Kekasih Bayaran

Kekasih Bayaran
BANGKRUT


__ADS_3

Kekasih Bayaran Bagian 80


Oleh Sept


Wanita yang sudah membuat ayah Winda lupa dengan ibu kandungnya, hingga harus depresi dan masuk rumah sakit jiwa, sampai meninggal di dalam sana, kini mukanya masam.


"Beruntung sekali anak itu!" gerutunya kemudian masuk kamar.


Sedangkan Ruhut suaminya yang merupakan ayah Winda, ayah yang sudah tidak mengakui Winda sebagai anaknya, kini duduk terdiam. Ia kemudian masuk ke ruang kerjanya. Di sana ia buka laci dan mengeluarkan album yang sudah usang.


"Kamu putriku atau tidak? Wajahmu sangat mirip, tapi hasil test itu mengatakan lain!" ucap Ruhut bicara pada poto yang sudah usang.


Pria itu kemudian berdiri, membuka jendela lalu menatap tanamam yang menggantung indah di depan sana. Tiba-tiba bibirnya mengulas senyum aneh. Ada sesuatu yang tidak beres dengan pria tersebut. Beberapa saat kemudian, ponselnya berdering. Sebelum mengangguk telponnya, ia menarik napas dalam-dalam.


"Ya."


"Bagaimana? Apa sudah punya jalan keluar?" tanya orang di balik telpon.


"Tunggu saja, aku akan mendapat jalan keluarnya!" ucap Ruhut yakin dengan senyuman aneh.


***


BALI


Sebuah hotel bintang lima, suasana ballroom terlihat sangat mewah. Dekorasinya terlihat sangat elegant, didominasi warna emas dan putih. Ini mungkin salah satu pesta pernikahan yang cukup mewah tapi tamunya sangat terbatas. Bahkan mereka harus menunjukkan barcode baru bisa masuk ke dalam sana.


Hanya tamu penting yang hadir, tidak lupa sanak saudara yang juga turut hadir untuk merayakan pesta pernikahan Kavi dan Winda. Winda sendiri membuat banyak karyawan pria patah hati, mereka tidak menyangka Winda yang terkenal ratu jomblo itu malah diam-diam sudah memiliki kekasih dan sekarang menggelar pesta pernikahan.


Salah satu tamu undangan yang hadir adalah pak Yudhistira, pria itu datang bersama putrinya. Pak Yudhistira sengaja hadir, karena Winda mengundang. Dan karena meraka tidak memiliki sejarah yang buruk, atasan Winda itu pun hadir ke sana.


Pak Yudhistira pun menjadi pusat perhatian, duda matang, tampan, dan berwibawa itu membuat para undangan yang masih gadis ataupun janda pada curi-curi kesempatan. Mereka mencoba menarik perhatian duren sawit tersebut. Meskipun putrinya tampak tidak respect, bahkan terkesan sangat galak.


"Kenapa teman Papa genittt semua?" protes anak gadis Yudhistira yang memiliki tinggi hampir sama dengan papanya. Kakinya jenjang, wajah cantik, tapi terlihat sombong dan kurang bersahabat.


"Hanya perasaan kamu saja!" jawab Yudhistira singkat, kemudian menyapa beberapa tamu undangan yang ternyata banyak para investor penting. Pantas Winda lebih memilih Kavi, rupanya Yudhistira bukan apa-apa. Ternyata, semua wanita memang matre.


Winda sendiri sedang duduk di meja khusus bersama mertua dan suami. Mereka menunggu acara inti, sehingga berbincang sebentar.


Terlihat Winda juga mulai dekat dengan putri pertama Arjun, Kezia tampak suka dengan Winda. Tapi Kavi yang ketar-ketir, jangan sampai Zia nanti minta tidur sama Winda. Bisa-bisa nanti malam ia absen. Dan itu sama sekali tidak boleh terjadi. Pokoknya jangan!

__ADS_1


***


Acara pun dimulai, dibuka oleh MC yang merupakan presenter kondang ibu kota. Biasanya pria itu selalu membawakan acara gosip di televisi setiap hari. Kali ini, dia sengaja diundang untuk meramaikan dan memandu jalannya acara.


Sudah ratusan kali acara pernikahan yang ia pandu, tapi sangat sampai sekarang presenter itu sendiri malah belum menikah. Itulah rahasia jodoh, tidak ada yang tahu.


Karena pembawa acaranya sangat seru dalam mengisi acara, sesekali para tamu undangan dibuat menahan senyum. Apalagi saat membahas hangatnya pengantin baru, pipi Winda langsung merona, sedangkan yang lain tertawa.


Begitulah acara resepsi pernikahan Winda dan Kavi, berjalan sangat lancar dan penuh dengan kejutan dari teman-temannya Winda yang diantaranya begitu heboh saat mendapat lemparan bunga dari pengantin.


"Eh, Gue?" Kadek terpaku saat tangannya berhasil menangkap bucket bunga yang mengarah padanya saat pelrmparan bunga tadi.


Sedangkan Winda, ia lalu mendekat sambil memeluk sahabatnya tersebut. "Selamat ya, bentar lagi nyusul," canda Winda sambil tersenyum lepas.


"Nyusul dari Hong Kong? Pacar aja kaga punya!" celetuk Kadek kemudian menatap bunga indah yang kini dalam pelukannya.


Winda kemudian mendekatkan wajahnya, ia lalu berbisik pelan.


"Pak Yudhistira cari istri!"


"Aduh!" setelah mengatakan itu, Winda langsung mengaduh karena Winda mencubit lengannya. Kedua sahabat itu lalu terkekeh bersama.


Saat mereka akan balik ke kamar masing-masing, Zia bahkan ikut Winda.


"Zia ... nanti dedek bayi tidur sama siapa? Zia dicari dedek," ucap Kavi yang mencoba membujuk keponakannya itu.


"Dede sama mama, Kezia ikut bunda," celoteh putri Arjun yang membuat kepala Kavi nyut-nyutan.


Padahal baru beberapa hari, Kazia kok lengket banget sama istrinya. Membuat Kavi senang campur masam. Apalagi Olivia memanggilkan Winda bunda, alamat Kezia malah lengket seperti permen karet.


"Kalian sepertinya sengaja, deh!" gumam Kavi parah.


"Apa?" tanya Winda kemudian sambil menoleh suaminya yang ngomel-ngomel tidak jelas.


"Bukan ... bukan apa-apa. Ayo masuk di luar banyak nyamuk."


Mereka bertiga pun masuk ke dalam presidential suite. Luas, besar, fasilitas yang mewah. Dan setelah mereka ganti baju tidur, cukup lama Kavi menunggu keponakannya terlelap. Hingga ia menelpon Arjun, tapi Kezia merajuk. Winda pun mengatakan tidak apa-apa tidur dengan mereka.


"Jangan, biar saya bawa saja!"

__ADS_1


Kezia langsung menangis kemudian memeluk Winda.


'KEZIAAA!' jerit Kavi dalam hati. Alamat malam ini absen. Padahal tempat dan waktu sudah tersedia.


***


Di tempat lain, Medan.


Kediaman Ruhut dan Kumala. Malam itu terjadi keributan yang besar, Ruhut membanting semua barang-barang di rumahnya. Ini karena Kumala terkena penipuan investasi bo dong. Tanpa sepengetahuan Ruhut, Kumala menguras semua tabungan dan surat-surat penting untuk investasi.


Wanita itu tergiur penawaran instant oleh teman-teman sosialitanya. Dan ternyata, ia malah ditipu habis-habisan.


"Papa nggak usah berlebihan! Kita bisa lapor polisi dan tangkap orang itu. Lagian banyak korbannya, aku nggak sendiri." Kumala mencoba membela diri.


"Kenapa kamu ceroboh sekali?" sentak Ruhut marah. Ia sudah dalam masalah, ditambah masalah penipuan yang menimpa istrinya. Benar-benar jatuh dan tertimpa tangga.


"Aku kan gak ngerti bakal ketipu, Pa. Dan lagi kenapa Papa rusak barang-barang koleksi Mama?" protes Kumala.


Marah, Ruhut mengangkat VAS bunga antik dari Etopia, Kumala dapat itu dari kolektor yang kebetulan temannya. Ia panik saat Ruhut mengangkat benda itu tinggi-tinggi.


"Awas kalau Papa berani lempar!" ancam Kumala yang panik.


PYARRR ... krompyang ....


Mata Kumala melotot, ia langsung lari ke serpihan VAS yang sangat mahal itu.


"Papaaa!"


Kumala menjerit seperti habis kehilangan sesuatu yang sangat berarti.


"Papa tega sekali sama Mama? Kenapa Papa berubah?" tangis buaya Kumala pun pecah.


Ruhut mengusap wajahnya kasar, kemudian duduk. Ia memejamkan mata rapat-rapat. Kemudian bayangan Winda muncul dalam pelupuk mata.


'Apa aku harus menemui anak itu?'


Bersambung


__ADS_1


__ADS_2