KEKASIH HALAL CEO TAMPAN

KEKASIH HALAL CEO TAMPAN
HANA AZZAHRA


__ADS_3

Terdengar deru mobil memasuki halaman rumah. Keluarga Hana yang menunggu didalam pun segera menyambut mereka. Ada ayah dan ibu Hana terlihat kompak mengenakan baju sarimbit. Orang tua daffa pun mengenakan baju couple. Mereka terlihat seperti pasangan muda mudi. Sangat serasi. Sedangkan Daffa mengenakan setelan tuxedo berwarna grey. Sepertinya senada dengan warna baju yang iya kirimkan ke Hana tadi siang. Keluarga Hana menyambut kedatangan Daffa dan keluarganya dengan suka cita. Dengan ramah mereka mempersilahkan masuk. Orang tua Daffa pun masuk dan duduk dengan sopan. Selain Daffa dan kedua orang tuanya. Ada Rey dan juga pak Andi. Sopir yang beberapa saat lalu juga mendapat musibah atas perencanaan penculikan ibu Sarah. Mereka duduk di tikar yang sudah disediakan oleh tuan rumah. Mereka terdengar mengobrol dengan asyiknya. Tak lama pak Bahtiar menyuruh Bilal untuk memanggil Hana. Bilal pun menuruti ayahnya. Setelah memanggil Hana, Bilal kembali ke ruang tengah dan berkumpul dengan mereka. Hana dan Rani keluar kamar menuju ke ruang tengah. Semua orang terkesima dengan penampilan Hana. Bagaimana tidak. Hana terlihat sangat cantik dan anggun malam ini. Disini Daffa yang paling lama menatap Hana. Hingga suara ibu Sarah membuyarkan lamunanya.


"Zahra" ... Kata bu Sarah memecah keheningan. dan Hana pun terkejut, Ternyata benar dugaanya. Bahwa wanita yang pernah ditolongnya adalah ibu Daffa. Hana hanya menunduk.


Daffa yang bingung pun segera menyahut ucapan mamanya.


"Ma, ini Hana bukan Zahra" sahut Daffa.


"Ini, ini Zahra Daffa. Gadis yang mama maksud waktu itu" jelas bu Sarah.


semua orang menatap Hana. Mereka seakan tak mengerti dengan apa yang diucapkan oleh ibu Sarah.


"Maksud mama apa" kata tuan Aji Utama meminta penjelasan.


"Ini tuh Zahra pa. Gadis yang mama maksud. Gadis yang sudah menolong mama. Gadis yang sudah menggagalkan perencanaan penculikan itu. Kalau ngga ada Zahra, mama ngga tahu apa yang akan terjadi sama mama" jelas ibu Sarah panjang lebar.


Daffa yang tercengang dengan ucapan mamanya pun menoleh ke arah Hana. Mencari sesuatu dimata Hana. Sejenak pandangan mata mereka bertemu. Daffa menatap Hana dalam dalam seolah meminta penjelasan. Dan tatapan mata Hana mengisyaratkan bahwa dia membenarkan perkataan bu Sarah.


"Han, apa benar Zahra itu kamu? " tanya Daffa menyelidik.


hana yang berada di depan daffa pun menggangguk sambil tersenyum.


"Iya pak. Maaf Hana sudah tidak jujur dan tidak mau mengatakan semuanya" Hana tersenyum getir.


"Tapi kenapa Han, berarti kamu tahu kalau wanita yang sudah kamu tolong itu mamaku, calon mertuamu? " kata Daffa.


"hehe, awalnya hana tidak tahu pak, tahunya pas kemarin bapak menyuruh Hana mengumpulkan data nama Zahra itu" jawab Hana masih dengan senyumannya.


"Dan kamu tidak mengikut sertakan nama kamu dalam daftar itu? " tanya Daffa lagi.


"Iya pak, Hana malu" Hana menjawab sambil menunduk.

__ADS_1


"Malu ? Malu kenapa ? Daffa mengeryitkan dahinya, dia merasa sangat gemas melihat tingkah hana saat ini.


"Kata mas Bilal, kalau menolong orang, kalau bisa jangan menampakkan diri kalau orang tersebut tidak kenal kita. Kita harus tulus. Supaya kita tidak jadi sombong dan merasa diri kita hebat. Jadi Hana ngga ngasih tahu kalau Zahra itu Hana" tutur Hana menjelaskan.


"Dan kamu tidak mau calon mertua mu tahu siapa yang sudah menolongnya. Kami sudah mati matian mencari gadis itu. Ternyata itu kamu" kata Daffa tak habis fikir dengan pemikiran polos Hana.


"dan bagaimana mungkin kamu menyembunyikan kehebatan kamu Han. sungguh aku semakin kagum atas ketulusanmu, aku pun tak berfikir sampai kesitu. Hana Azzahra" sambung Daffa menekankan nama Hana.


Hana yang mendengar penuturan Daffa semakin merasakan pipinya panas. Pasti sekarang sudah sangat memerah karena malu. akhirnya pak Bahtiar dan Bilal pun buka suara.


"Mohon maaf atas kepolosan Hana nak Daffa, ibu Sarah dan tuan Aji. Hana itu anaknya pemalu. Jika dia menolong orang tanpa harus memberitahu identitas aslinya. Dia selalu melakukan itu. Kami mengajarkan kerendahan hati kepadanya sejak kecil. Serta kami mengajarkan jika menolong orang harus tanpa mengharapkan imban apapun. Mungkin itu yang difikirkan Hana. Dia tidak mau dianggap hebat oleh orang lain" penjelasan pak Bahtiar kepada semua yang hadir, terutama Daffa dan keluarganya.


tak menyangka, mama Daffa berdiri dan mendekati Hana. memeluknya dengan erat.


"terimakasih Hana, terimakasih sayang. Kamu memang pilihan yang tepat untuk Daffa" kata bu Sarah sambil menitikkan air mata.


"Dan kamu Daffa, kenapa tidak pernah memberitahu mama sama sekali foto Hana. Juga kamu tak pernah mengajak Hana kerumah sekalipun, hanya cerita cerita dan cerita, yang katanya untuk kejutan" Ibu Sarah sedikit marah kepada Daffa


"mmm.anu, anu maa.. tenang dulu jangan marah" Daffa gugup menghadapi mamanya.


"Benarkah sayang, memang kamu adalah calon menantu idaman" mama Sarah memuji.


"Daffa tidak salah pilih kan ma" kata Daffa dengan bangganya.


"Iya, tapi mama kecewa karena baru sekarang kamu mempertemukan mama dengan Hana" sambung mama Sarah.


"Mama, jangan begitu, siapa tahu Daffa akan langsung menikahi Hana malam ini. Jadi rasa kecewa mama akan terhapus dengan mudah" sambung tuan ji bercanda.


Dan semua yang berada diruangan itu tertawa mendengarnya.


Bu Sarah masih penasaran dengan Hana. Bagaimana mungkin gadis cantik ini bisa ilmu bela diri dengan sangat bagus.

__ADS_1


"Tapi Han, waktu itu cairan apa yang kamu semprotkan ke wajah preman itu, kok mereka kaya kesakitan kaya gitu ya sayang" tanya bu Sarah penasaran.


"Hehe, sebenarnya itu cuma cabe sama merica yang saya campur air. Itu biasa saya bawa kemana mana, untuk berjaga jaga jika ada bahaya datang. Seperti kemarin contohnya. Lumayan bisa sedikit membuat lawan tidak berdaya dan tidak fokus bu. Jadi saya tidak perlu capek capek mengeluarkan energi untuk menghadapinya" Hana menjelaskan.


"Hana, itu kapan ya, ibu jadi bingung dengan pembicaraan kalian semua" ibu Hana tiba tiba menyahut.


"waktu Hana olahraga minggu kemarin bu" Hana menjawab.


"Jadi kamu terlambat pulang karena menolong ibu Sarah? " tanya pak Bahtiar.


"Iya yah" Hana menjawab sambil menunduk.


"Dan kamu masih selalu membawa semprotan itu? " Tanya Bilal menyela.


"Iya mas, hehehe" Hana cengengesan sambil menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tidak gatal.


"Jadi, sebenarnya Hana itu sejak kecil sering digoda teman laki lakinya bu. Karena hana cantik dan sangat pendiam" jelas Bilal.


"Waktu itu dia baru masuk smp, pas pulang nangis nangis katanya digoda kakak kelas. Hana tidak suka. Dia langsung pulang ke tempat latihan ayah. Dan meminta ayah mengajari bela diri. Ayah yang sangat menyayangi Hana langsung menyetujui permintaan Hana" jelas Bilal panjang lebar.


"Lalu Hana bisa pandai bela diri karena memang sengaja diajari oleh ayahnya" tanya Daffa.


"tapi kakaknya yang paling banyak mengajari" sambung pak Bahtiar.


Dan semua tertawa mendengar penuturan pak bahtiar.


"Tapi cerita Hana tidak sampai disitu saja, Bilal yang selalu melindungi Hana pun mengusulkan untuk membawa cairan itu karena hana belum mahir. Takutnya kalau Hana sedang sendirian ada yang mengganggu. Dan sampai sekarang dia membawa kemana mana" cerita ibu Sholihah


Hana pun semakin merah pipinya menahan malu.


"Sudah sudah, ceritanya nanti saja. kita lanjutkan dulu acaranya, Hana malu itu" sambung Daffa yang melihat Hana tersipu malu.

__ADS_1


Dan mereka pun melanjutkan acara inti.


TBC....


__ADS_2