KEKASIH HALAL CEO TAMPAN

KEKASIH HALAL CEO TAMPAN
Olahraga


__ADS_3

Hari ini, pagi pagi sekali Hana bangun. Setelah sholat subuh Hana mengenakan pakaian olahraga. Celana training yang ada roknya, baju yang tidak ketat, jaket serta kerudung instant yang menutupi dada. Berjalan keluar rumah sambil memakai topi dan headsetnya. Hana berlari kecil memulai pemanasan sebelum jogging. Iya tak mau badanya sakit semua hanya karena ceroboh tak melakukan pemanasan dulu. Setelah pemanasan sekitar 10 menit. Hana mulai berlari. Tujuannya adalah lapangan yang berada sekitar 3 km dari rumahnya. Iya berlari kecil melewati jalan raya yang ramai. Tapi tak seperti biasanya karena ini adalah hari libur. Hana berlari di trotoar. Sekitar 45 menit Hana sudah sampai di lapangan. Diperhatikannya lapangan tersebut yang sekarang sudah sangat berubah daripada 4 tahun lalu. Banyak sekali orang berjualan disana. Tempat ini berubah menjadi pasar kaget jika hari libur. Karena lelah berlari, Hana berteduh dibawah pohon beringin. Bebelumnya iya telah membeli sebotol minuman dan roti untuk mengganjal perutnya. Bebelum berangkat tadi Hana belum memakan suatu apapun. Karena itu iya merasa lapar. Sambil melihat lihat keadaan disekitar. Hana duduk menyelonjorkan kakinya. Rasanya sungguh nikmat sekali. Sekitar 15 menit Hana beristirahat dan memakan kuenya sampai habis. Hana berniat pulang karena jam sudah menunjukkan pukul 06.45.


Karena jalan yang dilewati saat berangkat tadi lebih jauh, Hana memutuskan untuk mencari jalan pintas. Melewati jalan setapak di ladang yang sepi, hingga menuju jalan di dekat rawa. Jalan raya, lumayan besar namun sangat sepi. Jarang sekali ada kendaraan melintas disana. Hana berjalan sangat santai sambil mendengarkan lantunan sholawat, berjalan sekitar 15 menit. Hana sampai di dekat rawa rawa. Tak jauh dari Hana berhenti, ada sebuah keributan. Seperti perampokan atau penculikan hana tak tahu. Hanya ada seorang wanita paruh baya di ikat tangannya kebelakang dengan pintu mobil yang belakang terbuka. 2 orang berpakaian seperti preman, tidak terlalu tinggi dan berbadan tak terlalu besar. 1 orang didalam mobil yang berusaha keluar, tapi sepertinya tidak bisa. Hana melihat semuanya. Tapi hana hanya diam mematung tak bergeming dari tempatnya hingga beberapa saat. Dan disaat Hana menoleh. Seseorang diantara mereka melihat Hana. Karena tak ingin ikut campur urusan mereka, Hana berniat untuk berbalik arah saja. Namun baru beberapa langkah Hana menapakkan kaki, iya dipanggil oleh orang yang sepertinya menghadang mobil tadi.


"Hei gadis kecil, apa yang kamu lakukan disitu? "tanya salah satu dari mereka


"Ahh... Saya hanya ingin lewat saja. Tidak ingin apa apa" jawab Hana dengan tenang


Tiba-tiba seseorang berkata.


"Tangkap anak itu, jangan sampai ini bocor kepada siapapun. Aku tak ingin dia membocorkan tindakan kita kepada siapapun! " Mungkin itu ketuanya yang berkata.


"Tolong jangan tangkap anak itu, biarkan dia pergi, dia hanya sekedar jalan! " kata wanita paruh baya yang telah diikat tangannya dibelakang.


"Cepat tangkap! " Tegas seseorang itu lagi


Dengan cepat hana meletakkan handphonenya ke tanah. Saat orang itu akan menyentuhnya, Hana sudah melayangkan pukulan ke arahnya.


"Kurang ajar, berani sekali kamu" berusaha menangkap Hana.


Namun hana tak tinggal diam, dengan santai iya berjalan ke depan.


"Mau nangkap saya ? silahkan! " kata Hana begitu santainya.


Dan disaat yang bersamaan, ketika orang itu berlari menuju ke arah Hana, Hana mengeluarkan sesuatu dari sakunya dan menyemprotkan cairan ke muka orang tersebut. Bukannya menangkap Hana, orang tersebut malah menegangi wajahnya sambil berkata

__ADS_1


"Perih aduh perih aduh, tolong! "


Karena keadaan seperti itu, Hana menggunakan kesempatan ini untuk memukul orang terebut. Menghajarnya hingga babak belur. Menggunakan pukulan karate nya memukul dada dan leher. Menaikkan kakinya untuk menampar wajah orang tersebut. Hingga orang tersebut jatuh tersungkur ke tanah. Dengan segera hana melayangkan pukulan di wajah orang tersebut. Tak lama orang tersebut pingsan tak sadarkan diri.


Hana berjalan sambil merapikan jaket dan kerudung yang berantakan ketika iya berkelahi. Iya berjalan perlahan mendekat kepada satu orang yang berada di samping wanita paruh baya yang tak berdaya itu. Dengan cepat laki-laki tersebut mengambil pisau dan menodongkan ke arah wanita paruh baya itu. Dia mengancam.


"Aku akan menggorok lehernya kalau kamu berani mendekat! " Ancam orang tersebut.


Tapi Hana hanya berusaha tetap tenang menghadapi situasi seperti ini. Iya berjalan seolah menyerah didepan orang tersebut. Hingga preman tersebut menyuruh Hana duduk. Laki-laki itu sedikit menjauh untuk mengambil tali, sepertinya ingin mengikat Hana juga. Setelah sedikit jauh, dan saat laki laki tersebut berjalan di depannya. Hana menendang pisau dan pisau tersebut terjatuh. Belum sempat diambil hana sudah menendang lagi pas di bagian punggung lelaki tersebut. Lelaki itu langsung tersungkur, namun dengan cepat dapat berdiri. Hingga kesempatan ini digunakan hana untuk menyemprotkan cairan seperti tadi. Lelaki itu semakin dirundung kesakitan. Hana dengan gesit melayangkan kakinya ke udara hingga mengenai wajah lelaki tersebut. Tak disangka tendangan Hana membuatnya mengeluarkan darah dari mulut. Merontokkan beberapa gigi laki laki tersebut. Hana sekali lagi mendekat dan memukul leher samping orang tersebut dan akhirnya dia pingsan juga.


Hana berdiri dan mendekat kepada wanita paruh baya itu.


"Ibu tidak apa-apa? " tanya hana.


"Tidak nak, tolong lepaskan saya! " pinta ibu itu mengiba.


"Saya tidak bisa melepas tali ini bu, ini terlalu kuat " kata Hana.


Dan pandangan hana tertuju pada handphonenya. Iya segera berlari mengambil hp tersebut setelah kembali ke ibu itu, Hana mengeluarkan pisau lipat yang berada di cassing handphone nya. Mengiris tali tersebut hingga terlepas.


Setelah tali terlepas, Hana menuju ke laki laki yang tangannya terluka itu.


"Apa dimobil ada kotak P3K? "tanya Hana


"Seingat saya ada nak, saya carikan dulu" jawab ibu itu sambil berlari ke dalam mobil. Lalu kembali dengan membawa kotak yang diinginkan Hana. Hana memberikan pertolongan pertama kepada bapak itu. Merawat luka itu dengan telaten.

__ADS_1


"Kita harus segera membawanya ke klinik bu, ini lukanya sedikit parah, didepan sana ada klinik, kita kesana! " Hana berkata.


"Iya nak, ayo cepat. Kasihan pak andi" jawab ibu paruh baya itu.


Mereka naik ke mobil, tapi bapak itu sudah tak bisa untuk menyetir karena kondisi tangannya yang sakit.


"Mmm... Maaf bu, biar saya saja yang menyetir" hana memberi solusi.


"Iya" ibu itu mengangguk tanda setuju


Namun tiba tiba hana teringat sesuatu.


"Aaa ya ampun, kenapa bisa kelupaan sih" gumam Hana.


"Ada apa nak? " tanya ibu.


"Saya lupa belum mengikat mereka bu, kalau mereka sadar mereka akan kabur begitu saja. Saya akan turun sebentar ya" izin Hana sambil berlalu turun. Mengambil tali yang dipegang lelaki tadi lalu mengikat mereka dengan kuat. Tak lupa hana mengambil handphone disaku 2 lelaki itu.


"Kamu mengambil handphone nya nak? "ibu itu penasaran, untuk apa Hana mengambil hp ke 2 orang itu.


"Nanti ini bisa dijadikan alat bukti bu, saya juga sudah mencatat plat nomor mobil mereka. Jadi jika nanti ibu mau melaporkan kepolisi, kita ada barang bukti" tutur Hana menjelaskan sambil menyetir menuju ke klinik.


"Oh iya, saya paham maksud kamu nak" sambil menganggukkan kepala.


Akhirnya mereka sampai disebuah klinik yang tidak terlalu jauh dari sana.

__ADS_1


TBC


__ADS_2