda tidur. Membuat Kavi jadi keram otot.


"Ya ampun, aku ketiduran!" Winda langsung beranjak. Ia duduk sambil mengusap wajahnya.


Sedangkan Kavi, ia meletakkan telapak tangannya di dahi Winda. Dan bersyukur, karena suhunya sudah kembali normal.


"Sudah nggak demam. Besok kamu cuti, kita ke Medan ya. Menemui ayahmu."


Winda baru bangun, nyawanya belum terisi sempurna. Ia pun hanya melamun menatap Kavi, masih belum loading sempurna.


"Sana mandi! Aku akan pergi ke hotel, harus ganti baju juga."


"Hotel?"


"Ya, sekretarisku menaruh koperku di hotel sedangkan aku tadi siang langsung ke sini."


"Mandi di sini saja!" pinta Winda.

__ADS_1


"Aku nggak punya ganti baju, Win."


"Aku banyak kaos longgar. Pakai aja."


Kavi menatap heran, mengapa Winda seolah tidak ingin dia pergi. Ke mana perginya Winda yang punya gengsi setinggi langit tersebut.


"Bagaimana dengan yang lain?"


Winda terlihat berpikir, kemudian langsung beranjak.


"Di depan sana, ujung apartment ada distro. Habis mandi akan aku belikan sesuatu."


Kavi pun mengangguk saja. Terserah Winda juga, sebenarnya ia juga lelah harus bolak-balik hotel.


***


Beberapa jam kemudian.


Winda dan Kadek tadi jadi ke luar sebentar, untuk membeli pakaian ganti Kavi. Dua setelah baju, dan satu kotak CD.


Kavi sampai heran, bagaimana bisa Winda tahu ukurannya. Ketika Kadek sedang ke belakang untuk membuat sesuatu, Kavi menggoda Winda yang sedang menyiapkan makan malam.


Winda hanya menatap datar sambil berbicara, "Sekali lihat juga sudah hafal!"


"Hah?"


Wind menoleh, tersenyum tipis. Sedangkan Kavi, ia hanya bisa garuk-garuk kepalanya yang sama sekali tidak gatal.


"Nah ... ayo makan Mas Kavi!" ucap Kadek yang membawa piring dan minuman.


"Terima kasih, maaf merepotkan."


"Tidak apa-apa, saya senang Mas Kavi datang. Kalau tidak mungkin Winda masih demam," ledek Kadek sambil melirik Winda. Dan bibir Winda langsung mengerucut.


"Yuk, makan dulu. Nanti dingin!" ajak Winda kemudian mengambilkan makanan untuk Kavi, sudah persis istri yang melayani suaminya.


"Kalian serasi sekali!" celetuk Kadek. Jelas Kavi langsung sumringah dan melempar senyum cerah pada Kadek.

__ADS_1


"Benarkah? Terima kasih. Doakan, kami akan segera menikah."


Uhuk uhuk uhuk


Winda yang sedang makan langsung tersedak saat mendengar pernyataan Kavi.


"Pelan-pelan, Win!" Kavi mengulurkan segelas air putih pada Winda.


Kadek tersenyum melihat Winda yang salting.


"Selamat Winda ..."


Winda menatap dan tersenyum tipis.


"Makasih, Dek."


Mereka bertiga pun melanjutkan makan, kemudian nonton TV sama-sama. Hingga pukul 10 malam, Kavi berniat balik ke hotelnya.


"Sudah malam, aku balik dulu. Besok aku jemput. Biar semua ticket aku urus."


"Hemm, hati-hati!"


Kavi mengangguk lalu memeluk Winda erat.


"Aku sebenarnya gak mau pulang, tapi gak enak sama Kadek. Mau ikut denganku tidak?" bisik Kavi jahil.


Bersambung


Eh Kavi, mau dicubit online sama emak-emak reader NT?


IG Sept_September2020


FB Sept September



__ADS_1




__ADS_2