KEKASIH HALAL CEO TAMPAN

KEKASIH HALAL CEO TAMPAN
Kembali Ke Jakarta


__ADS_3

Begitu mereka telah sampai di mobil. Pak Agus mengambil tikar lipat untuk duduk.


"Ini tuan, nona, matrasnya untuk duduk supaya tidak kotor" Ucap pak Agus sambil membuka tikar lipat.


"Terimakasih pak" Ucap Hana. Merekapun duduk bersama. Hana berdiri kembali untuk mengambil tissue di dalam tasnya.


"Mau aku kah yang membersihkan sayang? " Tanya Daffa lembut. Dan di jawab anggukan oleh Hana.


"Sini" Daffa mengambil tissue dari tangan Hana dan mengelap ke wajah Hana. Nadia yang menyaksikan pun hanya tersenyum.


"So sweet banget deh" Batin Nadia.


"Sudah sayang. Lain kali kamu harus lebih berhati-hati. Kalau sampai kejatuhan bagaimana? " Ucap Daffa.


"Iya mas, maaf" Hana meminta maaf.


"Hmm, Nadia boleh ngga aku minta nomor ponsel kamu? " Tanya Hana.


"Mmm... Iy iya boleh nona" Jawab Nadia terbata-bata.


"Ini" Kata Hana sambil menyerahkan ponselnya ke Nadia. Dan Nadia pun mengetikkan nomor ponselnya.


"Terimakasih" Ucap Hana.


"Kamu bisa kembali bekerja Nadia, terimakasih karena sudah menyelamatkan istri saya" Ucap Daffa ke Nadia.


"Sama-sama tuan, mari saya akan melanjutkan pekerjaan" Ucap Nadia sambil berlalu.


Setelah Nadia pergi, ada seorang mandor yang mendatangi Daffa. Iya datang bersama seorang pekerja. Orang tersebut terlihat ketakutan saat berada di depan Daffa.


"Tuan, nona. Saya mohon maaf atas keteledoran saya. Saya tadi sedang bekerja. Tiba-tiba alat saya jatuh. Begitu saya mau mengambilnya, saya menyenggol ember tersebut hingga jatuh. Sa... Saya tidak sengaja tuan, nona. Saya mohon maaf hampir membuat celaka nona" Ucap orang tersebut dengan pelan karena terlihat ketakutan.


Namun Hana hanya tersenyum.


"Tidak apa-apa, saya selamat tak terjadi suatu apapun. Kamu kembalilah bekerja dan jangan memikirkan hal ini" Ucap Hana ramah. Daffa yang awalnya ingin marah, begitu melihat Hana berbicara seperti itu. Meredam emosinya.


"Lain kali jangan terulang lagi hal seperti ini. Kamu bisa mencelakakan orang lain atas tindakanmu" Ucap Daffa menambahkan.


"Iya tuan, saya akan lebih berhati-hati lagi" Jawab orang tersebut.


"Ya sudah, kembalilah bekerja lagi. Istriku tidak apa-apa! " Ucap Daffa.

__ADS_1


"Terimakasih tuan, saya pergi dulu" Orang tersebut sambil berlalu.


"Kita pulang saja ya, Hana harus ganti baju" Ucap Daffa.


"Kalau mas belum selesai, tak apa mas. Ganti baju bisa nanti" Sahut Hana.


"Sudah selesai sayang, ayo kembali ke hotel! " Ajak Daffa. Dan merekapun kembali ke hotel.


Sesampainya di hotel, Hana segera membersihkan diri. Ganti baju dan duduk di balkon dengan Daffa.


"Kita harus pulang ke Jakarta saat ini juga sayang" Ucap Daffa sedikit panik.


"Ada apa mas? " Tanya Hana.


"Ada masalah dengan salah satu perusahaan di sana, Rey sudah sibuk mengurus kantor pusat. Dia tidak mungkin bisa menangani sendirian" Ucap Daffa.


"Ya sudah, ayo mas" Hana segera mengemasi barang-barangnya. Dan mereka kembali ke Jakarta.


"Aku harus menghubungi Rey untuk segera ke kantor cabang! " Ucap Daffa. Iya pun mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Rey.


'Tut tut tut' Suara panggilan terhubung. Dan suara di seberang sana menyahut.


"Iya tuan, saya akan segera kesana" Jawab Rey. Dan 'Tut tut tut' Telepon dimatikan. Daffa terdiam beberapa saat. Hana mengulurkan tangannya memberikan sebuah botol air mineral. Daffa pun meminumnya. Dan setelah minum mengembalikan botol tersebut ke Hana.


"Apa sebenarnya yang terjadi mas? " Tanya Hana pelan-pelan setelah dirasa Daffa sudah tidak terlalu panik.


"Ada yang melockdown seluruh system di salah satu kantor cabang. Mereka dari staff IT tidak bisa berbuat apa-apa saat ini. Kalau ini terus berlanjut, investor akan menarik saham mereka, Karena takut rugi" Ucap Daffa menjelaskan.


"Sayang sekali, coba Hana bawa laptop. Pasti bisa di cegah dulu dari sini" Ucap Hana menyesal.


"Makanya aku minta untuk cepat pulang. Supaya kamu bisa bantu" Ucap Daffa.


"Semua akan baik-baik saja mas, Insya Allah" Ucap Hana menenangkan suaminya.


"Iya sayang, aku percaya kamu pasti bisa membantu mas" Tutur Daffa.


Hana lalu membuka tabletnya. mengetikkan sesuatu disana. Begitu loading selesai, Hana membaca sesuatu.


'System Error' Itulah pesan yang muncul. Hana tak menyerah, iya tetap berusaha. Hingga beberapa kali selalu muncul pesan 'System Error' . Hana tetap mengotak atik sesuatu.


"Belum bisa mas, nanti kalau sudah buka di PC Hana lihat lagi" Ucap Hana.

__ADS_1


"Iya sayang" Jawab Daffa.


Mereka melanjutkan perjalanan kembali. Hingga Hana tertidur.


Sedangkan di Jakarta, Rey segera menyambar kunci mobil dan mengendarai mobil menuju ke kantor cabang. Sesampainya di kantor cabang, Rey dibuat pusing dengan laporan-laporan dari staff IT. Mereka tak bisa berbuat apa-apa dengan keadaan system yang terhenti. Sedangkan Rey hanya bisa sedikit melakukan tindakan. Iya menunggu Daffa datang. Sambil menghubungi teman-temannya untuk meminta bantuan. Rey mengecek seluruh system yang terhenti tersebut.


"Sial, siapa yang sudah berani bermain-main dengan utama grub? " Rey menggeram marah.


"Kalian semua segera lakukan sesuatu. Berikan sebuah keamanan yang lebih kuat! " Perintah Rey ke seluruh staff IT. Tanpa menjawab, mereka semua segera bekerja. Terlihat kalang kabut menangani situasi seperti ini. Namun Rey tetap berfikir dengan tenang.


'Tut tut tut' Ponsel Rey berdering, terlihat nama Daffa dilayar. Iya pun mengangkatnya.


"Halo, tuan Daffa" Ucap Rey.


"Bagaimana Rey, ada yang bisa mengatasi? " Tanya Daffa dari seberang telepon.


"Belum tuan, ada beberapa system penting yang di lockdown, kami kesulitan menanganinya! Jawab Rey. 'Tut tut tut' Telepon dimatikan sepihak oleh Daffa.


Didalam mobil, Daffa terlihat sedang mengotak-atik ponselnya. Hana yang tahu hanya diam. Takut mengganggu konsentrasi Daffa. Tak lama memperhatikan Daffa. Tablet Hana berbunyi, notifikasi yang menandakan sesuatu yang penting.


'tiiit tiiit tiiit tiiit tiiiit tiiit' Suara tablet Hana. Iya segera membuka tabletnya. Ada tanda merah dalam beberapa titik di lokasi yang tak jauh darinya. Sekitar 2 km.


"Ini berarti, ada bahaya disini. Ini seperti Bom" Gumam Hana dan segera mengecek.


"Gereja XXX, dalan waktu 7 menit 49 detik" Hana membaca pesan yang tertera.


"Ada apa sayang? " Tanya Daffa.


"Ada beberapa titik lokasi di gereja XXX yang dipasang bom. Apa ini teror atau bagaimana ya. Kita jangan melaju terus, sampai sana, bom akan meledak karena disini waktunya tinggal 7 menit 49 detik" Ucap Hana sedikit panik.


"Kamu tahu dari mana sayang? " Tanya Daffa mengerutkan dahi.


"Ini" Hana menunjukkan sesuatu di tabletnya. Daffa yang mengerti pun menyuruh pak Agus untuk berhenti.


"Kita cari jalan lain. Kalau tidak, kita putar berhenti disini dulu! " Ucap Daffa.


"Kita putar balik, kita berhenti di masjid yang disana dulu mas, sambil sholat" Ucap Hana sambil menunjuk sebuah masjid.


"Iya ayo" Daffa menyetujui. Dan mereka putar balik menuju sebuah masjid.


TBC

__ADS_1


__ADS_2