KEKASIH HALAL CEO TAMPAN

KEKASIH HALAL CEO TAMPAN
Menyelidiki 2


__ADS_3

Selesai mandi, Hana keluar kamar. Mencari orang tuanya. Ternyata mereka telah siap pergi ke warung.


"Kamu tadi baru pulang Han? " tanya ayah Hana.


"Iya yah, tadi Hana kelapangan yang dekat rawa-rawa itu. Sekarang sudah banyak berubah ya yah, semakin ramai saja" Hana.


"Iya, sejak ada izin untuk berjualan disana, banyak sekali orang yang berusaha mengais rezeki dengan berjualan, dan semakin hari semakin banyak saja penjualnya" sahut ayah


"Ayah tidak mau buka cabang disana, sepertinya disana cukup ramai yah? " Hana memberi ide. Tapi ayah dan ibu Hana sudah terlebih dahulu memikirkan hal itu.


"Ayahmu itu sejak adanya izin berjualan, sudah ingin membeli sebuah ruko disana. Tapi kalau untuk pembelian ruko saat itu belum di izinkan. Dan baru dapat izin beberapa bulan lalu. Itupun rukonya baru dibangun belum selesai. Jadi ya harus sabar dulu Han" sahut ibu Hana.


"Maasya Allah, jadi ayah sudah membeli salah satu ruko disana? " tanya Hana


"Disuruh DP dulu sebagai tanda bukti jadi Han, jadi belum semuanya" kata ayah


"Kalau begitu, Hana tidak jadi kerja di utama grub saja lah, Hana mau berbisnis sendiri, membantu ayah mengurus warung bakso hehhee" ceplos Hana.


"Hana Hana" kata ibu dan ayah Hana menggelengkan kepala dengan tingkah putri bungsunya itu.


"Oh iya yah, mas Bilal belum kesini lagi? "tanya Hana.


"Belum, kemarin kesini bareng sama Daffa itu" jawab ayah. "Oh, iya apa sudah memberi kabar kapan akan mengajak orang tuanya kesini? " sambung ayah lagi.


"Belum yah, tapi setiap hari pak Daffa hubungi hana kok, sekedar tanya kabar" Hana tersenyum.


"Awas jangan kebablasan, belum muhrim" ibu Hana memperingatkan.


"Iya bu, Hana ngerti".


"Ya sudah ibu sama ayah mau berangkat dulu ya, kamu jaga rumah saja ngga usah ikut ke warung! " perintah ibunya.


"Padahal Hana ingin sekali ikut lo bu" Hana sedikit cemberut.

__ADS_1


"Sudah jaga rumah saja ya!" kata ayah.


"Iya, ayah dan ibu hati hati ya" Hana menurut.


"Iya, assalamualaikum"


"Wa'alaikumsalam"...


Setelah ayah dan ibu Hana pergi, Hana menyelesaikan sarapannya.


Hana kembali kekamar, mengabil laptop dan menyalakannya. Mengambil handphone dan mnegetikkan sesuatu di laptopnya. Tak lama kemudian muncul informasi yang di inginkan hana. Membuka nomor telepon ke 2 preman tadi. Hingga iya mencari tahu siapa orang itu sebenarnya. Hana mulai menggali informasi tentang ke 2 preman yang dihajarnya tadi. Membuka sistem IT dari disdukcapil untuk mengetahui sesuatu. Dan dari sana iya menemukan hal yang biasa saja tentang orang itu. Hana bisa melakukan ini semua. Karena iya adalah seorang ahli IT yang sudah terlatih. Dan lulusan terbaik disalah satu universitas di London. Bukan hal sulit bagi Hana untuk melakukan itu semua.


Setelah mengetahui identitas orang tersebut, Hana beralih ke email yang tertera di ke 2 hp itu. Mengacak acak isinya. Hingga iya menemukan semua yang berada didalam hp tersebut. Dengan cepat Hana mengcopy semua data di hp tersebut. Lilacaknya satu persatu tentang pesan dan semua panggilan. Ternyata ada chat dan panggilan yang menurut Hana mencurigakan. Uya segera memeriksa nomor tersebut. Setelah berhasil mendapatkan identitas dari nomor itu, Hana kembali menyelidiki sesuatu. Hana mengecek identitas nomor tersebut. Itu adalah panggilan dari salah satu nomor telepon yang namanya tak asing untuk Hana. Yaitu nomor seorang pemilik perusahaan besar. Yuda Bagaskara, orang itu sangat terkenal. Pemilik perusahaan yang bergerak sama seperti Utama grub. Hana menyimpulkan, bahwa ke 2 preman tersebut adalah orang orang suruhan dari pesaing bisnis tuan Daffa. Tapi apa hubungannya wanita tersebut dengan 2 perusahaan itu, dan siapa wanita tadi ? Hana berfikir. Tapi iya segera menyadarkan diri supaya tak banyak ingin tahu. Hana menutup laptopnya. Lalu meneruskan membaca novelnya. Iya bingung harus berbuat apa dirumah sendirian. Saat sedang membaca novel, handphone Hana berdering dan nama Daffa tertera dilayar. Hana mengeryitkan dahinya. Ada apa Daffa menghubunginya di jam sibuk seperti ini.


Daffa yang berada di kantor polisi segera mencari tahu. Siapa sebenarnya yang sudah menyerang mama dan hampir menculik mamanya itu. Iya menemui orang itu di tahanan. Namun Daffa harus kecewa karena orang itu tak mau membuka suara dan malah memilih untuk dipenjara. Daffa tak habis akal untuk mengetahui semua itu. Iya menyuruh staf IT dan juga rey untuk mencari tahu siapa dalang dibalik semua ini. Iya tak mau kejadian serupa terulang lagi. Jadi Daffa harus lebih waspada lagi.


Sepulang dari kantor polisi, Daffa langsung pergi e kantor. Ada meeting dengan client hari ini. Dan itu sangat penting jadi tidak bisa ditinggalkan. Sesampainya daffa di kantor, iya disambut oleh Dita dan Rey. Daffa lngsung masuk ke ruangannya di ikuti oleh Rey dan Dita.


"Bacakan jadwalku hari ini! " Daffa meminta.


"Ok, terimakasih, kamu bisa keluar sekarang! " pinta Daffa


Setelah dita keluar, pintu tertutup.


"Masih ada 1 jam lagi untuk meeting. Hari Ini ada kejadian buruk menimpa mama Rey. Aku tak habis fikir kenapa mereka menyerang mama. Apa mungkin mama mempunyai musuh di luar sana. Atau itu adalah salah satu pesaing bisnis kita. Yang berusaha menghancurkanku." Daffa berkata dengan tegas.


"Saya akan menyelediki ini tuan" kata Rey


"Iya, aku mau kamu mencari tahu tentang semua ini. Dan lagi tadi mama bilang kalau mama ditolong oleh seorang gadis cantik bernama Zahra, kamu juga harus menemukan gadis itu! " perintah Daffa


"Iya tuan. Oh iya apakah tuan Daffa sudah sarapan ?


"Ahh, iya Rey, aku sampai lupa tak memikirkan sarapan, kamu pesankan aku makanan ya! " perintah Daffa

__ADS_1


"Baik tuan" Rey sgera melakukan panggilan untuk memesan makanan.


"Oh iya rey, kira kira Hana bisa membantu kita atau tidak ya ? dia kan sudah lulus dan sudah pulang beberapa hari yang lalu. Mungkin dia sudah siap untuk bekerja di sini, lagi pula Dita sudah sangat mendekati waktu cuti nya" tanya Daffa


"Nanti biar saya coba menghubungi nona Hana tuan" Rey


"Coba saya hubungi saja sekarang" sambil mengeluarkan hp nya


'tuut tuut tuttt' panggilan tersambung, dan jawaban suata seorang gadis disebernag sana terdengar.


Me "Assalamualaikum, mas Daffa ?


Daffa "Wa'alaikumsalam wr wb, apa kamu sibuk Hana? "


Hana " Tidak tuan, ada yang bisa saya bantu? "


Daffa "Iya, jadi begini, apa kamu sudah siap untuk bergabung dengan utama grub ?


Hana "maksud bapak? "


Daffa "Kamu sudah siap bekerja di kantor , kalau sudah siap, segera siapkan lamaran kamu, dan datanglah ke kantor besok pagi" perintah Daffa


Hana "iy.. iya pak saya siap"


Daffa "Baik besok pagi jam 8 saya tunggu di kantor, bilang saja ingin menemui saya..


Hana "Iya pak, terima kasih


Daffa "Assalamualaikum"


Dana "Wa'alaikumsalam"


dan telepon pun dimatikan.

__ADS_1


Hana bergegas menyiapkan semuanya. Iya segera pergi menuju ke warung, menyusul ayah dan ibu nya.


TBC....


__ADS_2