KEKASIH HALAL CEO TAMPAN

KEKASIH HALAL CEO TAMPAN
Rencana


__ADS_3

Daffa, Hana, Rey dan Bilal bergegeas meninggalkan kantor. Mereka segera ke rumah utama. Sesampaiya dirumah utama, Daffa dan Rey segera menuju ke ruang kejujuran. Sudah saatnya mengeksekusi pelaku yang membuat Daffa kesal. Jangan tanya tantang penyesalan yang sudah dirasakan orang yang pernah keluar dari tempat itu. Daffa membuka pintu dengan tiba-tiba, lalu iya berjalan duduk di kursinya.


"Rey, segera lakukan tugasmu" ! Perintah Daffa. Akhirnya diapun bangkit dan berjalan kearah Victor.


"Hallo tuan Victor" Ucap Rey sambil mengelurkan sebuah pistol. " Anda mau berbicara sendiri atau pistol ini yang akan memaksamu untuk berbicara? " Pertanayaan dari Rey membuat lelaki yang bernama Victor tersebut terlonjak kaget. Dengan wajah gugup dan keringat sebiji-biji jagung menetes Victor menjawab.


"Apa yang harus saya katakan, bahkan saya tidak merasa membuat salah dengan kalian" Ucap Victor.


"Perhatikan baik-baik ini apa? " Jawab Rey sambil menunjukkan sebuah printout yang sudah dia sediakan. Victor memandang kertas tersebut dengan sedikit terkejut. " Bagaimana mungkin hal itu bisa diketahui oleh mereka" Batin Victor.


"Apa ada tahu sedang berhadapan dengan siapa? " Tanya Rey. "Atau anda memang sengaja ingin membuat masalah? " Ucap Rey kembali.


"Aaaa... Anu, itu bukan keinginan saya sendiri. Saya hanya dimintai tolong. Dengan senang hati saya lakukan karena saya memang bisa" Jawab Victor.


"Katakan siapa yang menyuruhmu? " Rey berkata dengan nada dingin.


"Alisa Subagya" Jawabnya dengan cepat. Iya tak mau berlama-lama berada di ruangan ini. Terlalu mencekam pikirnya.


"Kenapa dia menyuruhmu melakukan ini? " Tanya Rey penuh penekanan.


"Untuk membuktikan kepada seseoran jika dia bisa dan pantas untuk bekerja sama dengan orang tersebut" Jawab Victor masih dengan nada bicara yang ketakutan.


"Siapa orang tersebut? " Rey terus mengejarnya dengan berbagai pertanyaan. Sedangkan Daffa mendngarkan dengan perasaan menahan emosi. Iya tak ingin turun tangan sendiri selama Rey masih bisa menangani.


"Tuan,dalang dari semua kerusuhan ini adalah Yuda" Ucap Rey sedikit berbisik ketika dia sudah berada di dekat Daffa.


"Pikirkan cara untuk membalas mereka. Aku tak mau mereka tetap bahagia diatas penderitaan orang lain" Ucap Daffa. Lalu Rey kembali mendekati Victor.


"Kamu mau secepatnya keluar dari sini? " Tanya Rey mendekat. Namun Victor hanya diam saja.

__ADS_1


"Katakan sesuatu, atau kamu memilih salah satu dari benda ini" Rey mulai menakut-nakuti. Victor semakin terdiam. Tiba-tiba ponselnya berdering.


"Biar kuangkat, dan kamu berbicaralah! " Rey berkata sambil membuka ponsel victor. Iya mengusap layar smartphone tersebut.


"Iya, Alisa, ada apa? " Tanya Victor dengan suara tertahan takut.


"Kamu dimana? "  Saat akan menjawab, Rey memelototinya.


" Aku sedang ada di rumah teman" Jawab Victor.


"Aku ada tugas untukmu, kembalilah! " Ucap Alisa dari seberang telepon.


"Apa? " Tanya Victor.


"Aku ingin kamu mengeditkan fotonya Hana, biasalah, aku mau menghancurkan hubungannya dengan Daffa. dan supaya aku bisa kembali ke Daffa" Ucap Alisa. Victor memandang kearah Rey karena tiba-tiba panggilan diakhiri oleh Rey.


"Baiklah, aku akan menuruti kemauanmu, tapi tolong jangan apa-apakan saya" Victor semakin ketakutan.


"Oke, sekarang kamu telepon balik si Alisa, lalu bilang kedia kalau kamu bersedia membantunya. Setelah itu serahkan kepadaku, biar aku yang mengurusnya" Ucap Rey, sepertinya iya memiliki rencana,


"Baik, akan aku lakukan" Victor menyanggupinya.


"Bagus, sekarang telepon dia, dan kamu akan saya lepaskan setelah urusanmu selesai" Ucap Rey, sambil melakukan panggilan di ponsel Victor. Setelah panggilan selesai, Rey keluar dengan Daffa dengan membawa ponsel Victor. Belum sampi Rey membuka pintu, Daffa menyuruh Rey melepaskan Victor.


"Lepaskan saja dia" Perintah Daffa. Reyawalnya kaget dengan perintah Daffa. Namun iya berfikir jika Daffa pasti sudah memiliki rencana.


Diluar, Bilal dan Hana sudah menunggu. Tiga orang yang kemarin menjadi suruhan Alisa juga  sudah menunggu di depan.


"Mas, bagaimana? " Tanya Hana saat mendapati suaminya datang.

__ADS_1


"Setelah ini, kita harus bertindak cepat" Ucap Daffa.


"Apa terjadi sesuatu? " Tanya Bilal.


"Tidak mas, mas Bilal tenang saja" Jawab Daffa.


"Kalau tidak ada apa-apa, aku harus ke tempat latihan" Ucap Bilal. Daffa mengangguk.


"Jaga Hana baik-baik ya! " Ucap Bilal lagi.


"Iya, mas Bilal jangan khawatir, setelah ini kita akan fokus pada kesembuhan ayah" Jawab Daffa.


"Ya ssudah aku pergi dulu" Pamit Bilal.


Setelah Bilal pergi, Daffa mengajak Hana dan Rey ke ruang kerjanya. Ada yang harus dilakukan.


"Ayo, kita ke ruang kerja, disana lebih tenang" Ajak Daffa. Rey dan Hana pun mengikuti. Sesampainya di ruang kerja Daffa, Rey segera menyalakan seluruh PC. Rey tahu maksud Daffa.


"Rey, untuk ketiga orang kemarin, biar disini dulu. Suruh tinggal di paviliun. Kita selesaikan masalah Yuda. Dia sudah menggunakan cara licik, kita harus berbuat sesuatu" Ucap Daffa.


"Iya tuan, lalu apa yang akan kita lakukan" Tanya Rey.


"Lockdown seluruh system Bagaskara Grub" Perintah Daffa.


"Tapi, saya belum bisa melockdown system secara permanent tuan, nona Hana lebih bisa" Jawab Rey.


"Nanti biar aku bantu" Jawab Hana. Akhirnya mereka bekerja sama. Membentuk satu kesatuan agar lebih mudah bekerja.


TBC

__ADS_1


__ADS_2