
5 Tahun kemudian....
"Arsyaaaddd" Teriak seorang anak kecil berusia 5 tahun dari dalam kamar. Kemudian berlari mengejar seorang anak laki-laki yang iya teriaki tadi.
"Weeeekk weeekkk" Balas Arsyad menjulurkan lidah sambil berlari menggoda Arsyi. Daffa yang baru datang dari kantor menggelengkan kepala, heran dengan ke dua anaknya.
"Papaaaa" Teriak Arsyi begitu melihat papanya datang.
"Sayang, jangan teriak-teriak dirumah. Ngga baik. Mama kemana? " Tanya Daffa sambil menangkap putrinya.
"Mama mandi. Tadi Arsyad ambil mainan Arsyi pa. Dia lari terus jatuh, mainan Arsyi pecah. Arsyad nakal pa, Arsyad nakal" Ucap Arsyi mengadu kepada papanya.
"Itu berarti kak Arsyad ngga sengaja Arsyi" Tutur Daffa.
"Tapi dia ngga mau minta maaf" Arsyi cemberut sambil meletakkan kepalanya di pundak sang ayah. Daffa pun menuju sofa dan menurunkan Arsyi. Lalu memanggil Arsyad.
"Arsyad, sini sayang" panggil Daffa kepada putranya. Arsyad pun datang dengan pelan-pelan.
"Benar yang dikatakan Arsyi? " Tanya Daffa. Belum sempat Arsyad menjawab, Hana sudah keluar dari kamar.
"Arsyad Arsyi, ada apa? " Tanya Hana.
"Mama, Arsyad rusakin mainan Arsyi" Ucap Arsyi mengadu.
__ADS_1
"Sayang, Benar yang dikatakan Arsyi? " Tanya Hana pada putranya. Arsyad mengangguk sambil tersenyum.
"Sekarang minta maaf ya ke Arsyi" Ucap Hana.
"Arsyida Kinanti Utama, kakak kamu yang tampan ini minta maaf ya. Tadi ngga sengaja jatuh. Jadi mainan mu rusak" Ucap Arsyad dengan tanpa dosa. Daffa dan Hana yang mendengar dibuat heran oleh perkataan putranya itu.
"Arsyi, sudah ya, jangan nangis. Nanti papa belikan yang baru" Ucap Daffa. Arsyi pun kembali tanpa menjawab apapun.
"Bi, mandiin mereka ya. Saya mau kekamar dulu" Ucap Hana sambil melangkahkan kaki menyusul suaminya. Setibanya di kamar, Hana segera menyiapkan keperluan suaminya.
"Sayang, makasih" Ucap Daffa saat keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk Hana mendekat mengambilkan kaos santai dan menyerahkan kepada suaminya.
"Bagaimana anak-anak hari ini sayang? " Tanya Daffa yang mengenakan kaos pemberian Hana.
"Tapi aku senang bisa menemani tumbuh kembang mereka. Semoga suatu saat nanti mereka tetap saling menjaga dan melindingi seperti saat ini" Ucap Hana.
"Iya sayang, mereka akan selalu saling pengertian satu sama lain" Ucap Daffa sambil mendekatkan diri ke istrinya.
"Mas mau apa? " Tanya Hana saat Daffa sudah melayangkan tangannya merangkul pinggang istrinya.
"mau buat adek untuk Arsyad dan Arsyida" Jawab Daffa sambil mengerlingkan matanya menggoda Hana. Hana membulatkan matanya mendengar penuturan Daffa, lalu mencubit pinggang suaminya pelan.
"Mereka sudah besar lo sayang, mas mau satu lagi. Yaa" Ucap Hana.
__ADS_1
"Iya mas, tapi kan ngga sekarang juga, ini masih sore dan sebentar lagi mahgrib lo" Ucap Hana.
"Tapi pengennya sekarang, gimana donk" Tanya Daffa dengan nada manja.
"Cium, dikiit aja. Boleh yaa" Ucap Daffa. Lalu Daffa mendekatkan wajahnya ke wajah Hana. Hanapun memejamkan mata.
"Mamaaa, papaa" Tiba-tiba suara twin mengagetkan mereka.
"Papa sama mama sedang apa? "Tanya Arsyida.
"Ini, mata mama tadi kelilipan. Papa mau bantu untuk melihat kotorannya" Jawab Daffa mencari alasan.
"Ma, kita ke tempat tante Nadia yuk, atau ke tante Manda" Ucap Arsyida.
"Nanti ya sayang, kalau sudah habis mahgrib" Jawab Daffa.
"Beneran ya pa, ma. Arsyi mau main sama adik" Ucap Arsyi.
"Kamu main mulu, ngga mau belajar" Sahut Arsyad.
"Kan belajar sambil main, ya kan ma" Sahut Arsyi.
"Iya.. Kalian harus belajar, ya main, ya beribadah. Semua harus seimbang" Jawab Hana menengahi.
__ADS_1
"Ya sudah, karena sudah hampir mahgrib, kita siap-siap dulu untuk melaksanakan kewajiban ya" Ucap Hana. Akhirnya si kembar pun menurut. Mereka segera mengambil wudhu dan bersiap-siap untuk sholat berjamaah. Daffa sebagai imam di rumah ini, menanamkan kebiasaan baik agar anak-anaknya tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dirinya. Pekerja dirumah ini pun tak lepas dari pantauan Daffa soal beribadah. Daffa tak ingin mereka bekerja keras hingga lupa waktu. Hal tersebut juga untuk mengingatkan Daffa.