KEKASIH HALAL CEO TAMPAN

KEKASIH HALAL CEO TAMPAN
London 3


__ADS_3

"Perkenalkan mas, ini smith dan Smith, ini suami ku, Daffa Yudhistira Utama" Ucap Hana memperkenalkan. Daffa dan Smith pun berjabat tangan. Mereka saling senyum.


"Senang bertemu dengan anda tuan Daffa" Ucap Smith dengan bahasa Indonesia berlogat Inggris.


"Salam kenal Mr. Smith, saya juga senang bisa bertemu dengan anda" Balas Daffa. Dan mereka pun duduk disatu meja. Memesan makanan sebagai pelengkap berbicara.


"Bagaimana kabar kalian? " Tanya Smith.


"Alhamdulillah baik, kamu sendiri bagaimana? " Hana ganti bertanya.


"Seperti yang kamu lihat, saya baik sekali" ucap Smith lagi.


"Mr Smith lancar bahasa Indonesia ya? " Tanya Daffa penasara.


"Jadi sebenarnya ibu saya asli orang Indonesia tuan Daffa. Cuma sedari dulu kami tinggal disini" Jawab Smith.


"Pantesan, lancar ya bahasa Indonesia nya" Gumam Daffa. Hana dan Smith hanya tersenyum.


Setelah berbincang-bincang, Smith mengatakan suatu hal mengapa dia ingin bertemu dengan Hana.


"Hana, sebenarnya aku ingin bertemu kamu karena ada hal penting yang ingin aku sampaikan" Ucap Smith.


"Ada apa smith, kenapa harus aku? " Tanya Hana belum mengerti. Hana dan Daffa memperhatikan Smith seperti ingin mengatakan sesuatu, namun terlihat ragu-ragu.


"Katakan saja, jika kami bisa membantumu, dengan senang hati akan kami lakukan" Ucap Daffa sambil menatap ke arah Smith.


"Jadi begini tuan Daffa dan Hana. Kenapa saya menelpon Hana. Karena saya rasa ini adalah waktu yang tepat. Saya selalu berharap jika Hana akan menginjakkan kaki di London lagi. Saya sudah menunggu beberapa bulan yang lalu" Ucap Smith dengan pelan.


"Maksudnya bagaimana Smith, aku ngga paham" Ucap Hana yang sedikit bingung. Hana gantian memandang Daffa dan Smith.


"Begini Hana, aku punya urusan hati yang sedikit rumit. Itu karena aku tak mengenal Tuhanku, dan aku tahu kamu adalah seorang muslim yang taat. Dulu saat masih kuliah, aku melihatmu sering beribadah, aku ajak makan siang setiap hari senin dan kamis kami tak mau katanya kau juga sedang berpuasa. Aku merasa jika kamu bisa membantuku. Disini teman-temanku tak ada yang sepertimu. kebanyakan beragama non muslim, dan yang muslim taat aku rasa hanya kamu" Ucap Smith berucap lalu berdiam, seperti memikirkan sesuatu.


"Lalu" Daffa menimpali.


"Maaf jika aku merepotkan kamu dan suamimu" Sahut Smith. "Aku mau belajar agama islam ke kamu, atau kamu bisa menunjukkan dimana tempat aku bisa belajar agama yang tepat, aku mau masuk islam Hana, tuan Daffa, dan aku ngga mau ada kesalahan dalam brlajar. Harus belajar ke ahlinya" Ucap Smith sambil menunduk malu. Hana dan Daffa sekarang mengerti kemana arah pembicaraan Smith. Hana tersenyum. Iya tahu jika Smith adalah seorang atheis.

__ADS_1


"Kenapa tidak bilang dari tadi، kamu itu membuat kami was-was saja" Ucap Daffa sambil tersenyum.


"Apa tuan Daffa dan Hana bersedia saya repotkan" Jawab Smith senang.


"Kami tahu tempat belajar yang tepat untuk kamu. Kebetulan di dekat rumah Hana ada sebuah ponpes, kamu bisa kesana" Jawab Hana.


"Ponpes itu apa Han? " Tanya Smith belum mengerti. Dan dengan pelan-pelan Hana menjelaskan.


"Ponpes itu adalah sebuah singkatan dari Pondok Pesantren, dan pondok pesantren itu sendiri adalah tempat menimba ilmu agama islam" Ucap Hana menjelaskan.


"Jadi saya harus belajar di pondok pesantren yang kamu sebutkan tadi? " Tanya Smit lagi.


"Itu kalau kamu bersedia. Kamu harus mengikuti peraturan di sana, tidak sebebas kehidupan diluar seperti ini" Jawab Hana.


"Tapi, kalau bisa kamu kalau belajar agama bukan karena wanitamu itu, tapi karena Allah" Sambung Hana.


"Allah itu siapa Hana? " Tanya Smith lagi. Hana dan Daffa tersenyum mendengar pertanyaan dari Smith. Hana menjawab.


"Allah itu Tuhan yang maha Esa. Tuhan yang menciptakan segala sesuatu. Termasuk yang menciptakan kita" Ucap Hana berhati-hati, takut salah berbicara.


"Iya, itu benar" Jawab Hana. "Dan jika kamu benar-benar ingin mengenal siapa Allah, kamu harus belajar terlebih dahulu. Supaya kamu bisa mengenal Allah lebih dekat" Ucap Hana.


"Aku ingin belajar agama islam, karena ada beberapa kejadian yang membuatku sangat tertarik dengan Islam" Ucap Hana.


"Maksud ku seperti ini Han, Sepertinya islam itu sebuah agama yang sangat menghargai satu sama lain. Lemah lembut dan sangat menyenangkan. Aku sudah beberapa minggu ini merasakan perbedaan saat aku memasuki tempat ibadah dari masing-masing agama. Dan saat mendengar bacaan orang islam, hati aku bergetar, ada ketenangan didalamnya" Smith menjelaskan. Daffa dan Hana masih setia mendengarkan.


"Saat aku mendengar bacaan orang-orang muslim saat beribadah bersama, hatiku sangat tenang, saking aku merasakan haru, aku meneteskan air mata. Entah kenapa bisa seperti itu" Ucap Smith lagi.


"Aku yakin Hana dan tuan Daffa pasti bisa membantu" Smith terus berkata sedangkan Hana dan Daffa tetap setia mendengarkan.


"Apa kamu yakin dengan keputusanmu? " Tanya Daffa.


"Sangat yakin tuan Daffa" Jawab Smith mantap.


"Kalau begitu kamu bisa ikut kami, dan belajarnya nanti di pesantren. Nanti biar kami mengurusnya untuk pendaftaran" Ucap Daffa.

__ADS_1


"Tuan Daffa serius? " Tanya Smith berbinar, iya tak menyangka jika akan diberi kemudahan"


"Iya, kamu bersiap-siaplah, besok kami akan kembali ke Indonesia" Ucap Daffa.


"Baik tuan, sekarang mari kita makan dulu" Ajak Smith mempersilahkan.


"Mari" Dan merekapun makan hingga habis. Begitu selesai makan, Daffa dan Hana pamit undur diri. Mereka berpisah.


Didalam mobil menuju ke Hotel, Hana menjelaskan kepada Daffa tentang Smith.


"Jadi, Smith itu sebenarnya anak konglomerat juga mas. Iya anak seorang pengusaha, Nama ayahnya cukup terkenal" Ucap Hana.


"Siapa nama ayah Smith sayang" Daffa bertanya.


"Kalau tidak salah Jason Smith" Jawab Hana.


"Jason Smith itu pemilik perusahaan terbesar di sini, apa Smith itu benar-benar anak dari Mr. Jason? " Tanya Daffa.


"Iya mas, aku pernah lihat sekali pas wisuda waktu itu, mirip banget sama Smith" Hana menjawab.


"Nama Smith itu siapa sayang, kok dia dipanggil Smith? " Tanya Daffa.


"Marion Regan Smith, Dia memperkenalkan nama Smith cuma ke sahabat-sahabatnya mas, yang lain manggilnya tetap Marion" Ucap Hana menjelaskan.


"Kelihatan sih Smith itu orangnya agak tertutup" Ucap Daffa.


"Emang iya mas, dia jarang menceritakan masalah pribadi ke orang lain" Hana menimpali.


"Kok kamu bisa kenal dia bagaimana ceritanya sayang? " Tanya Daffa lagi.


"Dulu aku pernah satu kelompok sama dia mas, waktu itu satu kelompok ada 3 orang, aku Nancy sama Smith. Tapi Nancy terlalu sombong kepada Smith, jadi dia ngga terlalu suka. Dan hampir setiap kali ada tugas kelompok, Smit selalu nyari aku. Akhirnya kita jadi sahabat. Dan dia mengajarkan banyak hal tentang IT. Termasuk saat magang pun Hana di perusahaan ayahnya Smith. Sama tunangannya Smith juga pastinya" Ucap Hana menjelaskan panjang lebar.


"Hebat sekali istri mas ini" Puji Daffa. Saat berada ditengah perjalanan. Hana melihat tempat favorit saat kuliah. Ia mengajak Daffa untuk mampir sebelum pulang ke Indonesia. Akhirnya mereka berhenti disana.


TBC.

__ADS_1


__ADS_2