
Melihat Papa Alek beranjak, Dewa berpikir sejenak kalau kesempatan tidak datang dua kali inilah saatnya sudah tiba ia akan mewujudkan mimpi nya untuk menikah dengan Bella seseorang yang spesial di hatinya walau bukan siapa-siapanya. Cepat-cepat ia meneriaki Papa Alek sebelum orang tua itu lolos di permukaan pintu.
"Aku punya cinta yang tulus dan suci untuk Bella Pak!" teriak Dewa pada Papa Alek yang hampir melangkah keluar.
Semua terdiam mendengar ucapan Dewa. Setelah suasana hening berlalu beberapa saat dan terdengar hanya suara para tamu yang saling berbisik. Semua keluarga Papa Alek bertepuk tangan dengan meriah nya mereka semua menyetujui hubungan Bella dan Dewa.
"Papa...!" panggil Bella. Ia berharap papanya akan menyetujui permintaannya. Seketika itu juga Papa Alek tersenyum mendengar ucapan Dewa yang polos dan jujur ia pun menoleh ke arah Bella memberi sebuah harapan kalau ucapan Dewa membuatnya terkesima.
Papa Alex melayangkan pandangan nya pada Kakek Sanders, seolah meminta pendapat. Kakek Sanders pun mengangguk menyetujuinya. Semua tamu ikut bahagia.
Rian masih mematung di seret oleh sepupunya karna sudah bikin malu masih sempat-sempat nya ia berdiri di ruangan itu sambil memandang sinis pada semua orang telah menyetujui hubungan Bella dan Dewa mereka akan segera menikah hari itu juga.
Tentu hal itu membuatnya dongkol suatu saat Rian berjanji pada dirinya sendiri akan membuat perhitungan pada Dewa.
"Sudah lah Rian ikhlaskan saja, kamu memang tidak pantas bersanding dengan Bella seseorang yang cantik dan baik hati itu. Kamu sudah menancapkan luka di hati semua kami Rian, buat malu keluarga saja!" cetus Agus sepupu Rian selaku calon walinya saat itu.
Papa dan mama Rian sudah lama pergi tidak kuasa menahan malu. Agus menarik tangan Rian untuk segera pergi dari tempat itu. Rian pun mengikuti Agus pergi dengan rasa jengkel dihatinya.
Semua pokus memandang ke arah Bella dan Dewa tidak mau memperdulikan Rian lagi. Papa Alex segera menghampiri Bella dan Dewa dan menyetujui pernikahan mereka saat itu juga.
Dewa terseyum bahagia menatap Bella. Seketika itu juga Dewa menghubungi mamanya menyuruh mamanya pergi ke tempat itu ia menyuruh mereka siap-siap. "Ma buruan Ma... dewa mau menikah hari ini. teman dewa akan menjemput Mama dan Adik-adik sekarang," ujar Dewa langsung papa mamanya. Mamanya kaget bukan main tapi mengiyakan ucapan Dewa dan segera siap-siap.
Dewa segera menyuruh Juan menjemput Mama beserta adik-adiknya ia memberi tau alamat rumah nya pada Juan. Juan pun bergegas pergi dengan cepat.
Beberapa saat kemudian mama dan adik-adik Dewa sudah datang ke tempat itu.
Dengan penuh rasa heran mama Dewa pergi ke ruangan itu memandangi semua tamu.
"Itu mamamu Dewa?" tunjuk Papa Alek heran.
"Iya Om, itu mama dewa dan adik-adik dewa," ujar Dewa terseyum.
Papa Alek kaget ia mengenali mama Dewa.
"Itu kan Melisa istrinya Herman!" sebut Papa Alek.
__ADS_1
"Om kenal Papa saya?" tanya Dewa heran.
Papa Alek memandangi wajah Dewa. "Ternyata kamu anak ya Herman, kenapa tidak bilang dari awal. Pantas saja wajah mu mirif Papamu tapi Om tidak menyadarinya sebelumnya. Om kenal baik dengan Papa mu ia adalah orang baik pemilik panti asuhan Kasih Ananda yang di kenal dermawan oleh semua kalangan," tutur Papa Alex bercerita singkat dengan Dewa.
Dewa jadi sedih ingat papanya begitu juga Papa Alex tampak sedih apalagi saat ini melihat Dewa jadi calon menantunya ia tampak semakin terharu.
"Tidak menyangka beliau pergi secepat itu. Tapi Om bahagia saat ini ternyata calon menantu om adalah anak dari orang spesial itu." Seketika papa Alek semangat melihat mama Dewa sudah hampir mendekat.
Papa Alek Menyambut kedatangan mama Dewa.
"Melisa ini benaran kamu kan?" tanya Papa Alek meragu.
"Alek kok kamu... ada di sini?" mama Dewa heran ia melihat ke arah Bella dan Dewa.
Dewa mengangguk, "Dia papanya Bella Ma...," jelas Dewa.
"Ya ampun mama tidak menyangka Dewa, ternyata Bella anak nya Alek."
"Yah, begitulah ceritanya Ma... sudah lah Ma. Lain kali aja kagetnya. Sekarang Dewa meminta restu. Dewa mau menikah Ma," ucap Dewa.
"Kok mendadak gini sih Dewa?" mamanya tak habis pikir.
Mereka pun pergi ke meja penghulu.
Pak penghulu yang sejak tadi sudah menunggu lama ternyata asyik ketiduran di meja tempat akan dilakukan jabkabul. Papa Alek membangunkan penghulu konyol itu kok bisa sampai ketiduran.
Dengan kagetnya ia tersentak dari tidur pulas nya sambil bersilat mengigau. Semua tertawa melihat tingkah lucu Pak penghulu. Pernikahan Bella adalah pernikahan terkonyol yang pernah mereka hadiri semua tamu dan keluarga jadi tertawa.
Bella mengandeng tangan Dewa pergi ke penghulu dan duduk menghadap semua tamu. Acara jabkabul pun berlangsung.
"Saya nikahkan Dewa bin siapa?" tanya Pak penghulu dengan gayanya.
"Herman!" jawab Papa Alek.
"Bin Herman dengan seperangkat alat sholat dan apa maharnya?" tanya penghulu lagi.
__ADS_1
"Belum siap Pak...!" ucap Dewa lantang.
Semua tamu berbisik sambil cikikikan.
"Astaga Dewa malu-maluin aja!" batin Melisa ia pun memberikan cincinnya pada Dewa.
"Mama ini kan cincin kawinnya Mama dan Papa...?" "Yah sudahlah berikan saja pada penghulunya. Kamu kok bikin malu aja Dewa...! menikah tapi gak siap," omel Melisa pada Dewa.
"Namanya aja mendadak Ma...!" ujar Dewa.
"Ya sudah, jangan banyak bicara!" cetus Melisa berbisik.
Pak ada Pak ini cincinnya," ucap Dewa tiba-tiba. Penghulu mengambil cincin itu. Bella pun tersenyum mengelus dada.
Penghulu mengulangi jabkabul nya.
"Saya nikahkan Dewa bin Herman dengan seperangkat alat sholat dan cincin di bayar dengan tunai sah..." ucapnya.
"Sah...!" semua keluarga dan tamu menimpali.
Semua bertepuk tangan dan cikikikan tertawa menyaksikan pernikahan mendadak yang amat lucu itu. Dewa dan Bella pun sah jadi suami istri Dewa mencium kening Bella dan Bella mencium tangan Dewa dengan lembut. Kebahagiaan terpancar di raut muka pasangan pengantin mendadak itu. Kakek Sanders dan Papa Alek terseyum bahagia. Juan ikut bahagia ia terharu akhrinya sahabatnya Bella kini beneran menikah setelah gagal dua kali pernikahan.
Juan menghampiri kedua pasangan itu dan memberikan ucapan selamat. "Selamat yah, akhirnya Bella jadi menikah juga dengan Dewa." Dewa terseyum Bella ikut tersenyum ketiganya berpelukan.
Aku tidak menyangka hubungan kalian bisa sampai pada penghulu, awalnya kan cuma jadi pacar sewaan," beber Juan membocorkan rahasia mereka.
"Pacar sewaan?" semua tamu berbisik-bisik. Papa Alek juga kaget mendengar kok ada pacar sewaan.
"Juan!" bentak Bella memanas. Melihat Bella memanas Juan melarikan diri dari serangan Bella yang tampak siap menghajarnya. Mereka pun saling mengejar. Semua tertawa melihat tingkah konyol kedua sahabat itu.
Setelah Juan berhasil di tangkap Bella seperti biasa ia menjambak rambut Juan sekuat tenaganya dan Juan histeris berteriak kesakitan meminta pertolongan.
TAMAT...!
Sekian dan terimakasih.🙏
__ADS_1
Sekali lagi atas nama author Kristina dinata berterima kasih pada reader yang sudah berkenan mampir di karya remahan ini. Kini cerita Kekasih Bayaran bersama Bella, Juan dan Dewa sudah selesai berakhir dengan episode yang singkat ini.
Maaf jika endingnya yang mungkin tidak sesuai keinginan reader, alur nya yang mudah di tebak dan kekurangan lain nya. Author minta maaf dan harap memakluminya karna author masih proses belajar dan hanya ingin menghibur kalian... bay... bay... sampai jumpa di cerita yang baru...🤗