KEKASIH HALAL CEO TAMPAN

KEKASIH HALAL CEO TAMPAN
London


__ADS_3

mobil yang ditumpangi Daffa sudah sampai di bandara. Mereka turun. Tak butuh waktu lama untuk menunggu pesawat lepas landas. Karena Daffa sengaja berangkat tepat dengan waktu pemberangkatan.


"Rey, aku titip perusahaan. Kamu jaga baik-baik. Papa akan membantumu" Pesan Daffa kepada Rey.


"Baik tuan. Saya akan menjalankan tugas saya dengan baik" Ucap Rey sopan.


"Ya sudah, saya berangkat dulu, kamu hati-hati" Ucap Daffa. Dan dijawan anggukan oleh Rey. Mereka berpisah. Rey kembali ke rumahnya.


Didalam pesawat, Hana, Daffa dan Haidar duduk dalam 1 seat. Mereka bersiap untuk lepas landas.


"Matikan ponselnya ya" Ucap Daffa.


"Sudah mas" Jawab Hana sambil tersenyum. Pesawat sudah mulai lepas landas. Haidar tersenyum dan bergumam.


"Selamat tinggal Indonesia. Aku akan mencari ilmu dan bersembunyi sementara waktu untuk kembali dengan sesuatu yang berbeda. Seseorang sudah mengibarkan bendera perang. Aku harus menghadapinya" Gumam Haidar sangat pelan. Namun samar-samar Daffa yang berada disampingnya mendengar. Iya hanya tersenyum.


Hampir 16 jam perjalanan udara. Kini Daffa dan yang lain sudah menapakkan kakinya di London. Hana mengingat saat pertama kali iya berada di sini. Iya tersenyum sekilas. Daffa yang memeperhatikan Hana pun bertanya.


"Ada apa sayang? "Tanya Daffa kepada Hana.


"Cuma ingat saja ketika pertama kali ke sini mas" Jawab Hana.


"Seingatku, waktu itu kamu bawa mie instan kan buat jaga-jaga kalau kelaparan? " Tanya Daffa sambil meledek.


"Mas Daffa masih ingat saja" Sahut Hana. Merekapun tersenyum.


"Mama dulu kuliah disini juga? " Tanya Haidar.


"Iya nak. Mama dulu kuliah disini" Jawab Hana.


"Mama hebat" Puji Haidar. Hal tersebut membuat Hana tersenyum. Tiba-tiba seseorang mendekati mereka dan menyapa.


"Tuan Daffa, nona Hana" Ucap orang tersebut.


"Rudi, kamu sudah sampai" Ucap Daffa.


"Iya tuan, saya mencari tuan ternyata ada di sini" Jawab Rudi.


"Pak Rudi apa kabar? " Tanya Hana menyapa.


"Baik nona" Balas Rudi.


"Mari tuan, nona. Mobil sudah di depan menunggu anda semua" Ucap Rudi mempersilahkan.

__ADS_1


"Ayo" Mereka pun berjalan bersama menuju ke mobil. Begitu Mereka keluar, sebuah mobil melaju pelan. Dan berhenti tepat di depan mereka. Rudi segera membukakan pintu belakang untuk Hana dan Daffa.


"Silahkan tuan, nona" Ucap Rudi.


"Terimakasih pak Rudi" Ucap Hana. Daffa, Hana dan Haidar duduk di kursi penumpang. Sedangkan Rudi duduk disamping kemudi. Mobil melaju keluar bandara menuju rumah Rudi.


"Bagaimana kabarmu Rudi" Tanya Daffa basa-basi.


"Alhamdulillah, sangat baik tuan. Bahkan lebih baik dari sebelumnya" Ucap Rudi.


"Maksud kamu apa? " Daffa mengerutkan dahi mendengar ucapan Rudi.


"Sebentar lagi, saya akan menjadi seorang ayah tuan. Istri saya sudah mengandung" Ucap Rudi dengan wajah terpancar kebahagiaan.


"Benarkah? " Daffa kembali bertanya seolah tak percaya.


"Alhamdulillah tuan. Allah memberikan saya amanah. Tuan kapan? " Tanya Rudi.


"Bahkan aku baru saja menikah belum ada satu bulan. Kamu pikir membuat anak semudah berbicara? " Ucap Daffa sambil melirik Hana. Hana pun hanya tersenyum mendengar penuturan Daffa.


"Do'akan saja pak Rudi. Semoga Allah juga segera memberi kepercayaan kepada kita" Sahut Hana.


"Aamiin" Daffa, Rudi, Haidar dan seorang sopir mengaminkan ucapan Hana yang dinilai sebagai do'a.


"Kamu do'ain kami ya nak" Jawab Daffa.


"Insya Allah ma, pa" Haidar dan yang lain tersenyum.


"Oh iya, sudah berapa bulan istrimu Rud? " Tanya Daffa.


"Hampir 6 bulan tuan" Jawab Rudi.


"Semoga selalu sehat" Ucap Daffa.


"Aamiin" Rudi mengaminkan.


Hana dan Haidar tertidur karena merasa kelelahan setelah perjalanan jauh. Daffa menatap istrinya yang sedang tertidur pulas. Iya membenarkan letak masker yang tadi di buka Hana Dan menyandarkan kepala hana di bahunya.


"Apa masih jauh Rud? "Tanya Daffa.


"Tidak tuan, 30 menit lagi insya Allah sudah sampai" Jawab Rudi. Akhirnya Daffa pun ikut memejamkan matanya. Baru sekejab memejamkan mata, dia merasa tubuhnya digoyang-goyangkan. Ternyata Rudi sedang membangunkannya. Perjalanan telah sampai di rumah Rudi.


"Tuan, mohon maaf saya membangunkan tuan. Tapi kita sudah sampai" Ucap Rudi meminta maaf. Sebenarnya iya tak tega membangunkan Daffa. Namun iya berfikir jika istirahat dirumah jauh lebih baik.

__ADS_1


"Tuan bisa melanjutkan istirahat didalam tuan" Ucap Rudi kembali.


"Ah iya, terimakasih Rud" Ucap Daffa sambil mengucek matanya. Kesadarannya belum sepenuhnya pulih. Begitu sudah bangun 100%, iya melihat Hana. Ternyata Hana juga sudah terbangun. Begitupun dengan Haidar. Mereka turun dan masuk ke rumah Rudi.


"Silahkan masuk tuan. Mohon maaf rumah saya hanya seperti ini" Ucap rudi sambil menenteng koper bawaan Daffa dan Haidar yang dibantu oleh pak sopir.


"Terimakasih Rud" Balas Daffa.


Merekapun masuk bersama. Di dalam rumah, Ada seorang pelayan yang menyambut. Serta istri Rudi yang menunggu kedatangan mereka.


"Selamat datang tuan" Ucap Istri Rudi sambil menyalami Daffa dan yang lain.


"Iya, terimakasih" Ucap Daffa sambil membalas uluran tangan tersebut.


"Mari saya antarkan ke kamar untuk istirahat" Ucap seorang pelayan.


"Mari" Akhirnya Daffa, Hana dan Haidar mengikuti pelayan tersebut. Ada 2 kamar yang disediakan untuk mereka.


"Ini kamar untuk tuan dan nona. Dan ini untuk tuan kecil" Ucap orang tersebut.


"Terimakasih mbak" Ucap Hana. Orang tersebut hanya tersenyum.


"Saya permisi dulu tuan, nona" Pamitnya.


"Iya silahkan" Ucap Hana sopan. Iya melangkah masuk ke kamar sambil menenteng tasnya. Sedangkan Daffa menyeret koper. Haidar pun melakukan hal yang sama. Mereka membersihkan diri dan beristirahat.


Hari hampir sore, ketika Hana bangun waktu sudah menunjukkan pukul 02.00. Iya bergegas membangunkan Daffa lalu mengajak sholat dzuhur.


"Mas bangun, sudah jam 2, ayo sholat dzuhur dulu" Ucap Hana menggoyangkan tubuh Daffa. Tak lam Daffa pun terbangun. Segera mengambil wudhu dan melaksanakan kewajiban. Begitu selesai, Mereka keluar kamar. Mencari keberadaan pemilik rumah. Namun tak menemukan. Akhirnya Daffa dan Hana kembali ke kamar.


"Ngga ada orang mas, mungkin lagi istirahat. Kita ke kamar lagi yuk" Ucap Hana.


"Iya, ayo sayang" Akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke kamar.


"Sayang, dulu pas kamu datang ke sini pertama kali, apa yang kamu lakukan di apartement? " Tanya Daffa sambil memeluk Hana dan berbaring diranjang lagi.


"Bersih-bersih terus tidur, Bangun siang sholat Dzuhur. Habis itu lihat-lihat apartement" Ucap Hana sambil memegang tangan Daffa diatas perutnya.


"Masak mie instans? " Daffa tersenyum mengingat chat saat itu dengan Hana.


"Hahaha, mas Daffa ingat saja sih, Hana saja sudah lupa" Ucap Hana.


"Kenangan sekecil apapun tak akan mas lupain sayang" Ucap Daffa sambil menatap Hana.

__ADS_1


TBC


__ADS_2