
"Kak Haidar kapan pulang, Arsyi kangen" Arsyi tetap berbicara dengan nada manja. Daffa dan Hana yang baru masuk duduk di samping Arsyi.
"Sayang, sudah malam. Kakak kamu juga harus istirahat" Ucap Hana kepada Arsyi.
"Maa, Arsyi masih kangen sama kakak, sebentar lagi ya" Arsyi memohon. Daffa mengangguk setelah mendapatkan tatapan dati istrinya.
"Makasih papa" Wajah Arsyi berubah menjadi bahagia ketika papanya mengizinkan untuk berbicara dengan Haidar lebih lama.
Pagi hari, Daffa dan Hana sudah bangun. Sudah menjadi kebiasaan setiap harinya. Mereka harus bangun disaat adzan subuh berkumandang. Sejak dini menanamkan kebiasaan baik adalah wajib bagi orang tua untuk melakukannya. Agar anak kelak menjadi pribadi yang lebih baik.
"Arsyida, bangun nak. Ayo sholat subuh dulu" Ucap Hana.
"Iya ma, sebentar lagi" Sahut Arsyi sambil memejamkan matanya.
"Sekarang, semua udah nunggu kamu lo" Hana tetap membangunkan Arsyi.
"Iya... Arsyi bangun" Arsyida pun banhkit dari tempat tidur. Lalu berjalan dengan sempoyongan ke kamar mandi. Melihat putrinya sudah bangun, Hana meninggalkan kamar Arsyi dan berjalan menuju ke mushola kecil, dimana semua penghuni rumah tersebut telah berkumpul.
"Arsyi mana? " Tanya papa Aji.
"Masih wudhu pa, sebentar lagi datang" Jawab Hana. Merekapun menunggu.
"Dih, anak perawan kalah bangun sama aku" Sindir Arsyad. Arsyi hanya menyebikkan bibir dan merasa bodo amat. Mereka melakukan sholat berjama'ah bersama. Tak memandang status atau apapun. Begitu sholat jama'ah selesai, mereka melanjutkan dengan dzikir. Dan begitu selesai, mereka bubar untuk melaksanakan aktivitasnya masing-masing.
"Pa, kita ke tempat kak Yusuf ya, kan hari ini libur" Ajak Arsyad kepada Daffa.
__ADS_1
"Tanya mama dulu ya, mama sibuk atau tidak" Daffa menjawab ajakan putranya. Langsung saja Arsyad berlari mencari mamanya ke arah dapur.
"Mama... maaa... mamaa " Ucap Arsyad memanggil mamanya, Hana. Seorang pelayan yang mendengarpun menjawab.
"Nyonya sedang ada di dapur tuan muda" Jawab pelayan yang sedang membersihkan lantai.
"Makasih bi" Ucal Arsyad langsung lari masuk ke dapur.
"Mama" Panggil Arsyad. 2 orang pelayan menoleh, begitupun dengan Hana.
"Iya, ada apa Arsyad? " Tanya Hana sambil menghentikan aktivitas memasaknya.
"Mama, nanti kita ke tempt mas Yusuf ya, udah lama ngga kesana" Tutur Arsyad sambil melihat mamanya.
"Sudah bilang ke papa? " Tanya Hana.
"Ya sudah, Arysad ke depan dulu ya, nanti selesai masak, kita kesana. Mama mau nyiapin sarapan dulu" Ucap Hana.
"Yeeeahhh, makasih ma" Arsyad berlonjak kegirangan karena mendengar jawaban dari mamanya. Hana pun melanjutkan memasaknya.
"Kita jadi ke rumah mas Yusuf kan ma? " Tanya Arsyad saat sudah selesai sarapan.
"Insya Allah, sekarang kalian siap-siap dulu ya" Ucap Hana.
"Horeeeee" Teriak Arsyad fan Arsyida bersamaan. Mereka lalu berlari ke kamar untuk bersiap-siap. Begitu selesai, mereka segera naik kr mobil yang sudah di siapkan oleh seorang sopir lalu berangkat ke rumah Bilal.
__ADS_1
"Pa, kita bawa oleh-oleh untuk kak Yusuf ya" Arsyida berkata kepada Daffa.
"Iya, kita berhenti di mininarket nanti" Daffa mengiyakan permintaan putrinya. Begitu melihat sebuah minimarket, sopir Daffa menghentikan mobilnya. Mereka berempat pun turun dan membeli oleh-oleh untuk Yusuf.
"Mama, kakek suka apa, Arsyi ingin beliin sesuatu untuk kakek" Tutur Arsyi kepada Hana.
"Belikan kue saja ya, kakek pasti suka" Hana memberi saran. Tanpa berbicara, Arsyi langsung menuju tempat kue berada. Iya mengambil beberapa jenis kue.
"Ini untuk kakek, ini kak Yusuf, ini tante Rani, ini om Bilal" Gumam Arsyi sambil memasukkan kue ke dalam trolly, lalu mendorongnya ke arah kasir. Merasa sudah cukup dengan apa yang di inginkan. Namun saat sedang mendorong trolly, secara tidak sengaja, troly yang didorong Arsyi menyenggol tas selempang yang sedang digunakan oleh seorang wanita.
"Tante, maaf aku ngga sengaja" Ucap Arsyi meminta maaf. Pengguna tas tersebut bangkit dan mendekati Arsyi.
"Makanya Hati-hati, lain kali kalau lagi ngedorong trolly lihat-lihat. Dimana orang tuamu, atau kamu sama siapa? " Tanya wanita tersebut.
"Maaf tante, iya nanti Arsyi bakal hati-hati. Itu mama sama papa ku" Jawab Arsyida sambil menunjuk ke arah Hana dan Daffa. Wanita tersebut membulatkan mata tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Iya buru-buru bersembunyi di balik rak.
"Oh iya, kamu mau kemana kok.bawa oleh-oleh sebanyak itu? " Tanya wanita tersebut.
"Mau ke rumah kakek" Jawab Arsyida. Wanita tersebut menyunggingkan senyum.
"Ya sudah, kamu segera kesana. Nanti ditunggu mama sama papa kamu, tante mau belanja" Ucap wanita tersebut sambil berjalan pergi meninggalkan Arsyida. Arsyida pun segera menuju ke kasir. Menyusul Hana yang menunggu disana.
"Sudah sayang? " Tanya Hana.
"Sudah ma, ini" Arsyida menunjuk trolly belanjaan. Hana segera mengeluarkan semua kue tersebut dari trolly segera membayarnya. Begitu selesai, mereka meninggalkan minimarket dan menuju rumah ayah Hana. Sepasang mata yang dimiliki oleh wanita tadi terus mengawasi gerak-gerik Hana. Iya menajamkan mata untuk mendengarkan apa yang dikatakan oleh Hana. Begitu Hana selesai dan pergi, iyapun keluar dari balik rak dengan membawa belanjaanya. Iya tersenyum sinis memandang kepergian mobil yang dinaiki Hana dan keluarga kecilnya.
__ADS_1
"Kita lihat, sejauh mana kalian akan terus berbahagia diatas penderitaanku. Kalian harus merasakan apa yang aku rasakan" Ucap wanita tersebut dalam hati. Setelah membayar belanjaan, iya keluar.