
Burung berkicau pertanda hari sudah pagi. Daffa bangun dan bergegas mandi terus melaksanakan sholat subuh. Setelah selesai Daffa berangkat menuju rumah Hana untuk menjemput orang tua Hana. Sesampainya disana, Daffa disambut hangat oleh orang tua Hana. Dan mereka berangkat menuju ke bandara.
Sesampainya di bandara, Hana sudah menunggu. Iya terlihat lelah karena perjalanan jauh ini. Sedangkan Diana dan Malik sudah pulang duluan beberapa menit yang lalu. Perasaan bahagia tak terlihat jelas diraut wajah Hana dan Daffa. Orang tuanya bisa mengerti itu semua, namun mereka tetap mengingatkan tentang batasan batasan antara laki laki dan perempuan yang bukan muhrim.
Ingin rasanya Daffa memeluk Hana dengan erat. Namun iya sadar iya harus kembali bersabar lagi. Masih ada tembok pemisah yang harus ia singkirkan terlebih dahulu.
Mereka berjalan menuju ke mobil Daffa, ayah daffa duduk disamping kemudi. Sebenarnya daffa sangat menginginkan Hana yang duduk disampingnya. Namun iya tak berani mengatakn itu kepada orang tua Hana. Hana yang duduk di kursi penumpang belakang terlihat tersenyum, sangat manis, menjadikan kesan cantik hana semakin terpancar. Sedangkan Daffa mencuri pandang dari kaca spion.
"Nak daffa apa tidak bekerja? " ayah Hana bertanya.
"Tidak pak, hari ini saya sedang tidak banyak pekerjaan"
"Terimakasih ya nak Daffa, sudah mau meluangkan waktu untuk menjemput Hana"
"Iya bu, sama sama, saya malah senang"
Dan mereka pun melanjutkan perjalanan hingga tak terasa mereka telah sampai dirumah Hana. Ketika hana akan menurunkan barang barangnya, Daffa tak tinggal diam. Iya turut membantu.
Setelah selesai, Daffa meminta izin untuk pulang. Sebenarnya ayah dan ibu Hana menginginkan Daffa untuk tinggal sebentar lagi. Namun Daffa menolak dengan harus karena di kantor ada pekerjaan mendadak. akhirnya orang tua hana pun mengalah.
Setelah Daffa pergi, Hana disuruh beristirahat. Hana pun menurut dan menuju ke kamar untuk membersihkan diri. Setengah jam berlalu Hana keluar kembali. Karena merasa perutnya sangat lapar.
Setelah makan, Hana memutuskan untuk istirahat dan tidur didalam kamar. Hari sudah sore, Hana bangun dan melaksanaan kewajibannya. Menjelang malam semua berkumpul dimeja makan.
Di meja makan semua berkumpul. Setelah selesai, ayah hana memulai berbicara
"Nak, kamu sudah selesai? " Tanya ayah Hana
"Sudah yah, ini mau nyuci piring" Jawab Hana
"Nanti nyusul ayah ke depan ya nak"
"Baik yah, nanti Hana kesana"
Ayah Hana pun berlalu meninggalkan Hana. Dan hana telah selesai mencuci piring, Hana berjalan mencari ayahnya.
Hana duduk disofa disamping ayah, ibu dan kakaknya.
"Hana, ayah ingin bicara sesuatu denganmu" ayah memulai.
"Iya yah, ada apa ?
"Apa kamu sudah siap untuk bertemu dengan Daffa, dan memberikan jawaban atas penantiannya 4 tahun lalu? " tanya ayah Hana serius.
__ADS_1
Hana terdiam, iya berfikir sejenak lalu mulai berbicara.
"Yah, apa pantas Hana untuk Daffa, Hana merasa kami ini sangat jauh yah... Sebenarnya hana sudah memikirkan hal ini dari 4 tahun yang lalu, saat ayah mengabari kalu Daffa kesini. Hana mencoba mengingat kembali 4 tahun lalu.
flashback on....
Malam itu malam Minggu, tepat tanggal ulang tahun hana yang ke 19 tahun. Saat itu Hana sedang berada di apartement sendiri. Diana sedang keluar bersama Malik dan teman teman untuk mengerjakan tugas. Saat sedang memainkan gawainya. Hp hana berdering dan disana tertera nama Daffa memanggil. Hana mengangkat dan menjawab panggilan Daffa.
"Assalamualaikum... Pak Daffa"
"Wa'alaikumsalam, Hana bisakah kamu buka pintunya? " tanya daffa dari seberang telepon
"Maksudnya bagaimana pak? " bingung Hana
"Sekarang ke depanlah, dan buka pintunya! " perintah Daffa.
Hanapun menuruti perintah Daffa. Hengan hati-hati iya membuka pintu apartement. Dan Hana nyaris pingsan karena kejutan yang diberikan oleh Daffa dan teman temannya.
nyanyii...
happy birthday to you
happy birthday to tou happy birthday Hana happy birthday Hana...
Tiup lilinnya tiup lilinya tiup lilinya sekarang juga sekarang jua sekarang jugaaa..
Dan Hana pun meniup lilin diatas kue yang bertuliskan namanya dan terdapat angka 19. Hana terharu. Setelah meniup lilin mereka semua masuk.
"Potong kuenya Hana! " teriak Diana.
Dan pada saat Hana memotong kue, iya merasakan kue itu sangat keras. Hana sudah mencoba beberapa kali, namun tetap saja tidak bisa. Tiba-tiba Daffa maju kedepan.
"Jangan dipotong, nanti rusak, coba dilihat lagi! " kata Daffa dengan lembut
"Ahh, bagaimana mungkin kue bisa sekeras ini, saya akan mencoba sekali lagi" polos hana
"Lihat saja dulu han" kata Malik
Dengan bingung Hana memotong bagian lain kue itu, mencari tahu apa sebenarnya benda keras itu. Setelah di periksa, ternyata itu adalah kotak cincin. Hana ternganga melihat semua ini.
Tiba-tiba Daffa berjongkok didepan Hana sambil mengatakan
"WILL YOU MERRY ME ? "
__ADS_1
Hana hanya diam mematung, entah ekspresi apa ini. Hana diam mematung. Membuat tubuh Daffa semakin gemetar.
Daffa lalu berdiri dan mendekati hana.
"Tidak dijawab sekarang tidak apa apa Hana, saya hanya ingin mengatakan perasaan saya kepadamu saja"
Hana sedikit lega mendengar penuturan Daffa.
"Iya" hanya itu yang mampu Hana ucapkan.
"Terimakasih untuk semuanya" Hana berucap lagi.
Merasa canggung karena sebelumnya iya tak pernah dekat dengan laki laki manapun kecuali kakak dan ayahnya. Tapi malam ini ada Rey, Rudi, Malik, dan yang membuat Hana semakin gugup adalah dengan adanya Daffa. Namun iya mencoba menetralkan perasaan itu.
"Ayo dimakan! " ajak Daffa
Dan merekapun selesai makan. Hana bertanya kepada Daffa, Rey dan Rudi. Apakah mau menginap disini atau kemana. Dan itu dijawab Rey bahwa mereka menginap di hotel.
Setelah kepergian Daffa dan yang lain, Hana bertanya kepada diana.
"Di, kok tadi pak Daffa tahu kalau hari ini hari ulang tahunku ? "
"Hehe, jadi beberapa hari yang lalu pak Daffa tanya ke aku. Ya aku kasih tahu aja, dan maaf ya aku bohongin kamu. Hee tapi selamat ya han, akhirnya kamu dilamar. Aku tuh udah yakin loh kalau pak Daffa suka sama kamu. kayaknya kamu juga suka dengan pak Daffa. jadi gimana nih jawabannya ?
Hana terdiam, entah harus menjawab apa.
"Ehh, ditanya malah ngelamun aja nih nona, hahaha pasti syok ya" tanya Diana cengengesan
"Iya Di, mana mungkin ya pak Daffa ngelamar aku, aku ngerasa ini kaya mimpi aja Din" jawab Hana
"Terus gimana jawaban kamu? " desak Diana.
"Entahlah, aku belum bisa jawab sekarang di, lagian kan kita baru masuk kuliah, masa iya aku harus nikah? " tutur Hana
"Yaa kali ajah pak Daffa udah gak sabaran Han hahahhaha" jawab Diana sambil tertawa.
Tak lama hp Hana berdering, dan disana nama Daffa tertera.
"angkat gih han, kasihan loh nungguin" paksa Diana
"Ya sudah, aku angkat dulu ya Di" sambil berlalu ke kamar.
"Oke, aku juga mau istirahat" jawab Diana sambil berjalan ke kamar.
__ADS_1
TBC