Kekasih Bayaran

Kekasih Bayaran
Kejutan buat Bella


__ADS_3

"Seharusnya aku tidak terlalu berlebihan sama Bella tapi aku kecewa banget sama sikap nya apa benar yang dikatakan Dita Bella hanya memanfaatkan ku?"ucap Dewa sendiri nya. Sesungguhnya Dewa tidak bisa menghindar dari Bella namun ia terpaksa melakukan nya.


Dewa berniat akan segera memaafkan Bella ia membuka blokir nomor Bella dan menghubungi nya segera.


Saat itu Bella masih bekerja di kantor tiba-tiba ponselnya menyala. Dengan semangat nya ia mengangkat nya ternyata itu dari Dewa seketika ia merasa bahagia baru saja ia memikirkan Dewa dan sekarang orang nya sudah menelpon. Saat itu dewa mengatakan kalau ia sudah memaafkan Bella. Kedua nya saling bermaafan dan mengobrol lama setelah beberapa hari tidak saling mengobrol.


Besok pagi mereka berjanji akan pergi ke panti untuk mengantarkan sarapan anak-anak.


Bella merasa lega kini Dewa memaafkan nya. Saat itu Pak Sanjaya memanggil Bella namun Bella asyik melamun ia pun mengejutkan Bella.


"Kamu lagi kesambet ya kok dari tadi senyum-senyum sendiri?"


Sontak Bella kaget mendengar suara Pak Sanjaya menegurnya.


"Om ngagetin aja!" gerutu Bella.


"Tuh, di cariin seseorang di luar," tunjuk Pak Sanjaya.


"Hah siapa Om?"


"Lihat aja sendiri Om tidak kenal."


Bella pun berlari keluar menemui orang yang dimaksud Pak Sanjaya. Dengan kaget nya Bella melihat orang itu adalah Dewa. "Dewa kok ada di sini?"


"Iya aku pengin ngajakin kamu makan siang diluar apa kamu bisa?" tanya Dewa.


"Bisa. tunggu ya aku ijin dulu dengan Om aku."


"Om..." seru Bella sambil masuk ke dalam.


"Jadi Bella bekerja dengan Om nya di sini," ucap Dewa tidak menyangka.


Bella mendapatkan ijin dari Pak Sanjaya karena memang jam makan siang akan segera tiba.


Dewa mengajak Bella pergi ke sebuah warung sederhana di pinggir jalan.


"Maaf aku ngajakin kamu ke sini."


"Emang kita mau ngapain di sini?" tanya Bella heran sambil melihat di sekeliling tempat itu.


"Mau mandi. Ya mau makan lah di sana ada penjual bakso kata teman-teman bakso nya enak ayo kita cobain," ajak Dewa.


Bella mengikut saja di saat tangan nya di tarik Dewa ia merasa ada yang aneh dengan sikap Dewa malam itu. Dewa tampak sedang menghubungi seseorang dan tampak menyembunyikan sesuatu dari aku tapi Bella gak terlalu memikirkan hal itu.


"Bakso satu bang..."


"Kok satu sih?"


"Kamu aja yang makan aku sudah kenyang."


"Lho ini gimana sih, kata nya ngajakin makan kenapa cuma mesan satu aja." ucap Bella.

__ADS_1


"Gak apa-apa buat percobaan kalau bakso nya enak kita pesan satu lagi," ucap Dewa sambil tersenyum.


"Hem, terserah kamu aja deh," Bella pasrah ngadapin cowok satu ni yang super aneh.


"Dewa memanggil tukang bakso dan memesan satu mangkuk bakso rasa spesial.


Bella melirik Dewa sambil tertawa saat Dewa bercanda dengan tukang bakso. Dewa pun balik menatap Bella yang ternyata diam-diam memperhatikan nya.


"Bella cantik banget sih malam ini," batin Dewa.


"Hem, Dewa kalau lagi tersenyum manis banget bikin candu aja pingin liatin setiap saat deh," ucap Bella ikutan membatin.


"Bakso ya Dek," ucap tukang bakso.


"Makasih ya bang," ucap Bella pada tukang bakso itu.


Dewa mulai mengaduk bakso itu dan mulai meniup nya seperti nya Dewa akan nyuapin Bella.


Bella diam memperhatikan saja.


"Ak...," ucap Dewa menyodorkan sebuah suapan ke arah Bella.


"Bella heran. Lho ini mau di suapin cerita nya?" tebak Bella.


"Harus dong, biar kamu gak capek makan nya karena hari ini hari spesial," ucap Dewa.


Bella tersenyum malu.


"Ayo buka mulut nya," pinta Dewa.


"Waduh kok satu mangkuk berdua sih Dewa ada-ada saja." batin Bella.


Begitu seterusnya sampai bakso ludes di mangkuk. Keduanya saling menatap satu sama lain.


Dewa menatap wajah Bella seolah ingin mengatakan sesuatu.


"Apa Wak?" tanya Bella masih memandangi wajah tampan Bella.


"Em...," Bella memejamkan mata nya saat Dewa juga seperti merem seolah-olah ingin mencium Bella.


Tangan Dewa meraih sesuatu. yang mungkin sisa makanan yang belepotan di bibir Bella.


"Oh mau ambil itu ternyata, kirain mau cium tadi." Bella tampak cengengesan sudah salah sangka.


Dewa tertawa melihat sikap lucu Bella yang salah tingkah saat Dewa mendekatinya.


Mereka telah selesai makan. Dewa membayar bakso itu. tapi Bella duluan menyodorkan yang ke arahnya.


"Ini biar aku yang bayar!" ucap Bella.


"Gak pa-pa aku aja yang bayar," sahut Dewa.

__ADS_1


"Ini kan sudah syrat nya, kalau aku harus bayar saat makan," ucap Bella.


"Jangan biar aku aja. Ini bukan termasuk misi kok," jelas Dewa.


"Jadi?" Bella bingung.


Dewa tersenyum. "Bukan nya aku sudah mengundurkan diri jadi pacar bohongan mu," ucap Dewa.


"Terus kenapa kamu ngajakin aku makan bareng?" tanya Bella salah sangka.


"Emang kenapa? aku kan mau merayakan kalau hari ini kamu ultah. iya khan...?" ucap Dewa langsung.


Bella terdiam sejenak dan ingat memang hari ini dia lagi ultah.


Dewa menepuk tangan nya tiba-tiba. Juan pun nongol bersama dengan Atmin Dewa yang saat itu juga ada disitu. Mereka sengaja di ajak Dewa tapi di suruh sembunyi dulu. Rencana ini Juan yang merencanakan nya Dewa cuma ikut serta dalam perencanaan.


Bella terharu Juan membawa kue tart untuk Bella sambil bernyanyi Happy best day.


"Juan! kok ada di sini sih?" tanya Bella heran.


"Hem... maaf aku sengaja memberitahu Dewa kalau kamu ultah hari ini," ucap Juan jujur.


"Em ... kamu so sweat banget sih," Bella memeluk Juan. Dewa memandang iri pada Juan.


Makasih semuanya. Bella mulai memotong kue ultah kecil itu namun tampak mewah dan berkesan menarik membuat ragu untuk memotong nya karena bagitu cantik.


"Wah kue nya bagus banget, sayang benget harus di potong jadikan pajangan aja kali nya?" Bella memuji.


"Itu sesial buat mu Bella," ucap Juan.


"Oh jadi kue nya kamu yang beli untuk ku makasih nya," Bella memeluk Juan lagi.


"Duh giliran aku kapan nih?" batin Dewa merasa iri.


"Enak aja kamu Juan ngaku, bukan nya kita patungan kemarin membelinya," cibir Dewa meledek.


"Iya nih Juan ngaku aja!" sambung Yeni admin Dewa.


Juan tertawa terbahak-bahak melihat kedua orang yang terabaikan itu.


Semua mendekati Juan lebih lagi Bella ia menjewer dan menarik rambut keriting Juan.


"Bella kebiasaan deh!" teriak Juan menjerit-jerit.


"Maaf Juan, abis nya liatin rambut gimbal mu bawaan nya pengen megang aja," lirih Bella sedikit tersenyum.


"Itu bukan megang kali, itu Jambak sakit tau!" gerutu Juan memasang muka kesal.


"Iya deh iya. Maaf," ucap Bella sambil tertawa.


Semua yang ada di situ ikutan tertawa melihat Juan disuapi Bella tapi kue nya gak pas di mulut Juan membuat nya belepotan di mulut.

__ADS_1


Juan melongo melihat semua nya tertawa melihat nya termaksud tukang bakso ikutan jahilin dia.


Bella bahagia banget hari itu apa lagi ada Dewa. itu bagai mimpi saja bagi Bella. Semua nya terseyum melihat Bella menyuapi Dewa.


__ADS_2