
Hari sudah hampir sore. Pekerjaan Hana sudah selesai. Iya meregangkan otot-ototnya yang kaku karena hari ini banyak sekali pekerjaan. Ditambah dengan kedatangan Alisa yang membuat onar. Iya mengambil ponselnya yang iya acuhkan sejak kemarin. Mencari kesenangan sesaat dengan ponselnya.
"Wah, novel kesukaan aku udah up beberapa episode. Lanjut baca dulu ah. Pekerjaan sudah selesai ini" Ucap Hana sambil membuka aplikasi Noveltoon yang iya sukai. Selain gratis, banyak sekali ilmu yang iya dapatkan dari novel online di platform tersebut. Hana fokus terdiam membaca novelnya di dalam hati. saat sudah beberapa bab yang iya baca, 2 orang OB datang menghampirinya.
"Permisi nona, saya tadi disuruh oleh tuan Rey untuk memindahkan meja ini" Ucapnya.
"Mau dipindah kemana mas mejanya? " Tanya Hana sambil berdiri dari duduknya.
"Ke dalam ruangan tuan Daffa nona" Jawab OB tersebut.
"Oh, ya sudah silahkan" Kata Hana sopan dan mundur beberapa langkah. Mengambil barang-barang pribadinya agar tak terjatuh.
"Permisi ya nona" Ucap OB itu lagi merasa segan atas sikap Hana yang terlalu sopan. Mereka memulai mengerjakan perintah Rey. Dalam Hati salah seorang berbicara.
"Nona Hana begitu lembut dalam berucap dan berhati-hati dalam bersikap, idaman sekali" ucapnya dalam hati. Iya tersenyum saat melihat Hana juga tersenyum kepadanya. OB tersebut melanjutkan pekerjaan. Mengangkat meja dan kursi kedalam ruangan Daffa. Saat didalam, Daffa meminta tolong untuk memanggilkan Hana.
"Mas, tolong panggilkan Hana suruh masuk ya! " Ucap Daffa. OB tersebut mengangguk sambil menjawab "Baik tuan" Lalu beranjak keluar ruangan. Setelah sampai diluar ruangan, iya berkata kepada Hana yang sedang duduk dikursi satunya sambil menatap ponselnya serius.
"Maaf nona, tuan Daffa meminta anda untuk masuk" Ucap OB tersebut pelan.
"Baik, terimakasih ya" Balas Hana dengan tersenyum sambil memasukkan ponselnya ke dalam tas. Iya bergegas masuk keruangan Daffa. Sedangkan ke 2 OB tadi kembali ke tempatnya. Sambil membicarakan Hana.
"Beruntung banget ya tuan Daffa dapat istri seperti nona HHana Sudah cantik, baik, sopan pintar dan yang penting nona Hana itu taat beragama" Ucap seorang OB.
"Iya, aku aja mau jadi suaminya" Sahut seorang lagi.
"Kamu mau, Nona Hana yang ngga mau sama kamu, ahhahah" Sahut temannya lagi. Mereka pun menuruni lantai atas dengan lift.
Sesampainya Hana di dalam ruangan Daffa, iya bingung karena meja kerjanya berada didalam.
"Sayang, mulai detik ini, kamu bekerja didalam ruangan, nanti kalau sudah ada sekertaris baru, kamu boleh keluar lagi. Kasihan kalau istriku harus sendirian diluar terus" Ucap Daffa.
"Iya mas, makasih" Jawab Hana.
__ADS_1
"Pekerjaan kamu sudah selesai? " Tanya Daffa.
"Sudah mas" Jawab Hana.
"Tunggu sebentar lagi ya, mas selesaikan pekerjaan dulu. Nanti kita pulang cepat. Mungkin Smith sudah menunggu kita" Tutur Daffa. Iya langsung kembali bergelut dengan berkas-berkas diatas mejanya. Hana juga duduk di kursinya. Iya melanjutkan membaca novel kesukaannya.
Jam pulang kantor masih ada 2 jam lagi. Pekerjaan Hana dan Daffa pun telah usai. Rey pin terlihat membereskan tumpukan berkas. Sepertinya juga selesai.
"Rey, kita pulang dulu ya, ada urusan penting dirumah" Ucap Daffa.
"Iya tuan, silahkan" Jawab Rey sambil berdiri.
"Kamu baik-baik kerja disini. Jangan terlalu fokus ke pekerjaan saja, sekali-kali godalah salah satu karyawan yang kamu suka" Daffa menggoda Rey. Rey tak bergeming. Iya tetap fokus dengan pekerjaannya. Setelah Daffa keluar, iya bergumam "Perasaan, setelah menikah tuan Daffa jadi aneh" Rey bergidik ngeri membayangkan jika suatu saat dirinya akan seperti Daffa. Lalu melanjutkan beberapa pekerjaan yang belum selesai.
Hana dan Daffa pulang ke rumah utama. Mereka segera mencari Smith ketika telah sampai dirumah.
"Smith, maaf ya tadi pagi kamu kami tinggal, ada perkerjaan yang ngga bisa ditinggalkan" Ucap Daffa meminta maaf
"Tak apa tuan Daffa, saya seharusnya yang minta maaf karena sudah merepotkan anda" Jawab Smith.
"Baik" Mereka pun bersiap-siap. Begitu sselesai mereka segera berangkat ke rumah ayah dan ibu Hana. Rencananya Smith akan dititipkan ke pesantrennya Kyai Mustofa. Begitu mereka sampai, Hana segera mengucapkan salam.
"Assalamualaikum" Ucap Hana.
"Wa'alaikumsalam" Sahut seseorang dari dalam, tak lain adalah kakak ipar Hana, mbak Rani. Kebetulan kakak Hana sedang berada di rumah ayah dan ibu.
"Mbak Rani disini juga" Ucap Hana.
"Iya dek. Dari kemarin. Kamu mau kesini kenapa ngga bilang dulu" Rani berbicara sambil menyambut uluran tangan Hana.
"Hehe, dadakan mbak. Kan semalem Hana baru pulang dari London. Nganterin Haidar" Jawab Hana.
"Kamu sama siapa? "Tanya Rani.
__ADS_1
"Sama mas Daffa dan Smith, sahabat Rani yang pernah kesini waktu liburan kuliah dulu. Mbak ingat ngga? " Ucap Hana.
"Oh, yang ngajarin kamu system IT itu ya? " Tanya Rani lagi. Sedangkan Daffa dan Smith baru datang karena harus mengambil beberapa barang dibagasi mobil sebagai oleh-oleh.
"Assalamualaikum mbak Rani" Sapa Daffa sambil menyalami kakak iparnya itu.
"Wa'alaikumsalam wr wb. Apa kabar Daffa, Smith. Mari masuk! "Jawab Rani sambil mengajak masuk.
"Ayah sama ibu belum pulang mbak? " Tanya Hana.
"Mungkin sebentar lagi dek, tadi ibu telepon kalau dagangannya sudah habis. Hari ini lari banget. Dan tanya aku sudah di sini apa belum" Tutur Rani. "Silahkan duduk, Smith" Rani mempersilahkan tamunya duduk.
"Mbak baru datang ya? " Tanya Hana.
"Iya dek, mbak kebelakang sebentar ya. Kamu temenin aja dulu suami kamu. Mas Bilal sedang jalan-jalan sama Yusuf. Paling sebentar lagi pulang" Ucap Rani sambil berjalan menuju ke dapur.
"Sayang, ini bawa kebelakang! " Ucap daffa sambil menyerahkan beberapa paper bag.
"Iya mas, Hana tinggal dulu ya" Hana menerima beberapa paper bag tersebut dan melangkah menuju dapur. Belum juga Hana sampai didapur, Ada yang datang. Yaitu ayah dan ibu Hana.
"Assalamualaikum" Ucap ayah dan ibu.
"Wa'alaikumsalam" Ucap semua yang didalam serempak.
"Loh, nak Daffa ada disini. Sama Hana ya? " Tanya ayah.
"Iya yah, baru saja kami datang" Ucap Daffa sambil meraih tangan ayah mertuanya. Ayah pun menerima uluran tangan Daffa. Tak kecuali Smith pun juga mengikuti apa yang Daffa lakukan.
"Kalau tidak salah, ini temannya Hana ya yang dari London itu kan? " Tanya ayah Hana.
"Iya paman. Paman apa kabar? " Jawab Smith.
"Alhamdulillah baik" Jawab ayah Hana. Dan mereka pun berbincang hangat seperti keluarga. Adapun kedatangan Smith memberikan pertanyaan untuk keluarga Hana.
__ADS_1
"Jadi begini ayah, Smith kesini karena ingin meminta tolong kepada kita. Dia ingin belajar agama Islam" Ucap Daffa mengutarakan maksud kedatangan Smith. Akhirnya Smith pun menjelaskan maksudnya. Ia menjelaskan semua kepada keluarga Hana.
TBC.