
Sore hari menjelang malam. Saat itu Bella baru datang dari kantor tiba-tiba Rian datang bersama keluarganya. Bella kaget tidak menyangka Rian secepat itu akan datang kerumah nya membawa orang tua nya. Pasti akan membicarakan tentang pernikahan mereka karna sebelumnya Rian sudah memberitahu kalau ia akan segera datang.
Papa Alek juga kaget melihat orang tua Rian sudah di halaman rumahnya.
Mereka turun dan membawa oleh-oleh buat Papa Alek dan Bella. Rian menyusul dari belakang tampak agak malu-malu kucing berhadapan dengan Papa Alek. Mereka di sambut ramah oleh Papa Alek.
"Maaf jika kedatangan kami mengganggu istirahat Bapak," ucap Ayah Rian yang bernama Pak Broto itu.
"Kami datang ke sini membawa hajat atas permintaan anak kami Rian," ucap nya lagi.
"Oya, silahkan masuk semuanya," tawar Papa Alek.
Papa Alek mempersilahkan semua nya masuk ke ruang dan di persilahkan duduk. Papa Alek memanggil bibik untuk membuat kan mereka minuman dan Snack.
Mereka pun duduk dan mulai menyampaikan hajat mereka yang ingin segera melamar Bella.
Bella yang menguping pembicaraan mereka jadi serba salah entah akan bahagia atau sedih. Tapi yang jelas ia merasa gugup. "Ya Allah jika Rian memang jodohku aku iklas akan melupakan Dewa," desah nya.
Bella menaiki tangga ke kamarnya segera membersihkan dirinya. Ternyata dari tadi Rian sudah menelepon nya meminta di sambut dengan Bella tapi Bella tidak memegang HP.
Selesai ritual mandi nya kini Bella sudah tampil cantik di depan cermin. Ia pun turun ke bawah menemui Rian dan keluarganya.
"Hai Bella...," sapa Mama Rian yang bernama Ibu Mila itu.
Bella terseyum sambil menjawab sapaan Bu Mila. "Sini Sayang!" ajak nya pada Bella.
__ADS_1
Bella segera mendekat dan bergabung.
Rian tampak mencuri-curi pandang ke arah Bella.
Papa Alek memperhatikan Rian ia pun berdehem mengalihkan perhatian semua orang. Bella salaman dengan orang tua Rian. Setelah itu dia duduk di sebelah papa nya.
Setelah beberapa saat mereka mengobrol sekedar basa-basi. Papa Alek pun menyuruh Bella mengajak Rian keluar sebentar.
"Bella sebaiknya kamu ajak keluar sebentar Rian nya ya... kami para orang tua ingin membicarakan hal serius," ujar Papa Alek.
Bella pun langsung semangat mengajak Rian keluar.
"Yuk...!" ajak nya pada Rian yang tidak sabar ingin bersua dengan Bella seperti dulu lagi. Kedua nya bergandengan tangan. Rian memegang erat tangan Bella dan menatap mata indah mantan yang sudah jadi pacar nya kembali itu.
Bella balik menatap Rian sambil tersenyum. "Mungkin kita berdua memang berjodoh!" sahut nya.
Bella pun mengalihkan perhatian Rian.
"Rian kenapa sih kalian tiba-tiba datang ke sini tanpa sepengetahuan ku lagi." Bella cemberut menoleh ke Rian.
"Bukan nya aku pernah bilang ke kamu kalau aku akan datang," sahut Rian sedikit tertawa.
"Hem tapi kan kamu tidak menentukan hari nya... aku kan tegang gini jadinya tanpa persiapan."
"Persiapan apa sih, kamu gak usah repot-repot bikin persiapan kali... cukup kamu siap kan hati mu untuk ku, itu lebih dari cukup Bella Sayang...," ujar Rian sambil mencubit dagu Bella.
__ADS_1
Bella terseyum hal ini lah yang selalu membuat Bella tersanjung dengan kata-kata Rian, Rian selalu bisa membuat hati Bella klepek-klepek
"Emang Papa dan Mama mu sudah setuju dengan perkawinan kita?" tanya Bella ragu.
"Kalau mereka tidak setuju, kenapa mereka datang kesini coba? itu tanda nya mereka sudah memberi restu pada kita Sayang...," ujar Rian sambil memandangi wajah Bella yang tampak cantik di sore itu.
"Rian apa kamu yakin dengan keputusan mu? aku tidak mau nantinya kamu akan menyesal menikah dengan ku, Rian...!" ucap Bella sambil mengayunkan wajah nya.
"Untuk apa aku menyesal? kamu cantik, pintar dan mandiri aku suka gadis seperti mu," puji Rian.
Bella tersipu malu mendengar pujian Rian.
"Aku minta maaf sudah membuat mu sakit hati, selama ini aku khilaf ternyata aku tidak bisa meninggalkan mu Bella." Rian memegang bahu Bella dan menatap matanya dalam-dalam.
"Sudah lah lupakan masa lalu kita, sekarang kita sama-sama membuka lembaran baru. Aku harap kali ini kamu tidak mengecewakan ku Rian," harap Bella.
"Iya aku janji Sayang," ucap Rian dengan senyuman maut nya. Membuat Bella tidak bisa berpaling darinya.
Sore itu merupakan sore yang paling terindah bagi mereka berdua. Keduanya saling menatap satu sama lain sibuk dengan perasaan masing-masing. Mereka pun saling mengobrol.
Papa Alek memanggil keduanya untuk kembali bergabung dengan mereka lagi. Rian dan Bella pun masuk kembali membicarakan tentang pernikahan mereka yang akan di lakukan secepatnya.
Kedua belah pihak keluarga sudah menentukan hari dan tanggal pernikahan anak mereka yang akan dilakukan bulan depan. Rian dan Bella pun menyetujui nya.
Papa Alek akan segera menemui Pak Jerikho untuk membicarakan secara baik-baik menolak perjodohan antara Bella dan Rasya karna Bella anak nya sudah menemukan pendamping hidup nya yang sudah cocok untuk nya.
__ADS_1