KEKASIH HALAL CEO TAMPAN

KEKASIH HALAL CEO TAMPAN
Sikap Hana


__ADS_3

Mobil yang dikemudikan oleh Rey telah memasuki gerbang rumah utama. Tepat didepan pintu Rey menghentikan mobilnya. Hana terlihat membantu Daffa. Sedangkan Rey berlari kecil untuk membukakan pintu mobil. Saat Rey hendak membantu Daffa turun, Hana menyetop langkah Rey.


"Stop, kamu jangan dekat-dekat pak Rey dengan suamiku" Ucap Hana. Sontak hal tersebut membuat kaget Daffa dan Rey.


"Sayang, kenapa? " Tanya Daffa heran.


"Biar aku saja mas yang membantu mas turun dari mobil, Hana bisa kok" Ucap Hana sambil menuntun Daffa. Setelahnya Rey seperti orang bodoh. Iya mematung disamping mobil.


"Kok jadi aneh sih" Gumam Rey. Saat itu juga ada seorang pelayan datang untuk mengambil barang-barang dimobil. Rey pun mempersilahkan. Setelah itu Rey ikut masuk. Didalam ada Fariz.


"Daffa, kamu sudah pulang? " Tanya Fariz.


"Hmmmss... Ada apa? " Tanya Daffa cuek sambil berjalan ke kamarnya.


"Cuma mau lihat keadaan kamu" Jawab Fariz.


"Bantu Mas Daffa dong Fariz. Kasihan jalan sendiri! " Ucap Hana. Fariz pun menurut. Hana berjalan disamping Daffa mengimbangi jalannya. Begitu sampai di kamar, Hana menyuruh Fariz dan Rey keluar.


"Kalian keluar ya, biar mas Daffa istirahat" Pinta Hana. Lalu mereka berdua pun segera keluar. Didalam kamar Hana membantu membaringkan Daffa.


"Mas disini dulu ya, Hana mau ganti baju" Ucap Hana. Iya berjalan menuju ke ruang ganti. Tak ada 5 menit iya keluar lagi. Hana meraih gagang telepon lalu menghubungi pelayan.


"Tolong kemarilah, bawa makanan. Aku sama mas Daffa mau makan dikamar saja" Ucap Hana. Ini adalah hal pertama Hana memanggil dengan menggunakan telepon rumah kepada pelayan. Dan satu lagi, Iya ingin makan di kamar. Hana sedikit berubah sikapnya. Tak lama pintu diketuk dari luar. Pelayan masuk dengan membawa berbagai menu makanan. Di belakang pelayan ada Rey yang mengikuti. Setelah pelayan pergi, Rey berpamitan untuk ke kantor. Karena tuan Aji saat ini ada disana.


"Tuan, saya izin untuk pergi ke kantor, tuan besar menunggu saya disana" Ucap Rey.

__ADS_1


"Iya Rey, kembalilah ke kantor" Jawab Daffa. Rey pun meninggalkan kamar Daffa. Saat menoleh, Hana sudah menaruh bubur ayam diatas piring ke jumlah yang lumayan.


"Sayang, kamu lapar? " Tanya Daffa.


"Iya mas, dari tadi tuh pengen banget makan bubur ayam" Ucap Hana sambil menyendokkan bubur ke mulutnya. Hana melihat Daffa memperhatikan dirinya.


"Mas, haaaa..." Ucap Hana sambil mengarahkan satu sendok bubur ke Daffa. Mau tak mau Daffa membuka mulutnya, membiarkan istrinya melakukan apa yang disukai. Hingga akhirnya bubur tersebut habis dilahab berdua.


"huaaaaaa... Hana ngantuk banget mas" Ucap Hana sambil menaruh punggung tangan kirinya dimulut untuk menutupi.


"Tapi, rasanya ngga eneg ya. Perut Hana jadi ngga enak rasanya" Gumam Hana. Daffa yang mendengar pun segera bertanya.


"Kenapa sayang? " Tanya Daffa.


"Perut Hana rasanya ngga enak banget mas, eneg" Jawab Hana sambil menutup mulutnya.


"Sayang, sudah? " Tanya Daffa terlihat khawatir.


"he'em..." Hana menjawab.


"Ya sudah, ayo ke ranjang lagi. Kamu itu kenapa sih sayang, dari tadi sikapnya aneh. Terus kamu makan semuanya dimakan, es krim, camilan, dan barusan bubur ayan banyak. Jadinya perut kamu bergejolak. Muntah karena ngga kuat nampung" Ucap Daffa panjang lebar. Hana hanya tersenyum menanggapi ocehan suaminya.


"Maaf" Ucap Hana singkat. Daffa mengambilkan minyak kayu putih dan mengoleskan ke perut serta punggung Hana.


"Besok-besok jangan diulangi lagi makan campur-campur. Satu-satu aja, ya" Ucap Daffa. Hana hanya mengangguk. Lalu iya memeluk Daffa. Tak lama iya tertidur. Daffa yang melihatpun hanya menggelengkan kepala.

__ADS_1


"Ada apa denganmu sayang. Jangan berubah ya. Aku akan selalu ada disampingmu" Ucap Daffa sambil mengecup kening Hana.


Daffa turun dan keluar dari kamarnya. Meninggalkan Hana yang tertidur dikamar sendiri. Badannya terasa pegal karena beberapa hari hanya berbaring dan duduk. Iya berjalan ke bawah menapaki tangga. Matanya menatap ke ruang keluarga, ada Fariz disana.


"Daffa" Panggil Fariz.


"Ada apa? " Jawab Daffa.


"Aku sudah mendengar semua berita ini. Tentang kecelakaan orang tua Hana, dan juga musibah yang meninpamu beberapa hari lalu" Tutur Fariz.


"Makasih, tapi dari mana kamu tahu? " Tanya Daffa.


"Om sama tante ngasih tahu" Jawab Fariz.


"Apa perlu aku lakuin sesuatu, misalnya melacak siapa saja karyawan mu yang sudah berkhianat? " Ucap Fariz.


"Itu masih dalam proses penyelidikan. Rencanaku juga seperti itu. Kemarin satu rencanaku gagal gara-gara Victor, tapi sekarang sudah dikantor polisi" Ucap Daffa.


"Istrimu sangat pandai untuk meretas Daf, kamu beruntung sekali" Puji Fatiz kepada Hana.


"Aku siap membantu kapanpun kamu membutuhkan" Ucap Fariz sambil menepuk pundak Daffa.


"Iya. Makasih. Oh iya gimana kabar Amanda, lama ngga telepon dia? " Tanya Daffa.


"Dia baik, kamu tenang aja, dia masih bethijab kok. Ngga plin plan kaya dulu" Jawab Fariz.

__ADS_1


"Syukurlah" Daffa mensyukuri semuanya. Dan saat itu pula, Hana turun mencari Daffa.


TBC.


__ADS_2