KEKASIH HALAL CEO TAMPAN

KEKASIH HALAL CEO TAMPAN
Manis


__ADS_3

Daffa yang sudah selesai mengalahkan orang yang satunya beranjak melihat Hana. Daffa begitu kagum dengan gerakan Hana. Gerakan yang santai namun selalu tepat sasaran. Daffa takjub dengan istri kecilnya yang sangat pandai dalam ilmu bela diri. Mengelak, memukul dan mengimbangi gerakan lawan dengan sangat baik. Tak lama Orang yang satunya juga sudah berhasil Hana jatuhkan. Kedua orang tersebut langsung lari tunggang langgang, takut jika Hana dan Daffa akan menghajarnya kembali. Daffa mendekat ke arah mobil, dimana disana ada Hana dan anak tadi.


"Sayang, kamu tidak apa-apa? " Tanya Daffa mendekat kearah Hana.


"Alhamdulillah, tidak apa-apa mas" Jawab Hana sambil merapikan baju dan hijabnya.


"Kamu hebat sekali sayang. Mas kagum dengan kelihaianmu menghadapi preman tadi" Ucap Daffa merasa bangga dengan keahlian Hana.


"Biasa saja mas" Ucap Hana malu-malu.


"Ya sudah, ayo pulang sudah malam ini! " Ucap Daffa sambil membuka pintu untuk Hana. Dan Daffa sendiripun masuk ke kursi kemudi.


Setelah masuk, Daffa memperhatikan anak laki-laki itu. umurnya sekitar 7 tahun. Iya mengenakan baju yang sudah sedikit lusuh. Namun jika dilihat merknya, baju anak itu berasal dari brand terkenal, dan harganya juga mahal. Daffa menyimpulkan jika anak itu bukan anak dari kalangan bawah.


"Terimakasih ya kak, maaf aku merepotkan kalian malam-malam begini" Ucap anak itu dengan wajah yang terlihat sedih.


"Sama-sama nak, kamu tidak apa-apa? " Tanya Daffa.


"Tidak kak, terimakasih" Jawab anak itu lagi.


"Nama kamu siapa? " Tanya Hana.


"Aku Satya Haidar Mandala kak" Jawabnya.


"Kamu pulang kerumah kakak ya, karena ini sudah malam. Besok kakak antarkan kamu pulang" Kata Daffa.


"Iya kak" Anak itu menurut kepada Daffa. Daffa pun menjalankan mobilnya. Jalanan terlihat sangat sepi karena ini sudah tengah malam.


Mereka sudah sampai dirumah utama Daffa. Hana dan Daffa mengajak anak itu untuk masuk dan mengantarkannya ke kamar tamu.

__ADS_1


"Bersihkan diri kamu nak, ini handuknya" Ucap Daffa sambil menyerahkan handuk yang iya ambil dari lemari.


"Terimakasih" Jawab Haidar sambil masuk ke kamar mandi. Setelah itu Daffa kembali ke kamar menemui Hana.


Begitu masuk kamar, iya tak mendapati Hana. Tapi iya mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi. Daffa kembali ke kamar tamu menunggu Haidar. Saat duduk di sofa kamar tamu. Hana datang.


"Mas, nanti Haidar pakai apa? " Tanya Hana.


"Iya ya, kenapa tadi ngga beli baju dulu buat dia. Kan kita ngga punya baju kecil" Ucap Daffa sambil berfikir. "Oh iya, kita cari baju paling kecil saja, aku ambilkan celana ku juga yang paling kecil" Ucap Daffa kembali. Sambil berjalan menuju kamarnya untuk mencari baju.


Sesampainya dikamar, Daffa membuka lemari dan mencari baju terkecil. Iya yang melihat Hana hanya berdiri segera memanggilnya.


"Sayang, sini bantu aku nyari bajunya. Keburu Haidar selesai mandinya! " Panggil Daffa. Dan Hana pun berjalan kearah lemari. Tak lama mencari, pandangan Daffa tertuju kepada sebuah kaos berwarna hitam.


"Ini saja, cuma ini yang paling kecil, dan celananya ini. Cuma dipakai malam ini saja. Besok kita belikan baju seukuran dia sebelum kita antar dia pulang" Ucap Daffa.


Mereka kembali ke kamar tamu. Sudah tak terdengar gemericik air. Tak lama Hana dan Daffa menunggu, Haidar keluar dari kamar mandi dengan melilitkan handuk di pinggangnya.


"Hahahha... Haidar kamu seperti memakai sarung saja" Ucap Daffa.


"Hehhe... Tak apa kak, ini sudah cukup. Terimakasih untuk semuanya" Jawab Haidar sambil tersenyum.


"Kamu istirahat dulu ya, ini sudah malam! " Perintah Daffa.


"Iya dek, kita juga mau istirahat" Sambung Hana.


"Oh iya, sebenarnya kami penasaran dengan cerita kamu sampai dikejar-kejar orang malam-malam seperti ini. Tapi aku rasa kamu juga lelah, kami juga lelah. Jadi kamu harus cerita ya besok! " Ucap Daffa. "Kami tinggal dulu. Istirahatlah"


"Iya" Jawab Haidar singkat. Daffa dan Hana pun berlalu dari kamar tamu meninggalkan Haidar dan menutup pintu dari luar.

__ADS_1


Mereka menuju kamar dan segera merebahkan diri. Daffa dengan cepat menarik Hana kedalam pelukannya. Seoalah Hana adalah candu untuknya. Hana yang dipeluk hanya bisa diam. Tiba-tiba iya membuka suara.


"Mas, maafin Hana ya! " Ucap Hana.


"Maaf kenapa sayang? " Tanya Daffa sambil memejamkan matanya.


"Hana belum bisa melayani mas Daffa" Hana berkata dengan lirih. Dan itu membuat Daffa membuka matanya kembali.


"Sayang, aku menikahi kamu bukan karena nafsu. Jadi aku akan bersabar sampai kamu benar-benar siap" Ucap Daffa lemah lembut, membuat Hana berdesir.


"Makasih ya mas. Terimakasih untuk kesabaranmu" Ucap Hana sambil membalas memeluk Daffa.


"Kira-kira Haidar itu siapa ya Han, sepertinya dia bukan dari keluarga biasa? " Tanya Daffa mengira-ngira.


"Hana belum tahu mas, kalau memang begitu kenapa dia malam-malam dikejar oleh orang tadi. Dan sepertinya dua orang tadi juga bukan preman. Dilihat dari penampilannya, mereka seperti pengawal atau bodyguard gitu" Balas Hana.


"Kamu benar sayang, apa jangan-jangan si Haidar akan diculik dn dia berhasil melarikan diri" Fikiran Daffa menerka-nerka.


"Aku rasa, mungkin Haidar sedang dalam masalah mas" Tutur Hana kembali.


"Kalau benar begitu, kita harus melindungi Haidar. Dan mengembalikan dia ke orang tuanya" Daffa berucap tegas.


"Iya mas. Dan ini sudah lewat dari tengah malam. Apa mas belum mengantuk? " Tanya Hana sambil menguap.


Daffa yang melihat istrinya menguap sambil ditutup punggung tangan kiri pun mencium keningnya. Iya merasa sangat gemas melihat Hana. Semakin hari semakin membuatnya semakin cinta.


"Sayang, boleh ngga aku minta cium? " Yanya Daffa sambil menatap Hana intens. Hana yang mendengar Daffa minta cium pun tersipu. Beruntung lampu kamar dimatikan, hanya ada cahaya remang-remang sebagai penerangan waktu tidur. Jadi pipinya yang merona tak terlihat oleh Daffa. Hana pun mengangguk mengizinkan Daffa menciumnya. Daffa dengan segera menempelkan bibirnya ke bibir ranum Hana. Menikmati sentuhan hangat bibir istrinya. Terasa hangat dan sangat manis. Sedangkan Hana yang diperlakukan seperti itu hanya diam. Dia belum terbiasa dengan cara seperti ini. Hingga akhirnya Daffa melepas pagutannya. Lalu mengusap bibir Hana yang sedikit basah karena ulahnya.


"Terimakasih sayang, aku sangat mencintaimu" Ucap Daffa sambil mencium kembali kening Hana dan terakhir kecupan singkat di bibir.

__ADS_1


"Ayo kita tidur, supaya besok pagi, mas tidak terlambat sholat subuh" Ucap Daffa. Hana pun mengangguk, dan mereka mulai tidur.


TBC


__ADS_2