KEKASIH HALAL CEO TAMPAN

KEKASIH HALAL CEO TAMPAN
Melawan


__ADS_3

Hana yang merasa dirinya disebut sebagai wanita murahan merasa tak terima. Iya melepas genggaman tangan Daffa dan perlahan mendekat ke arah Alisa. Alisa melihat Hana semakin mendekat dengan tatapan yang tajam Alisa mundur beberapa langkah saat Hana sudah mulai mendekat.


"Jangan berani-beraninya kamu mendekat Wanita rend*han" Ucap Alisa menghina. Namun tak menyurutkan langkah Hana untuk semakin mengikis jarak dengan Alisa. Setelah mendekat, Alisa tak dapat lagi melangkah kebelakang karena tubuhnya sudah menatap dengan meja. Hana dengan gesit melayangkan sebuah tamparan ke pipi mulus Alisa dengan cepat. Alisa yang tak menyadari sebelumnya tak dapat mengelak. Dan saat hendak membalas tamparan yang diberikan oleh Hana, Hana sudah terlebih dahulu menangkap tangan Alisa yang terangkat ke udara. Tangan Alisa meronta meminta untuk dilepaskan. Hana pun melepaskan tangan Alisa.


"Jaga ucapan anda nona Alisa yang terhormat! " Ucap Hana menekankan kata terhormat. Hana kembali berjalan menuju ke Daffa lagi. Saat sedang mengayunkan kaki beberapa langkah, Alisa berlari tangannya ingin meraih hijab Hana. Hana yang mendengar langkah kaki Alisa pun membalikkan badan, saat tangan Alisa akan mencapai hijabnya, Hana menjulurkan kaki jenjangnya, hal tersebut membuat Alisa hampir tersungkur. Saat tangan Alisa melambai, Hana langsung mengambil tangan Alisa, dengan gesit melangkah cepat kebelakang Alisa dengan memegang tangan kanan Alisa. Alisa yang merasa tangannya terpelintir pun mengaduh kesakitan.


"Lepasin tangan ku wanita rend*han. Kamu tidak pantas menyentuh tubuhku yang bersih ini. Dasar wanita mur*han" Ucap Alisa tak terima Hana berani menyetuhnya. Hana tersenyum smirk mendengan ucapan Alisa.


"Berkacalah, siapa yang mur*ahan disini, saya atau anda! " Ucap Hana sambil mendorong Alisa kedepan hingga tersungkur jatuh tepat di depan Daffa. Daffa dan Rey yang melihat ini hanya bisa membulatkan matanya. Ingin rasanya Daffa ikut membantu Hana, namun Daffa tahu jika Hana pandai menjaga lisan dan dirinya. Makanya iya hanya jadi penonton. Bahkan Daffa heran dengan sikap pemberani istri kecilnya itu.


"Perhatikan baik-baik nona Alisa yang berkulit mulus dan terhormat, saya disini adalah istri sah dari seorang Daffa Yudhistira Utama. Jadi sayalah nyonya Utama disini. Jangan berlagak seperti pemilik jika ternyata kamu disini hanyalah bekas yang sudah pernah dibuang oleh suamiku, dan tempat yang pantas untukmu bukanlah disini. Carilah tempatmu sendiri. Karena Daffa sudah menemukan tempat yang tepat untuk hati dan cintanya berlabuh" Ucap Hana sambil melangkahkan kakinya mendekati Daffa. Tangannya merangkul lengan Daffa dengan manja. Daffa tersenyum melihat istrinya bertingkah manja. Sedangkan Rey menatap jengah kepada Alisa yang meminta dikasihani oleh Daffa.


"Daffa, tidak ingatkah kamu dengan semua kenangan indah yang sudah kita lewati bersama? " Ucap Alisa sambil berdiri.


"Dan lupakah kamu dulu pernah menorehkan luka. Lupakah kamu dengan semua kesalahanmu, Dan semua kenangan itu perlahan sudah terkubur bersama rasa yang pernah ada. Mati dan tak akan pernah hidup lagi. Sudah ada cinta lain yang tumbuh dihatiku" Ucap Daffa tegas.


"Daffa..." Ucapan Alisa terpotong oleh perkataan Daffa.


"Kembalilah kepada kekasihmu yang sudah menemani hari-harimu setelahku" Ucap Daffa tegas memotong pembicaraan Alisa. Alisa terbungkam dengan ucapan Daffa. Dia hanya membisu tak dapat berkata apa-apa. "Darimana Daffa tahu" Batin Alisa.

__ADS_1


"Rey, suruh dia keluar! " Perintah Daffa. Rey pun mengangguk dan melaksanakan perintah Daffa.


"Mari nona, saya antarkan keluar" Ucap Rey dengan nada masih sopan.


"Jangan sentuh saya, saya masih ingin disini! " Ucap Alisa sambil menampar tangan Rey yang terulur.


"Saya sedang banyak pekerjaan, tidak ada waktu untuk meladenimu" Ucap Daffa.


"Daffa, aku mohon maafkan aku, aku berjanji tidak akan mengulangi hal yang sama lagi. Aku akan terus berada disampingmu, aku ngga akan menghilang lagi, aku mohon kembalilah kepadaku, kita akan memulai semuanya dari nol. Aku mohon Daffa" Ucap Alisa sambil menampilkan wajah sendu didepan Daffa dan Hana. Daffa tak goyah sedikitpun perasaannya.


"Rey" Panggil Daffa mengulangi perintahnya. Rey yang mengerti akan tugasnya segera menyeret tangan Alisa keluar dari ruangan Daffa.


"Lepasin aku Rey, kamu ngga berhak memperlakukan aku seperti ini. Lepasin! "Alisa memberontak tak ingin pergi. Namun Rey tetap menyeretnya keluar. Sesampainya di luar, Alisa mengeluarkan sumpah serapah dengan lantang. Dan suaranya terdengar sampai ke dalam ruang Daffa. Daffa segera menutup pintu supaya Hana tak mendengar suara Alisa.


"Kurang aj*ar kamu Rey, lihat saja aku akan membalas perbuatan kalian kepadaku hari ini. Suatu saat nanti kalian akan menyesal karena sudah memperlakukan ku buruk saat ini" Ucap Alisa sambil merapikan bajunya dan beranjak meninggalkan Rey. Rey yang mendengar pun hanya bisa geleng-geleng kepala. Lalu masuk lagi ke ruangan.


Didalam ruangan Daffa. Daffa tampak memeluk Hana sambil menceritakan siapa sebenarnya Alisa. Hana pasti terbakar cemburu. Namun itu hanya dalam hati, Hana menyadari jika Alisa adalah masa lalu Daffa.


"Mas minta maaf ya sayang, belum menceritakan hal ini kepada kamu. Maaf kan mas. Belum ada satu bulan kita menikah, kamu harus menghadapi situasi buruk dari masa lalu mas. Mas jujur, mantan mas hanya ada 1 yaitu Alisa. Tapi mas sudah tak ada rasa apapun kepadanya. Cuma kamu yang mas cintai. Percayalah dengan mas" Ucap Daffa meyakinkan istrinya.

__ADS_1


"Hana ngerti kok mas, mas janji ya jangan terpengaruh lagi dengan dia. Pernikahan kita sah. Jangan sampai kita putus ditengah jalan hanya karena seseorang. Kita harus bisa melewati badai kehidupan rumah tangga" Ucap Hana masih dalam pelukan Daffa.


"Mas janji sayang. Mas akan menjadikanmu satu-satunya wanita spesial setelah mama dihidup mas" Jawab Daffa sambil mengusap pucuk kepala Hana.


"Terimakasih mas, terimakasih" Ucap Hana. Dan saat itu pula pintu terbuka dari luar. Menampilkan sosok Rey yang berjalan masuk keruangan.


"Maaf tuan, biar saya keluar dulu" Ucap Rey sambil meraih gagang pintu. Belum sempat menarik daun pintu untuk menutup, Daffa sudah memanggilnya.


"Masuklah Rey, kami sudah selesai berbicara! Perintah Daffa. Dan Rey pun tak jadi keluar.


"Tutup kembali pintunya! " Perintah Daffa lagi. Rey kembali ke meja kerjanya.


"Hana kembali keluar ya mas, masih ada banyak pekerjaan yang belum selesai" Ucal Hana.


"Iya sayang, kamu hati-hati diluar, Segera masuk jika ada apa-apa" Ucap Daffa.


"Iya mas" Jawab Hana, iya pun keluar dan melanjutkan pekerjaannya.


"Rey, Nanti minta salah satu OB untuk memindahkan meja Hana kedalam setelah pekerjaanya selesai. Dan kamu secepatnya cari sekertaris lagi" Ucap Daffa.

__ADS_1


"Baik tuan" Rey menjawab tapi tangannya sibuk mengetikkan sesuatu, sedangkan matanya tertuju di layar monitor. Mereka kembali sibuk dengan pekerjaan setelah ada beberapa hal membuat aktivitas mereka terhenti.


TBC.


__ADS_2