KEKASIH HALAL CEO TAMPAN

KEKASIH HALAL CEO TAMPAN
Bertemu Nadia


__ADS_3

Hana dan yang lain sudah berada di pusat perbelanjaan. Mereka segera turun mas mencari apa yang mereka butuhkan. Saat sudah mendapatkan semuanya, mereka kembali pulang. Namun saat ditengah jalan, mobil yang mereka tumpangi bannya kempes. Tepat di tempat yang jauh dari bengkel dan sedikit sepi. Tiba-tiba ada sebuah mobil datang. Dan 3 orang dari dalam mobil berpakaian serba hitam keluar. Iya menggedor-nggedor kaca pintu mobil. Akhirnya Rey membuka kaca mobilnya.


"Cepat turun. Dan bawa keluar Haidar Mandala! " Ucap salah satu laki-laki berpakaian serba hitam tersebut. Rey pun membuka pintu mobil hendak keluar. Daffa dan Hana pun mengikuti untuk keluar mobil.


"Maaf, kalian ini siapa? " Tanya Daffa.


"Tidak penting kami ini siapa, sekarang cepat serahkan anak yang bernama Haidar kepada kami! " Ucap orang tersebut kasar.


"Haidar siapa, silahkan anda cek sendiri apakah kami membawa anak yang kalian cari itu! " Ucap Daffa sambil membuka lebar pintu mobil.


"Jangan banyak bicara tuan Daffa yang terhormat. Anak buah kami melihat malam iu Haidar kalian selamatkan! " Balas salah satu dati mereka.


"Kalau kalian tidak ingin mendapatkan masalah, cepat kembalikan Haidar kepada kami" Sambung orang satunya lagi.


"Kalian jangan sombong, masih banyak orang hebat yang bisa menyelesaikan masalah tanpa harus berbuat kasar seperti ini" Ucap Daffa.


"Jangan banyak bicara. Atau aku akan mengempeskanmu seperti aku mengempeskan ban mobilmu itu! " Ucapnya sombong sambil menunjuk kearah ban mobil yang kempes. Daffa Hana dan Rey pun mengikuti arah jari orang tersebut menunjuk.


"Jadi ini kerjaan kalian, sudah ku duga sebelumnya? " Tanya Rey dengan tersenyum simpul.


"Janganlah banyak bicara! Atau aku akan memberimu pelajaran" Ucap salah satu dari mereka lagi dengan nada marah.


"Silahkan cari saja pak jika ada" Ucap Hana. Dan itu berhasil membuat ketiga orang tersebut marah. Dan mereka menyerang duluan.


"Hajar mereka! " Dan merekapun terlibat sebuah perkelahian. tak terkecuali Hana. Namun dengan santainya Hana menghadapi seseorang yang terlihat kuat.


Orang yang melewati jalan tersebut hanya menonton. Mereka tak ingin mencampuri urusan orang lain. Namun ada seorang gadis yang kebetulan lewat dan masih mengingat Hana. Setelahnya, iya segera mendekat untuk membantu Hana dan yang lain. Karena tak begitu mahir berkelahi, iya hanya mengandalkan handsanitizer yang dia bawa untuk menyemprot kewajah ketiga lelaki asing tadi. Otomatis mereka kewalahan karena merasakan pedih dimatanya. Hana yang menyadari ada yang membantunya segera mengeluarkan cairan di sakunya. Iya lalu menyemprotkan ke wajah laki-laki dihadapannya itu. Begitu lawan lengah, Iya segera melayangkan pukulan, menendang wajah salah satu lelaki tersebut hingga jatuh. Menghajar hingga lelaki tersebut terkulai lemas, tak butuh waktu lama untuk menjatuhkan lawan. Begitu selesai Iya berlari kearah Daffa dan segera membantu Daffa. Satu persatu lawan telah dijatuhkan. Mereka tak ambil pusing dengan keadaan mereka. Hana mendekat dan sekali lagi menyemprotkan cairan yang dibawanya. Gadis yang sejak tadi membantu Hana dan yang lain bernafas lega.


"Alhamdulillah, Nona tak apa-apa? " Tanya gadis tersebut.

__ADS_1


"Tidak, terimakasih ya. Kamu sudah membantu kami. Aku seperti pernah melihatmu. Tapi siapa ya? " Tanya Hana.


"Saya Nadia nona, apa masih ingat dengan saya? " Tanya Nadia.


"Kamu Nadia anak pak mandor itu? " Tanya Hana.


"Iya nona, benar sekali" Jawab Nadia.


"Kamu sedang apa di sini, kalau tidak buru-buru, ayo mampir le rumah dulu" Ajak Hana.


"Terimakasih nona, tapi saya masih ada urusan. Nanti jika sudah selesai saya akan menghubungi anda" Sahut Nadia.


"Baiklah, tapi benar ya nanti hubungi saya" Hana mengerti.


"Insya Allah nona. Saya permisi dulu, mari tuan nona" Nadia pun beranjak meninggalkan Hana.


"Iya, hati-hati" Sahut Hana. Daffa dan Rey pun mendekat untuk menghampiri Hana.


"Tidak mas, lihat deh aku ngga apa-apa" Jawab Hana. Lalu iya melihat ke arah Rey. "Pak Rey terluka, ayo ke mobil kita obati dulu lukanya" Ucap Hana sambil berlalu ke mobil. Dan diikuti oleh Daffa dan Rey.


Ternyata disana sudah ada beberapa orang bengkel yang sedang memperbaiki ban mobil Rey.


Begitu sampai dimobil, Hana mengeluarkan kotak p3k. Iya akan mengobati luka Rey. Belum sempat melayangkan tangannya ke Rey, Daffa sudah memegang tangannya.


"Biar aku saja sayang. Kamu masuk mobil saja! " Ucap Daffa jutek. Hana pun mengerti maksud Daffa. Iya menurut dan berjalan dan berdiri di samping mobil.


"Biar saya sendiri saja tuan. Tuan pergilah ke mobil menyusul nona" Ucap Rey ketika tahu bahwa tuannya ini sedang cemburu. Daffa pun segera menyusul Hana.


Sesampainya di dekat mobil. Hana menatap Daffa. pandangannya menyapu seluruh tubuh Daffa.

__ADS_1


"Mas ngga apa-apa? " Tanya Hana.


"Ngga sayang. Kamu ngga luka kan? "Jawab Daffa.


"Ngga mas" Sahut Hana. Tiba-tiba, ada suara yang memberitahu jika mobil sudah selesai dikerjakan. Hana pun berterimakasih kepada mereka. Tak lama terlihat Rey yang kembali ke mobil. Saat hendak membuka pintu depan. Hana mencegah.


"Pak, biar saya saja yang nyetir. Sepertinya anda sedang sakit" Ucap Hana sambil membuka pintu untuk keluar. Namun Daffa sudah mendahului keluar.


"Sayang, pindah depan. Rey kamu. belakang ya! "Ucap Daffa dingin. Hana langsung pindah kedepan disamping Daffa. Rey membuka pintu belakang dan langsung duduk.


"Kamu sambil ngobatin luka kamu Rey" Ucap Daffa sedikit jutek.


"Hana yang mengerti jika Daffa cemburu pun segera mengajak berbicara.


"Mas, Nadia hebat ya. Dia berani membantu kita menghadapi bodyguard-bodyguardnya mbak Bela" Ucap Hana yang bermaksud membuat Daffa tenang.


"Masih hebatan kamu sayang" Ucapnya masih sedikit dingin. Hana pun harus memutar otak untuk membuat Daffa tak cemburu lagi.


"Aku sudah hubungi Nadia. Nanti biar dia mampir ke rumah ibu untuk ketemu sama aku. Mas Daffa ngijinin aku ke rumah ayah kan? " Tanya Hana ragu-ragu.


Mau tak mau, Daffa mengiyakan keinginan istri kecilnya.


"Kita antar Rey dulu sayang, nanti kita ambil mobil dan kerumah ayah. Tapi kita pulang dulu ke rumah utama" Ucap Daffa.


"Iya mas" Hana lega karena Daffa tak berlama-lama marahnya.


"Kenapa ngga ke rumah utama saja sayang si Nadia? " Tanya Daffa ingin tahu.


"Ngga apa-apa mas. Biar ke rumah ayah saja" Jawab Hana. "Nanti dia sungkan karena dirumah utama ada banyak orang. Kalau dirumah ayah kan ngga terlalu rame" Hana kembali berbicara.

__ADS_1


"Iya-iya mas paham maksud kamu" Jawab Daffa. Hana tersenyum karena Daffa mengerti maksudnya. Mereka pun mengendarai mobil menuju rumah utama. Tak terasa Hana tertidur di samping Daffa. Mungkin karena kelelahan.


TBC.


__ADS_2