KEKASIH HALAL CEO TAMPAN

KEKASIH HALAL CEO TAMPAN
Mengakui


__ADS_3

Daffa memandang ke arah Fariz dengan tatapan mengintimidasi. Seoalh-olah iya ingin jawaban saat ini juga. Fariz pun di buat merinding dengan tatapan Daffa yang tajam ke arahnya. Iya segera memberitahu maksud dari semua tindakan ini.


"Jadi, aku menyukai Nadia sejak semalam kita bertemu di VC. Aku merasa bahwa Nadia adalah gadis yang beda dengan gadis yang lain. Makanya, aku meminta seseorang untuk membuat motornya mogok. Biar aku bisa berkenalan dengannya" Ucap Fariz sedikit ragu-ragu. Daffa pun tak menyangka jika Fariz akan jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Nadia. Yang iya tahu tentang Fariz. Bahwa saudara sepupunya itu sulit untuk jatuh cinta. Dia bahkan tak percaya dengan ucapan Fariz saat ini.


"Lalu apa rencana mu selanjutnya? " Tanya Daffa.


"Ya itu, mendekati Nadia" Ucap Fariz lagi.


"Gunakan cara yang baik. Nadia bukan gadis kota seperti kebanyakan gadis-gadis. Sepertinya dia masih polos" Ucap Daffa.


"Kalau kamu memang berniat baik, segera Halalkan. Jangan ngajak pacaran" Ucap Daffa lagi.


"Jadi kamu mendukung ku untuk mendekati Nadia? " Tanya Fariz girang. Dan pertanyaan itu dijawab anggukan oleh Daffa.


"Terimakasih Daffa" Fariz tersenyum menang. Iya merasa senang karena niatnya untuk mendekati Nadia mendapatkan dukungan dari Daffa.


"Jadi karena VC semalam itu yang membuatmu datang kemari? " Tanya Daffa lagi. Fariz hanya menjawab dengan cengengesan. Iya pun pamit undur diri.


Hari ini, Daffa dan Hana akan mengantarkan Haidar ke London. Daffa merasa jika Haidar harus segera bersekolah. Iya memastikan seluruh kebutuhan Haidar di London terpenuhi dengan baik.


"Gara-gara Fariz kita harus mengurusi hal seperti ini. Tapi aku senang sayang kalau si Fariz menyukai Nadia. Itu artinya dia lelaki normal" Ucap Daffa kepada Hana saat sudah kembali ke kamarnya. Hana yang sejak tadi berkemas menghentikan aktivitasnya.


"Memangnya Fariz ngga normal mas dari dulu? " Tanya Hana dengan polosnya.


"Aku mengira seperti itu, karena dia sangat sulit jatuh cinta. Terlalu dingin kepada wanita" Sahut Daffa yang berjalan ke arah Hana dan membantu berkemas.


"Seperti mas Daffa dulu kan? " Tanya Hana langsung. Dan itu dijawab anggukan oleh Daffa. Daffa langsung mencubit pinggang Hana.

__ADS_1


"Tapi setelah ketemu sama kamu, aku jadi tahu rasanya jatuh cinta, sangat menyiksa ketika merasakan rindu namun tak bisa bertemu. Jangankan memandang, menatapmu saja tak bisa" Ucap Daffa mengenang. Hana yang mendengar hanya bisa tersenyum.


"Dulu, ingin sekali mas meluk kamu saat mau berangkat ke London. Tapi mas ngga punya keberanian untuk itu. Rey saja sampai geleng-geleng kepala lihat kelakuan mas yang sedang jatuh cinta, Hehe" Daffa bercerita sambil membantu berkemas.


"Kok bisa waktu itu mas ada di bandara? " Tanya Hana penasaran.


"Malam sebelum keberangkatanmu ke London, aku ngga bisa tidur sayang. Entah kenapa kamu selalu difikiran mas terus. Hingga pagi mas tanya ke Rey jam berapa kamu dan teman-temanmu berangkat. Rey bilang masih ada waktu beberapa jam lagi. Aku langsung bilang kita harus ke bandara saat itu juga. Tapi Rey bilang ada meeting penting. Mas tunda dulu meetingnya. Mas sebenarnya ragu, tapi Rey memberi saran untuk memberikan kalian wejangan waktu itu. Akhirnya mas setuju danbisa nemuin kamu di Bandara sebelum berangkat" Ucap Daffa panjang lebar Hana hanya mendengarkan.


"Pantes saja hehe. Hana waktu itu gugup banget" Ucap Hana.


"Tapi sekarang udah ngga gugup banget kan kalau disamping mas? " Tanya Daffa. dan dijawab anggukan oleh Hana.


Mereka telah selesai berkemas.


"Aku ngecek Haidar dulu ya sayang, kamu siap-siap dulu" Ucap Daffa.


"Iya mas, Hana mandi dulu" Sahut Hana sambil melangkah ke kamar mandi. Dikamar, Haidar sudah siap dengan segala keperluannya. Keperluan yang kemarin tertunda mau dibeli oleh Hana dan Daffa sudah dibelikan oleh seorang ART. Sekarang Haidar sudah siap meninggalkan Indonesia.


"Sudah pa, tinggal berangkat" Jawab Haidar.


"Bagus, papa siap-siap dulu ya. Kamu tunggu. Mama juga lagi siap-siap itu" Ucap Daffa sambil memegang kepala Haidar.


"Iya pa" Haidar tersenyum. Daffa kembali ke kamar. Menutup pintunya lalu memutar kunci. Mendapati istrinya yang belum keluar dari kamar mandi. Iya menyusul masuk. Memegang handle pintu dan memutarkan, ternyata tak dikunci. Daffa langsung masuk. Hana melonjak kaget karena tiba-tiba Daffa memeluknya.


"Astaghfirullahaladzim. Mas Daffa" Ucap Hana kaget.


"Hehe, maaf ya sayang, mas ngga ketok pintu dulu" Ucap Daffa sambil melepas pakaiannya.

__ADS_1


"Mas mau apa? " Tanya Hana terkejut.


"Mau mandi lah sayang, emangnya mau apa. Itu Haidar sudah menunggu kita" Ucap Daffa tenang. Iya langsung mengguyur tubuhnya dibawah shower. Hana melongo melihat tingkah Daffa yang tak merasa malu sama sekali.


"Hana sudah selesai, emm, Hana keluar dulu ya mas" Ucap Hana sambil meraih handuk untuk menutupi tubuhnya. Dia langsung bergegas keluar kamar mandi. Didalam, Daffa hanya cekikikan melihat tingkah istri kecilnya. Iya bergegas menyelesaikan mandinya lalu keluar. Di luar, Hana telah memakai baju lengkap. Sekarang sedang memoleskan makeup ke wajahnya.


"Sayang, jangan cantik-cantik. Mas ngga mau kecantikanmu dinikmati banyak orang. Hanya mas yang boleh melihatnya" Ucap Daffa samil memakai baju.


"Iya mas" Hana menjawab santai.


Kini, Hana, Daffa dan Haidar telah siap. Mereka bersiap diruang tengah. Menunggu Rey datang. Sambil duduk, Daffa memberikan pesan kepada Haidar.


"Haidar, kamu harus belajar dengan sungguh-sungguh di London. Jangan kecewakan kami semua. Terutama orang tuamu yang sudah tidak ada! " Ucap Daffa menasihati.


"Haidar akan belajar dengan sungguh-sungguh pa, Haidar berjanji. Haidar akan merebut kembali apa yang seharusnya menjadi milik Haidar. Terimakasih, karena papa Daffa dan mama Hana sudah menerima Haidar" Ucap Haidar tegas. Mengisyaratkan jika dia bersungguh-sungguh.


"Bagus nak, disana kamu jangan lupa beribadah. Sholat yang utama. Jangan sampai ketinggalan" Nasehat Hana sebelum Haidar berangkat.


"Iya ma, Haidar akan selalu mengingat pesan mama. Terimakasih untuk semuanya" Jawah Haidar.


"Ingat selalu pesan orang tua ya nak. Harus bersungguh-sungguh. Buat orang tuamu bangga. Untuk urusan kakek Wira, biar opa yang mengurusi" Ucap tuan Aji juga memberi pesan.


"Baik opa, oma. Haidar titip kakek ya. Kasihan kakek sudah tua, Om dan tante pasti tidak akan ingat sama kakek" Ucap Haidar menunduk sedih.


"Kamu jangan khawatir. Kakekmu akan baik-baik saja" Ucap tuan Aji menyemangati Haidar. Saat sedang berbicara, terdengar deru mobil memasuki halaman. Ternyata Rey sudah sampai. Para pelayan pun segera memasukkan barang-barang yang akan dibawa oleh Hana Daffa dan Haidar setelah dirasa cukup. Mereka pun berpamitan.


"Pa, ma, kami berangkat dulu ya" Ucap Daffa sambil mencium punggung tangan orang tuannya. Dibelakang diikuti oleh Hana dan Haidar. Mereka berjalan menuju ke mobil. Rey pun ikut menyalami tuan Aji dan Nyonya Sarah.

__ADS_1


Mereka berangkat ber 4 menuju bandara.


TBC.


__ADS_2