
Setelah orang tersebut masuk, Daffa menyuruh duduk.
"sekarang kamu bisa keluar" Ucap Daffa kepada sopir tersebut. Dan meninggalkan seseorang disana. Setelah ditanya Namanya adalah Feri.
"Silahkan duduk mas, kami butuh anda saat ini" Ucap Daffa.
"Apa yang bisa saya bantu tuan? " Tanya Feri.
"benarkah anda adalah saksi kecelakaan bapak Bahtiar dan ibu Sholiha? " Tanya Daffa to the point.
"Iya, benar tuan?" Jawab Feri.
"Sebelumnya saya mohon maaf sudah merepotkan anda saudara Feri. Disini saya ingin bertanya beberapa hal" Ucap Daffa memulai.
"Iya tuan, silahkan" Orang tersebut menunduk.
"Bisa tolong anda jelaskan dari awal! " Pinta Daffa. Dan orang tersebut mulai bercerita.
"Awalnya saya sedang menyebrang pada saat itu. Tepat ditikungan untuk putar balik. Keadaan memang sepi karena waktu itu waktu mahgrib. Beliau berdua berjalan ditengah sudah hampir kepinggir bersama sepeda motor. Tiba-tiba mobil sedan hitam melintas dari arah yang sama dengan kecepatan tinggi langsung menabrak kedua korban yang berboncengan. Mobil itu langsung tancap gas saat saya akan berlari. Karen tidak memungkinkan untuj mengejar, saya kembali menolong korban. Si ibu terjatuh kepalanya terbentur trotoar. Sedangkan bapak kejatuhan sepeda motor. Banyak darah mengalir. Saya langsung berteriak dan menolong si bapak, tak lama ada sebuah ambulans datang. Membawa mereka ke rumah sakit. Saya yang melihat tak ada satupun orang yang menemani, saya berinisiatif untuk mengantar sampai rumah sakit. Saya mencari-cari keberadaan ponsel mereka berdua. Ternyata ada sebuah ponsel butut, Alhamdulillah tak rusak. Saya berusaha menghubungi siapapun yang berada di kontak tersebut. Karena panggilan keluar terakhir adalah kontak bernama Bilal. Saya menelponnya. Dan tuan Bilal datang" Cerita Feri anak muda yang mengetahui dengan detail peristiwa kecelakaan itu.
"Masih ingatkah ciri-ciri mobil itu? " Tanya Daffa.
"Mobil sedan warna hitam, dipintunya ada variasi. Saya hanya melihat nomor polisinya B 2345, belakangnya tidak ingat" Ucapnya sambil mengingat-ingat. Lalu Daffa memutar laptop Smith, menunjukkan sesuatu.
"Apa ini mobilnya?" Tanya Daffa. Sebentar orang tersebut memperhatikan, lalu mengangguk.
"Benar tuan, itu mobil yang sudah menabrak. Lalu kabur" Ucap Feri membenarkan.
"Yakin itu ya? " Bilal bertanya sekali lagi.
"Benar tuan Bilal, saya lihat sendiri, itu memang mobilnya" Jawab Feri. Semua terdiam.
__ADS_1
Daffa masih fokus dengan video yang ditunjukkan oleh Smith. Memperhatikan sekali lagi.
"Baik, mas Feri. Kami sangat berterimakasih atas bantuan mas. Tapi tolong, jika ada orang yang menghubungi anda selain dari keluarga korban, jangan diangkat" Ucap Bilal.
"Apa tidak sebaiknya kita suruh masnya ini untuk ke rumah utama saja, saya takut Yuda akan menghilangkannya, kita tahu kan jika Yuda itu akan menghalalkan segala cara untuk meloloskan diri? " Ucap Daffa memberi ide.
"Saya setuju mas, lebih baik seperti itu. Di rumah utama jauh lebih aman" Ucap Hana.
"Mas, anda sibuk apakah sekarang? " Tanya Daffa.
"Saya kuliah sambil bekerja tuan, tapi sya kuliahnya malam, mengambil kelas karyawan" Jawab Feri.
"Kalau begitu kerjamu pagi? " Tanya Daffa lagi.
"Benar tuan, tapi waktu kerja saya tinggal hari ini. Dan hari ini malah izin karena keperluan ini. Sudah habis kontrak" Feri menjelaskan.
"Kebetulan. Karena kamu sudah habis kontrak, mulai hari ini, kamu bekerja pada saya" Ucap Daffa. Feri melongo mendengar Daffa berucap seperti itu. Dengan mudahnya memberi pekerjaan.
"Iya, Insya Allah. Kamu jangan pulang kerumahmu sekarang, nanti akan ada sopir yang mengantarmu ke rumahku. Tentang apa pekerjaan kamu, nanti saja setelah aku pulang dari sini" Ucap Daffa, orang tersebut hanya diam mematung seakan tak percaya.
"Sekarang, tunggulah diluar. Nanti akan ada orang menjemputmu, tunggulah bersama Nadia" Daffa berucap.
"Baik tuan, saya permisi" Pamit Feri.
Setelah Feri pergi, Daffa melanjutkan yang tertunda. Iya mengecek berulang-ulang seluruh pean serta panggilan di ponsel pelaku melalui laptop Smith.
"Aku tak akan membiarkan kamu lolos dan bersenang-senang diatas penderitaan orang lain Yuda" Gumam Daffa.
"Apa rencana kamu Daf? " Tanya Bilal. Belum sempat menjawab, pintu diketuk dari luar, lalu terbuka. Sosok Rey masuk setelah di izinkan oleh Daffa. Belum sempat duduk, Daffa sudah bertanya.
"Kamu taruh dimana Victor? " Tanya Daffa.
__ADS_1
"Berada di rumah utama tuan, di ruangan biasa. Saya menyuruh beberapa pengawal mengawasi dia tuan" Jelas Rey.
"Bagus, sekarang kamu hubungi sopir untuk mengantarkan Feri ke rumah utama juga. jangan lupa sertakan beberap pengawal untuknya. Jangan sampai hal ini diketahui oleh Yuda. Dia dalam bahaya" Ucap Daffa. Rey pun mengangguk lalu mengeluarkan ponselnya menghubungi sopir.
Setelah semuanya jelas, Smith meminta undur diri. Iya akan kembali ke pesantren.
"Jika sudah semuanya, saya akan kembali ke pesantren tuan" Ucap Smith.
"Semua data sudah di copas kan? " Tanya Smith lagi.
"Sudah Smith, kamu sudah banyak membantu, Terimakasih" Ucap Daffa. Akhirnya Smith pun pulang diantarkan oleh sopir juga. Daffa, Hana dan Rey segera membahas Yuda.
"Apa yang akan kita lakukan kepada Yuda Daffa? " Tanya Bilal.
"Saya masih memikirkannya mas, sebentar ya" Jawab Hana.
"Karena Yuda sudah menggunakan cara kotor, bagaimana kalau kita lockdown saja seluruh system perusahaannya. Dengan begitu semua akan terhenti. Karena tanpa system, mereka pasti tidak akan bisa bekerja" Ucap Hana mengusulkan.
"Apa tidak terlalu kejam dek" Tanya Bilal.
"Dunia bisnis memang selalu kejam mas. Biar dia tahu, bahwa nyawa tak bisa ditukar dengan apapun" Jawab Daffa. Tiba-tiba Rey mengingatkan.
"Tuan, apa rencana tuan tentang nona Alisa? " Dia juga hampir mencelakai nona Hana" Tanya Rey.
"Panggil ketiga orang suruhan Alisa. Biar mereka yang bekerja" Jawab Daffa.
"Kita pulang dulu ya, nanti urusan Yuda biar Rey dan Hana yang mengurusi untuk melockdown semua systemnya. Sekarang kita urusi si Victor dulu" Ucap Daffa. Akhirnya mereka memutuskan untuk kembali kerumah utama menemui Victor di ruang kejujuran.
"Rey, kamu hubungi ketiga orang tersebut suruh ke rumah utama! " perintah Daffa. Rey mengangguk. Dan merekapun kembali ke rumah utama setelah Daffa meminta bantuan tuan Aji untuk menjaga kantor.
TBC
__ADS_1