KEKASIH HALAL CEO TAMPAN

KEKASIH HALAL CEO TAMPAN
Ikut Ke Kantor


__ADS_3

Daffa keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan badannya. Iya segera menuju lemari pakaian dan mengambil kaos serta celana pendek. Saat akan kembali ke kamar, iya disuguhkan dengan pemandangan yang mengejutkannya. Hana sedang memakan singkong keju yang baru di belinya dengan lahab dengan kepala menyandar di meja dan mata tertutup. Hana yang tak menyadari kedatangan suaminya terlonjak kaget saat Daffa memanggilnya dengan pelan.


"Sayang" panggil Daffa sambil menatap istrinya.


"Mas, hehe" Hana menatap Daffa dengan senyum yang menghiasi wajahnya, sedangkan mulutnya penuh dengan singkong keju.


"Pelan-pelan sayang, jangan bicara kalau sedang makan, ngga baik" Ucap Daffa sambil membaringkan tubuhnya di tempat tidur. Sedangkan Hana yang merasa sudah kenyang mengambil air dan meminumnya. Begitu merasa kenyang, iya ikut berbaring di samping Daffa. Iya menggoyangkan lengan Daffa. Daffa yang merasa terusik pun segera menarik Hana dalam pelukannya. Hana sangat menyukai bau Daffa yang seperti ini. Iya membenamkan wajahnya di tubuh Daffa dan menghirup aroma tubuh Daffa dalam-dalam.


"Mas Daffa" Panggil Hana.


"Hmmm" Jawab Daffa dengan mata terpejam.


"Mas capek? " Tanya Hana lagi.


"Ngga sayang, ada apa" Daffa langsung membuka matanya. Tiba-tiba rasa kantuknya memudar mendengar pertanyaan Hana.

__ADS_1


"Kaki aku pegel banget rasanya, aku mau mijit sendiri ngga bisa. Bisa tolong pijatkan? " Hana berkata dengan lirih. Daffa pun segera bangun dan memegang kaki Hana sambi tersenym dan mengangguk. Kaki jenjang yang dulu terlihat ramping kini terlihat membengkak. Daffa memijitnya pelan-pelan. Daffa tidak begitu mengerti apa yang dirasakan oleh  istrinya. Namun iya mencoba memberikan yang terbaik untuk istri dan calon buah hatinya. Iya tak pernah mengeluh dengan apa yang Hana minta. Selama iya masih bisa untuk memberikan, iya akan menyanggupi permintaan Hana. Tak ada 7 menit Daffa memijat kaki Hana, terlihat istrinya itu sudah terlelap. Daffa menarik selimut untuk menutupi tubuh sang istri dan dirinya sendiri. Pukul 1 dini hari Daffa baru mau memejamkan matanya. Hari ini terasa sedikit lelah karena iya harus banyak berkutat dengan banyak pekerjaan di kantor.


Pagi-pagi sekali Daffa sudah bangun. Iya tak ingin melewatkan kesempatan menemani Hana jalan-jalan. Karena menurut Daffa, jalan-jalan pagi dengan istrinya adalah sesuatu yang sangat  menyenangkan. Iya selalu menemani Hana.


"Mas, aku penasaran sama bayi kita" Ucap Hana berjalan sambil memegangi perutnya yang semakin membesar.


"HPL tinggal berapa hari lagi sayang? " Tanya Daffa.


"Sekitar 2 minggu lagi mas" Ucap Hana.


"Kita pulang ya" Ajak Daffa. Hana pun mengiyakan ajakan suaminya. Mereka berjalan berdampingan. Sesampainya dirumah, Hana segera menuju meja makan karena merasa perutnya sangat lapar. Sedangkan Daffa bersiap-siap untuk segera pergi ke kantor.


Begitu selesai, Daffa turun dan menghampiri Hana di meja makan. Iya ikut bergabung untuk sarapan dengan istri dan anggota keluarga yang lain. Begitu sarapan sudah selesai, Daffa berpamitan untuk beragkat ke kantor. Namun Hana merengek untuk ikut. Iya mengikuti Daffa.


"Mas, Hana ikut ya ke kantor" Ucap Hana.

__ADS_1


"Tapi sayang, mas ngga mau kamu capek" Ucap Daffa.


"Tapi Hana ingin ikut sama mas Daffa. Hana bosen dirumah terus" Hana menundukkan kepala dan bersikap sedih. Daffa yang tak twga melihat itupun menyetujui Hana untuk ikut. Akhirnya wajah Hana sumringah.


"Tapi, kamu ngga mandi dulu? " Tanya Daffa saat Hana akan berjalan keluar rumah.


"Nanti kalau Hana mandi mas Daffa tinggal" Ucap Daffa.


"Ngga akan sayang. Mandi dulu ya" Ucap Daffa lembut sambil tersenyum dan mengelus punggung Hana. Hanapun segera berjalan menuju kamar sambil meraih pergelangan tangan Daffa dan menyeretnya supaya ikut ke kamar. Daffa pun menggelengkan kepala heran dengan tingkah istrinya. Mau tak mau iyapun melangkahkan kaki masuk ke kamar lagi. Didalam kamar menunggu istrinya yang sedang mandi, iya duduk disofa sambil membuka ponselnya. Tak membutuhkan waktu lama, hanya sekitar 15 menitan, Hana keluar dari kamar mandi dan sudah mengenakan gamisnya. Berbalut hijab panjang yang menjuntai menutupi tubuh bagian atasnya. Iya terlihat bersemangat untuk keluar hari ini.


"Ayuk mas" Ajak Hana mengulurkan tangan ke Daffa. Daffa pun meraih tangan Hana lalu bangkit dari duduknya lalu melangkah keluar kamar. Di depan pintu seorang sopir terlihat membukakakan pintu mobil bagian belakang. Daffa dan Hana segera masuk dan duduk di kursi penumpang.


"Sayang, mas mau meriksa email dulu ya" Ucap Daffa sambil menyalakan ponselny. Hana mengangguk. Daffa terlihat sibuk dengan email tersebut. Hana terlihat tersenyum karena merasa senang.bisa melepaskan kebosanannya.


Sesampainya di gedung kantor, sopir Daffa menghentikan mobilnya di depan lobby. Iya lalu turun dan membuka pintu mobil.

__ADS_1


"Pelan-pelan sayang" Ucap Daffa sambil tangannya memegangi Hana. Hana turun dan merapikan bajunya. Banyak pasang mata memandang ke arah mereka dengan perasaan kagum. Namun yang paling menakutkan, adalah sepasang masa yang memandang ke arah Hana dengan tatapan sinis dari luar gedung. Setelah Hana turun Daffa menggandeng tangan Hana lalu masuk ke ruangan Daffa melalui Lift. Sesampainya di ruangan, Daffa kembali disibukkan dengan pekerjaan yang menumpuk setelah iya meminta Hana untuk menunggu di kamar yang berada di ruangan itu. Dengan dibantu oleh Nadia, Dita dan Rey, mereka bekerja menyelesaikan pekerjaannya.


__ADS_2