KEKASIH HALAL CEO TAMPAN

KEKASIH HALAL CEO TAMPAN
Menanti Jawaban...


__ADS_3

Sesampainya dikamar, Hana segera mengangkat telepon Daffa dengan ragu.


"Assalamualaikum"


"Wa'alaikumsalam " keduanya terdiam beberapa saat, hingga akhirya suara Daffa memecah kesunyian.


Daffa "Han"


me "Iya pak"


Daffa "Bagaimana jawaban kamu?"


Me "Emmmm... Anu pak, maaf, saya belum bisa menjawab sekarang"


Daffa "Lalu... Harap Daffa Hana akan memberikan jawaban yang melegakan hatinya"


Me "Kalau bapak masih bisa menunggu, bisakah bapak menunggu saya hingga saya selesai kuliah,baru saya akan menjawabnya? "


Haffa "Apa tidak bisa lebih cepat lagi Han? "


Me " Bapak harus terlebih dahulu menemui orang tua saya jika bapak benar benar serius"


Daffa "Kamu serius Han? "


Me "Iya pak, silahkan temui mereka dan tanyalah kepada mereka"


Daffa "Biklah, jika itu maumu, tunggu saja kabarku atau orang tuamu. Kalau begitu terimakasih ya, istirahatlah ini sudah malam.


Me "Baik pak, terimakasih, assalamu'alaikum"


Daffa *Wa'alaikumsalam wr wb"


'tututututut' Panggilan berakhir.


Hana masih termenung sendiri didalam kamar rasanya sangat sulit dipercaya kejadian tadi. Mungkin hana tak akan bisa tidur semalam ini.


Lain halnya dengan Daffa. Iya ingin langsung menemui orangtua Hana di kediamannya. Dia memutuskan untuk pulang malam ini juga.


"Rey, cepat... kita harus segera sampai di Indonesia" Kata Daffa sambil mengetuk pintu kamar hotel Rey.


"Ada apa tuan, mengapa buru buru, bahkan kita baru istirahat" Tanya Rey heran. Padahal iya baru saja mau merebahkan badanya.


"Hana memintaku untuk menemui orang tuanya. Aku sudah tidak sabar mendengar jawaban orang tua Hana" Daffa berkata dengan tidak sabar.


"Tuan, ini sudah tengah malam, kalaupun ingin menemui orang tua Hana kita bisa berangkat besok pagi tuan, apa tuan tidak lelah? "


"Hmmm, tapi aku takut ada yang melamar hana lebih dulu dari aku Rey" jawab Daffa


"Hehe, tuan tidak mungkin seperti itu. Anda tahu kan jika Hana ada di london. Dan siapa yang akan melamar malam?malam seperti ini? " jelas Rey sedikit kesal dengan tingkah bosnya yang sedang jatuh cinta itu.

__ADS_1


"Ahh iya, ya sudah kalau begitu aku akan istirahat dulu" sambil berlalu


"Ah iya tuan, beristirahatlah! " Rey berkata sambil menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal. Sambil bergumam "Hah, mengapa orang yang sedang jatuh cinta menjadi sebodoh itu ya ? Kalau untuk urusan bisnis saja pinter banget, giliran urusan cinta jadi bego hahahaha " Rey tertawa entah mengapa iya sangat menyayangkan bos nya yang sedang jatuh cinta itu.


Pagi sudah datang, matahari sudah menampakkan sinarnya seolah malu malu. Daffa sudah terbangun sedari tadi. Setelah mandi di pagi buta seperti ini, Daffa melaksanakan sholat subuh. Jam menunjukkan pukul 06.39, Daffa sudah berangkat ke bandara menuju ke indonesia.


Lain halnya dengan Hana. Iya yang semalam tak dapat memejamkan mata nya hingga larut, baru sekitar pukul 0200 dini hari iya tertidur lelap. Merasakan kepalanya yang sedikit pusing Hana pun menuju dapur untuk mengisi perut. Disana sudah ada Diana yang sedang memakan roti. Hana pun datang menghampiri diana.


"Nggak bisa tidur ya nona Hana hahahaha? " Ejek Diana sambil memasukkan roti kedalam mulut nya.


"Hehe, iya di, inikan pertama buat aku. Jadi aku kepikiran Di. Apalagi kita jauh di negara orang"


"Semalam jawaban kamu apa? " tanya Diana penasaran.


"Aku suruh nunggu sampai lulus kuliah kalau benar-benar serius, aku mau fokus ke kuliah dulu" jawab Hana


"Gila kamu Han, tau gak pak Daffa itu lelaki dewasa, ada kesempatan bukanya diambil malah di sia -sia in" cerca Diana karena kaget dengan jawaban Hana.


"Hehe habis aku belum siap di. Tapi aku nyuruh pak Daffa buat nemuin ayah sama ibu ke rumah, dan katanya dia mau ngasih kabar kalo sudah" jawab Hana


"Uuhh... Semoga saja paman sama tante ngizinin hhhhh " Diana berharap lebih


"Kamu itu hahaha " Hana pun ikut tertawa.


Di dalam pesawat Daffa merasa tidak sabar untuk segera sampai. Beberapa jam kemudian sesampainya di indonesia, Daffa langsung menuju rumahnya. Karena ini sudah sangat larut untuk bertamu.


Sesampainya disana, mereka berpapasan dengan ayah ibu Hana di depan rumah mereka yang hampir berangkat.


"Untung saja masih ketemu" fikir Daffa


"Ayo rey, cepat! " kata Daffa sambil keluar dari mobil.


"Assalamualaikum maaf mengganggu pak buk" sapa Daffa sopan


Ayah dan ibu Hana bingung, ada apa gerangan Daffa kesini. Apa hana membuat kealahan. fikirnya


"Tuan daffa, silahkan masuk" Jawab ayah Hana


Dan merekapun masuk bersama.


"Silahkan duduk tuan Daffa! " ibu Hana mempersilahkan Daffa duduk


"Terimakasih pak, bu"


"Maaf tuan Daffa, apa ada masalah dengan Hana, sehingga anda harus kesini pagi pagi seperti ini? " tanya ayah Hana gugup.


"Tidak pak, jadi saya kesini karena akan menyampaikan sesuatu, jadi begini.


*dan Daffa pun menjelaskan semuanya*

__ADS_1


Disini orang tua Hana paham apa maksud kedatangan Daffa. Dengan tegas beliau menjawab


"Mohon maaf tuan Daffa, tapi kami tidak bisa memutuskan sendiri tentang kehidupan Hana. Biarlah Hana yang memberi jawaban sesuai yang dikatakan pada anda" jelas ayah Hana


Dan Daffa pun merasa lega karena iya mendapat isyarat bahwa orang tua Hana tidak keberatan. Tapi daffa harus menunggu selama 4 tahun.


Setelah semua selesai, Daffa pamit undur diri. sesudah itu, setiap saat Daffa selalu menghubungi Hana lewat pesan atau telepon. Dan itu membuat mereka semakin dekat walapun jarak memisahkan.


flashback off....


"Apa kamu sudah siap han Menikah" ? tanya ayah Hana


"Hana hanya ingin sekali saja menjalani pernikahan yah, Hana ingin lelaki yang tepat untuk Hana, bukan karena dia kaya, tampan atau memiliki derajat yang tinggi. Tapi Hana ingin lelaki yang bisa membimbing Hana. Seperti ayah membimbing ibu, mas bilal dan Hana" tutur Hana lembut.


"Lalu bagaimana keputusanmu? " tanya ibu.


"Hana akan mencoba sholat istikharah lagi bu, yah, Hana mohon pengertian"


"Baiklah, kalau inginmu seperti itu, tapi kalau bisa tolong jangan kecewakan Daffa. Sepertinya dia tulus mencintaimu. 4 tahun bukan waktu yang sebentar untuk sebuah penantian. Kalau dilihat, Daffa orangnya juga baik. Mungkin selama penantian, Dia pernah menolak wanita lain demi kamu nak, jadi tolong fikirkan baik baik ya" pinta ayah Hana.


"Baik yah, Inssya Allah" jawab Hana


Setelah pembicaraan tersebut, Hana memilih untuk masuk kedalam kamar. Melihat handphone yang berdering tanda panggilan masuk. Iya melihat nama Daffa tertera disana. Dengan perlahan Hana mendekati lalu mengangkat telepon Daffa.


Me "Assalamualaikum pak Daffa"


Daffa "Wa'alaikumsalam wr wb"


Ne "Ada apa pak ?


Daffa Apa kamu sedang sibuk? "


Me "Tidak pak"


Daffa "Mmmm... Maksud saya telepon kamu, ada hal yang akan saya tanyakan Han. Bagaimana jawaban kamu ?


Me "Mmmm anu pak, kan kalau bicara lewat telepon kita tidak bisa leluasa. Bagaimana kalau besok malam, bisa bertemu di rumah saya atau bagaimana" jawab Hana sedikit ragu. Sebenarnya Hana sudah memiliki jawabannya. Tapi iya ingin meyakinkan diri malam ini. Karena selama di London iya selalu melaksanakan sholat istikharah, dan sepertinya memang Daffa adalah jawaban dari semua itu.


Daffa "Baik, besok malam saya akan kerumahmu"


Me "Baik pak, mohon maaf menunggu. Assalamualaikum"


Daffa "Wa'alaikumsalam


Setelah menelpon Hana, ada kelegaan dihati Daffa. Semoga ini adalah jawaban dari do'a do'anya selama ini. Dan semoga penantian selama ini tidak sia sia.


'tututututut' telepon dimatikan


TBC

__ADS_1


__ADS_2