KEKASIH HALAL CEO TAMPAN

KEKASIH HALAL CEO TAMPAN
Olahraga Malam


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 22.47, Hana merasa matanya sudah mengantuk. Daffa yang mengerti jika istrinya lelah segera berbicara.


"Semuanya, maaf ya, sepertinya Hana lelah. Dan ini juga sudah malam, saya izin untuk istirahat dulu" Ucap Daffa.


"Ya sudah, ini memang sudah malam. Kalian semua beristirahatlah" Tutur tuan Aji.


"Yaah, kan Manda masih pengen ngobrol" Sahut Amanda cemberut.


"Besok dilanjut lagi Manda, ini sudah malam waktunya istirahat" Sambung Fariz.


Amanda menurut dan semua orang berlalu pergi ke kamarnya masing-masing.


Hana yang sudah berada di dalam kamar Daffa pun duduk di ranjang. Hana merasa canggung karena ini untuk yang kedua kalinya iya berdua saja dengan Daffa. Sedangkan Daffa berlalu ke kamar mandi. Waktu keluar iya memandang Hana yang masih duduk.


"Sayang, kok belum tidur? Tanya Daffa.


"Emm... Aa aanu mas, iya ini Hana mau tidur" Jawab Hana terbata-bata karena gugup.


"Emang kamu ngga capek kok ngga tidur, apa nungguin mas minta dipeluk lagi? " Tanya Daffa menggoda. Hana yang mendengar pun pipinya merona. Hana akui memang iya sangat nyaman berada dalam pelukan Daffa.


"Hana mau ke kamar mandi dulu mas" Hana yang sejak tadi merasakan perutnya tidak nyaman. Iya segera berlalu ke kamar mandi dan menutup pintunya. Setelah keluar, Hana memanggil Daffa pelan.


"Mas, sudah tidurkah? " Tanya Hana pelan, seperti sedang berbisik.


"Belum sayang, ada apa, apa kamu mau minta jatah? " Tanya Daffa sambil mengerlingkan matanya genit.


"Bukan mas, tapi... " Hana malu untuk mengatakannya.


"Kenapa sayang, kamu sakit? " Tanya Daffa kawatir. Hana menggelengkan kepala.


"Aku... Aku boleh minta tolong? " Tanya Hana ragu-ragu.


"Apa sayang? " Tanya Daffa lembut seolah tahu Hana merasa sungkan.


"Tolong antarkan Hana ke minimarket buat beli pembalut, cuma ada satu di tas, tak ada stok lagi" Tutur Hana pelan.


Daffa yang mengerti maksud Hana pun tersenyum. Dalam hati iya menyayangkan kejadian ini. Namun tak di perlihatkan kepada Hana.

__ADS_1


"Ahh, ngga jadi deh" Batin Daffa.


"Ya ampun sayang, kenapa ngga bilang dari tadi? Ayo! " Berjalan menuju meja nakas mengambil jaket, dompet dan kunci mobil. Meraih tangan Hana dan menggandeng keluar kamar. Namun Hana berhenti di depan pintu, membuat Daffa bertanya.


"Sayang, ada apa? " Tanya Daffa.


"Tidak apa-apakah kita keluar malam-malam begini mas? " Tanya Hana ragu.


"Maksud Hana, apa tidak mengganggu yang lain? " Tanya Hana kembali.


"Tidak akan sayang, kamu tenang saja" Jawab Daffa sambil tersenyum. Hana hanya tersenyum dan menurut atas perlakuan manis Daffa.


Setelah sampai dimobil, mereka keluar menuju ke minimarket terdekat. Begitu sampai, mereka turun dan masuk.


"Mas, mau ikut juga? " Tanya Hana.


"Memangnya kenapa? " Tanya Daffa sedikit heran dengan sifat pemalu istrinya.


"Mmm... Ya ngga kenapa-kenapa, tapi ini kan... " Ucapan Hana terputus oleh Daffa.


"Kamu malu, aku kan suamimu sayang. Jadi ngga masalah tahu semua tentang kamu" Tutur Daffa yang gemas kepada Hana. "Sudah ayo, keburu malam" Ucap Daffa sambil membuka pintu mobil. Hana menurut dan ikut keluar juga.


"Mas, ngga banyak. Pakai ini saja" Ucap Hana sambil mengeluarkan uang dari dompet.


"Ngga apa sayang, kamu simpan uang kamu. Ini mas juga beli cemilan" Tutur Daffa. Hana yang melihat pun memasukkan uangnya kembali. setelah selesai, mereka pulang.


Didalam mobil Hana bingung melihat apa yang di beli Daffa.


"Mas, biasa ngemil ya? " Tanya Hana .


"Iya, kalau lagi nonton tv suka ngemil sayang" Jawab Daffa sambil menyalakan mobil.


"Oh, iya" Hana mengerti. Mobil melaju kembali kerumah Daffa. Saat ini jalanan begitu lenggang karena jam sudah menunjukkan tengah malam. Hana sedikit merinding. Iya teringat tentang cerita seram teman-temannya tentang orang haid. Hana bergidik ngeri.


Saat melewati sebuah ladang kosong. Tiba-tiba Daffa mendadak ngerem. Hana sampai terbentur karena iya tak mengenakan sabuk pengaman.


"Ada apa mas? " Tanya Hana menoleh ke Daffa sedikit takut .

__ADS_1


"Sayang, ada anak kecil didepan hampir tertabrak karena iya berlari, coba mas lihat dulu ya" Daffa keluar ingin melihat anak tersebut dan Hana pun mengikuti. Daffa dan Hana terkejut karena dari belakang anak tersebut juga berlari 2 orang dewasa. Sepertinya mereka mengejar anak itu.


Daffa membantu anak itu, iya terjatuh tepat di depan mobilnya. Dan iya memandang kedua orang yang mengejarnya tadi. Anak itu terlihat sangat ketakutan. Daffa yang mengerti pun segera melindungi anak itu dan menyerahkan kepada Hana. Daffa pun bertanya.


"Kamu tidak apa-apa nak?" Tanya Daffa pada anak itu. Dan iya beralih kepada 2 orang dewasa yang mengejarnya.


"Maaf tuan, ada apa ini, mengapa malam-malam begini anda kejar-kejaran dengan anak kecil? " Tanya Daffa.


"Ini Bukan urusan anda, sekarang serahkan anak itu kepada kami!" Ucap salah satu dari mereka. Dan anak itu memegang erat tangan Hana.


"Karena anak ini bersama kami, berarti itu sudah menjadi urusan kami! " Ucap Daffa.


"Jangan memperpanjang urusan ya, kalau kamu tidak tahu apa-apa! " Ucapnya seorang dari mereka.


Daffa yang merasa kasihan kepada anak kecil itupun menyuruh Hana untuk melindunginya.


"Sayang, kamu bawa dia ke mobil ya, biar mereka aku yang urus! " Ucap Daffa dan Hana pun langsung berjalan menuju mobil.


"Jangan macam-macam kalau anda tidak mau mendapat masalah! " Ucap orang tadi mengancam. Namun Hana maupun Daffa tak menjadi takut.


2 orang tadi geram kepada Daffa karena peringatannya tak di dengarkan.


"Kamu ambil anak itu, aku urus dia" Ucap orang itu. Tanpa berbicara mereka berpencar, satu ke arah Daffa satu ke arah Hana.


"Sepertinya aku harus olahraga malam ini" Ucap Daffa.


Dan saat seseorang tadi ingin memukulnya, Daffa mengelak. Dan terjadilah perkelahian sengit diantara mereka.


Lain halnya dengan Hana. Iya menyuruh anak itu untuk tetap di mobil. Sementara iya akan mengurus orang yang satunya.


"Kamu tetap disini ya dek, jangan kemana-mana!" Perintah Hana.


"Iya kak" Sahut anak itu masih dalam ketakutannya. Hana berdiam diri di samping mobil, orang yang satunya sudah hampir mendekat.


"Serahkan anak itu gadis cantik, kalau tidak aku akan menyakitimu dan mengajakmu bersenang-senang malam ini! " Ucapnya.


Dengan tenang Hana menjawab, "Silahkan, ambil saja! " Katanya masih sopan. "Itupun kalau anda bisa" sambung Hana sambil tersenyum.

__ADS_1


"Berani sekali kamu" Ucap orang itu dengan nada marah. Dan saat akan mendekat untuk memukul Hana, Hana sudah mengelak dan memukul balik orang tersebut. Orang tersebut semakin geram setelah tahu ternyata Hana juga bisa bela diri. Dan mereka juga masuk dalam perkelahian sengit malam ini.


TBC


__ADS_2