
Pagi hari matahari sudah bersinar di ufuk barat seperti biasa pagi itu Bella melakukan aktifitasnya seperti biasa yaitu berbenah diri dan segera berangkat ke kantor. Semalam Bella kurang tidur hingga pagi itu ia merasa badan nya kurang fit kapala nya pusing dan mata nya seperti kena gebukin.
Bella pergi ke dapur untuk sarapan bersama. Kali ini entah kenapa ia merasa kasihan pada papa nya yang selalu sarapan sendirian. Jadi ia ikut menemani nya sarapan. Tampak Papa Alek sudah menunggu Bella di meja makanan. Bella pun duduk di sebelah papa nya.
"Pagi Pa," ucap Bella.
"Pagi.... Gitu dong sekali-kali temani papa sarapan," papa Alek merasa senang ditemani Bella.
"Itu mata kenapa?" tanya papa Alek.
"Gak kenapa-napa kok Pa, hanya kurang tidur." jawab nya.
"Oya karna apa? apa karna pertemuan semalam membuat mu kurang tidur?" tebak Papa Alek.
"Bukan karna itu Pa, semalam Bella kepanasan jadi susah tidur nya," jelas Bella berbohong.
"Hem...," Bella melihat menu hari itu lumayan sedap ada nasi goreng dan bubur ayam, nasi uduk.
"Wah hari ini bibik banyak sekali masak?" ucap Bella bingung memilih menu.
"Iya hari ini kan papa mau pergi ke panti asuhan. Makanan itu akan di beri untuk anak-anak panti di sana," ujar Papa Alek.
"Oh...," sahut Bella dengan singkat.
Bella memilih menu nasi goreng ia pun mulai makan.
"Kamu temani papa ke panti hari ini ya," pinta Papa Alek.
"Hah, bella kan mau kerja Pa."
"Sudah lah, biar papa yang ijin ke Om Sanjaya. Lagian kita pergi nya gak lama kok, setelah selesai kamu boleh pergi ke kantor lagi." jelas nya.
"Baik lah Pa...," ucap Bella pasrah tidak bisa menolak.
Mereka pun pergi bersama.
Tidak lama mereka pun sampai kebetulan jarak nya panti dari rumah Bella hanya setengah jam perjalanan. Bella terkejut melihat seorang pria yang dikenal nya juga ada di sana.
"Dewa! kok dia ada disini batin?" Bella kaget.
Ia terpukau melihat kebaikan hati dewa dengan anak-anak panti itu mereka berebut mainan yang di bincing nya seperti nya Dewa baru saja memberikan hadiah pada anak-anak itu.
__ADS_1
"Tenang... tenang... semua nya tenang!
Semua dapat kok," ucap nya sabar.
suara riuh anak-anak panti berkerumun mengelilingi Dewa. Bella memandang haru, "Aku tidak menyangka kalau Dewa sebaik itu."
Bella di panggil papa nya. Untuk segera menemui ibu panti tapi Bella tidak mendengar panggilan papanya karena asik memandangi Dewa.
"Bella, kamu lihat siapa sih...!" tanya papa Alek sambil menepuk pundaknya.
"Hah," Bella terbelalak kaget melihat papa nya sudah di hadapannya.
Papa Alek melihat siapa yang di perhatikan dari jauh itu. "Oh jadi itu yang kamu lihat dari tadi, pantas saja mata mu tidak berkedip itu kan teman mu waktu itu?
"
"Iya Pa, dia Dewa temen bella." Bella masih terus memandangi Dewa dengan kagum.
"Trus kenapa? ayo kita temui ibu panti!" ajak papa Alek. Bella pun menyusul papa nya.
Bella dan Papa nya pergi menemui ibu panti.
"Assalamualaikum selamat pagi Buk," ucap Papa Alek memberi salam.
"Iya, saya ada sedikit makanan untuk Adik-adik di sini mohon di terima Buk," ucap papa Alek.
"Oh makasih banyak Pak...!" Papa Alek juga memberikan amplop berisi sejumlah uang untuk keperluan anak-anak panti.
""Mohon di terima ya Bu ada sedikit rejeki untuk anak-anak." ujar papa Alek.
"Makasih banyak Pak Alek, semoga berkah ya...,"
"Amin Bu." jawab nya.
Bella hanya mendengarkan pembicaraan ibu panti dan papanya. Ibu panti menayakan siapa Bella. Papa Alek pun memperkenalkan Bella pada ibu pengurus panti itu. Bu panti mengajak Bella mengobrol sedikit dengan nya. Bella penasaran bagaimana bisa Dewa sedekat itu dengan anak-anak di sini ia bertanya ada hubungan apa Dewa dengan anak-anak panti.
Ibu panti pun menceritakan tentang Dewa dan asal usul panti asuhan itu.
Ternyata panti asuhan itu adalah milik almarhum Papa Dewa. Setelah ayah nya meninggal Dewa lah yang bertanggung jawab atas panti asuhan itu.
Ibu panti menyebut kan nama Ayah Dewa ternyata Papa Alek mengenal baik almarhum. Papa Dewa bernama Herman.
__ADS_1
Pak Alek dan Pak Herman sebenarnya sama-sama orang yang berperan penting di panti asuhan itu. Papa Alek adalah donatur tetap di panti setiap bulan papa Alek selalu menyalurkan bantuan berupa uang, bahan makanan dan lain nya untuk keperluan anak-anak panti.
Bella tidak menyangka papa nya mengenali orang tua Dewa. Bella pamit pada papa nya dan ibu panti karna ingin menemui Dewa yang mungkin masih ada di panti itu.
Bella pun keluar ia melihat ternyata Dewa masih asik main bola dengan anak-anak panti.
Bella terdiam kagum melihat Dewa yang penuh kasih sayang dan peduli dengan anak-anak panti.
.
"Dewa...!" panggil Bella.
Dewa menoleh kearah suara yang memanggil nya.
Ia kaget melihat Bella ada di rumah panti itu. Melihat ada Bella di situ Dewa segera pamit pada anak-anak karna ingin menghindari Bella.
Bella mengejar Dewa.
"Dewa... tunggu!" seru bella.
"Untuk apa kamu menemui ku lagi?" teriak Dewa.
"Apa salah ku pada mu Dew... kenapa kamu menghindar dari ku?" tanya Bella berteriak.
"Apa kamu tidak menyadari selama ini kamu telah mempermainkan perasaan ku!" ucap Dewa.
"Apa maksud mu itu Dewa? aku tidak mengerti." Bella masih mengikuti Dewa yang bergegas akan pergi dari situ.
"Jangan berpura-pura tidak tau!" teriak Dewa.
"Jelasin ke aku Dewa apa kesalahan ku padamu aku benar-benar tidak tau apa salah ku padamu," ucap Bella sambil menghentikan langkah Dewa.
"Oke akan aku beri tau, Dewa berhenti dan menjelaskan samua nya.
"Kenapa kamu tega mempertaruhkan aku dengan Dita apa keuntungan nya bagi mu ha? kamu telah merendahkan ku Bella. Kau anggap apa aku. Apa aku sebuah barang yang bisa kalian pertaruhkan?" ucap Dewa kesal.
Bella jadi paham semua nya ternyata Dita dalang masalahnya.
"Kamu telah salah paham terhadap ku Dewa. Awal nya memang Dita mengajakku taruhan, tapi setelah aku menyadari bahwa itu salah, aku mengundurkan diri dan membatalkan semuanya. Maafin aku Dewa pliss... Dita yang sudah menghasutmu agar kamu membenci ku," ucap Bella melirih.
"Jangan menuduh orang lain, karena niat mu sudah salah. Tetap saja aku kecewa padamu Bella! aku mulai jatuh cinta padamu. Aku kira kamu tulus mendekati ku dan baik padaku ternyata itu sebuah setingan yang kau lakukan demi sebuah pertandingan. Aku sadar, aku orang yang tidak punya Bella. Tapi kamu malah memanfaatkan kelemahan ku itu." Dewa berbicara dengan ketusnya.
__ADS_1
"Kamu telah salah menilai ku Dewa, asal kamu tau aku juga mulai jatuh hati pada mu," ucap Bella jujur.
"Aku tidak percaya lagi padamu Bella. Sudahlah berhenti mengejar ku sana pergi, jauhi diriku Bella... aku ingin hidup tenang. Tidak mau ikut campur lagi dengan masalahmu. Maaf aku berhenti jadi kekasih bohongan mu. Aku tidak mau merasakan sakit hati lagi karena mu," ucap Dewa dengan kesalnya. Ia pun meninggalkan Bella yang masih mematung.