
Hana yang melihat Amanda masuk ke ruangan Daffa sedikit merasakan panas di hatinya. Bagaimana tidak, sebagai seorang istri, iya khawatir melihat suaminya dengan seorang wanita. Ditambah lagi dengan pakaian yang sangat sexy. Hana menghembuskan nafas kasar. Entah ada apa dengan perasaannya.
Sedangkan didalam. Daffa terkejut dengan kedatangan Manda. Bagaimana mungkin Manda pulang tanpa mengabari dirinya. Daffa tak menyangka jika Amanda sepupunya akan datang. Daffa fikir bukan Amanda sepupunya, melainkan Amanda rekan bisnisnya. Dia langsung berdiri dan Amanda berlari memeluk Daffa.
"Kak Dafa jahat, masa nikah aku ngga dikasih kabar" Amanda cemberut.
"Maaf Manda , ini terlalu dadakan, jadi kakak ngga sempat kasih kabar ke kamu" tutur Daffa..
Tanpa sengaja, Tatapan Amanda tertuju kepada Rey. Lelaki yang sudah mengisi hatinya sejak dulu. Namun karena gengsi, iya memendamnya. Rey yang di tatap pun membalas dan memberikan senyuman kepada Amanda. Dan iya melanjutkan pekerjaannya. Amanda segera membuang pandangannya ke arah lain. Takut jika Daffa tahu dia sedang menatap Rey.
Sedangkan di luar, Hana yang sedikit kesal terdiam beberapa saat. Tiba-tiba ponselnya berdering, dan nama Daffa tertera di sana.
"Assalamualaikum, Iya tuan Daffa, ada apa? " tanya Hana dengan pelan.
"Masuklah!"
"Iya" 'tutututututut' telepon dimatikan.
Hana yang dipanggil pun langsung menghadap ke ruangan Daffa. Baru masuk iya disuguhkan dengan pemandangan yang membuat hatinya tergelitik. Bagaimana tidak, Daffa dan Amanda duduk di sofa berhadap-hadapan. Namun Hana menahan agar tak berekspresi apapun.
"Iya tuan, ada apa memanggil saya? " tanya Hana sopan sambil menunduk.
"Jadi ini kak Hana yang kak Daffa maksud? " tanya Amanda dengan nada tegas.
Hana heran, mengapa Amanda bertanya seperti itu.
"Sayang, kemarilah! " pinta Daffa kepada Hana.
Hana yang merasa terpanggil pun segera mendekat ke arah Daffa.
"Sini, duduk! " Daffa menepuk kursi disampingnya yang kosong.
"Aaaa... Cantik sekali istri kakak, aku tidak yakin kakak bisa membuatnya jatuh cinta kepadamu, dia sama cantiknya denganku, bedanya dia gadis yang pendiam " tutur Amanda membanggakan diri.
Sedangkan Hana yang terdiam pun tak mengerti arah pembicaraan Amanda. Iya menoleh ke Daffa dan Amanda secara bergantian. Amanda yang mengerti jika Hana bingung pun langsung memeluk Hana. Dan Hana semakin tidak mengerti.
__ADS_1
"Kakak ipar" Panggil Amanda kepada Hana
Hana bengong, iya melepaskan pelukan Amanda. Iya memandang Daffa dan Amanda bergantian. Daffa yang mengerti kebingungan Hana segera memberitahu.
"Sayang, ini Amanda. Sepupu mas yang tinggal di Singapura. Dia kuliah disana. Usianya lebih muda setahun darimu" jelas Daffa
"Pasti kak Hana mengira kalau aku ini selingkuhan kak Daffa ya? " tanya Amanda penuh selidik
"Hehe, nggak kok" Hana tersenyum
"Kak Hana, kakak jangan terlalu sering senyum ke kak Daffa, bisa diabetes dia kakak senyumin terus. Soalnya kakak kalau tersenyum manis banget, pantesan kak Daffa jatuh cinta sama kakak" Amanda tiba-tiba berbicara kepada Hana.
"Manda, kamu itu jangan terus mengganggu Hana" ucap Daffa
"Ih, kakak jangan ganggu deh, kalau mau kerja sana. Aku mau kenalan sama kakak iparku" Sambung Amanda sedikit melo.
"Oh iya, boleh ya hari ini aku ajak kak Hana keluar. Jalan-jalan gitu! " Amanda mengedipkan matanya ke arah Daffa
"Sa... saya masih banyak pekerjaan Amanda" sahut Hana
"Pekerjaan saya juga sangat banyak nona Manda" Rey menimpali
"Ayolah mas Rey yang ganteng tapi jomblo, bantu Hana yaa" Amanda tak mau kalah. Seketika mata Rey melotot karena mendengar Manda menyebutnya jomblo.
"Kalian mendingan jadian deh, terus nikah. Daripada sama-sama jomblo" tiba-tiba Daffa menyahut.
"Ih, aku kan jomblo karena emang ngga mau pacaran. Buang-buang waktu saja. mendingan kaya kak Hana dan kak Daffa, langsung nikah. Kalau dia mungkin karena emang belum ada yang mau" tutur Amanda sengit.
Daffa yang mendengar hanya menggelengkan kepala. Sedangkan Rey membalas ucapan Amanda.
"Jomblo atau tidak, itu bukan urusan anda nona Amanda" sambil menekankan kata "Amanda"
"Lihat saja kak Daffa, dia sok-sokan gengsi di depanku" ucap Amanda kembali
"Sudah sudah, kalian ini kalau ketemu ngga pernah mau akur. Nanti aku bilangin mama biar dijodohkan sekalian. Biar bisa akur" ucap Daffa menengahi mereka.
__ADS_1
"Hahahha, mana cocok aku sama dia" manda tak mau kalah
Daffa bingung, jika dibiarkan maka akan terjadi adu mulut yang tak berkesudahan. Karena Amanda yang selalu usil dengan kata-katanya. Sedangkan Rey yang tak pernah mau mengalah. Sudah bagaikan anjing dan kucing jika bertemu.
"Oh, iya Manda. Kamu tau darimana kalau aku sudah menikah?" tanya Daffa
"Dari tante Sarah" jawab Manda
"Karena kalian menikah tak mengabariku, tega sekali. Jadi semalam setelah pernikahan kalian, tante Sarah menghubungi mama. Tante bilang kalian menikah, terus mama ngabarin aku. Ya sudah, langsung saja aku mencari penerbangan tercepat pagi tadi. Dari bandara langsung kesini" tutur Manda panjang lebar
"Tante pulang juga? " tanya Daffa penasaran
"Iya, sekarang ada dirumah" Manda memberi tahu
"Kak Hana, nanti mau ya temenin aku jalan-jalan. Disini aku kan ngga lama. Cuma 2 mingguan. Kak Daffa izinin yaa" Amanda memasang wajah sok imutnya.
"Tapi nanti kak Hana kecapekan bagaimana Manda?" jawab Daffa
"Yah kak Daffa ngga asik deh. Aku kan udah lama pengen punya kakak perempuan. Giliran sudah punya, kak Daffa jadi pelit" ucap Amanda dengan nada sedih yang dibuat-buat.
"Kalau mau kakak perempuan, kenapa ngga minta sama Fariz, dia juga kakak kamu lo?" tutur Daffa
"Ah, kak Fariz ngga asik. Terlalu lempeng. Boleh ya kak, boleh ya ngajak kak Hana" Amanda menangkupkan kedua tangannya di depan dada. Membuat Daffa tak mampu menolak permintaanya.
"Kamu maukah sayang, pergi sama Amanda ? tanya Daffa kepada Hana
"Kalau mas nemenin Hana mau" jawab Hana
"Tuh kan, kak Hana mau. Boleh ya kak. Please" Amanda berkata dengan sok imut.
"Iya, nanti pergilah sama Hana. Tapi ingat jam 5 sudah harus kembali kesini. Kakak ngga mau kak Hana kecapekan" tutur Daffa yang tak mampu menolak permintaan Manda.
Daffa sangat menyayangi Manda seperti adik kandungnya sendiri. Dan orang tua Daffa juga menyayangi Manda seperti anak sendiri. itu karena Manda dan Fariz dari kecil selalu dititipkan ke tantenya. Ibu Sarah. Karena orang tuanya selalu bepergian keluar kota. Bahkan luar negeri. Daffa, Fariz, Amanda dan Reyhan tumbuh sebagai saudara yang saling menyayangi. Namun dari dulu Amanda dan Reyhan selalu bertengkar dengan hal-hal sepele. Tapi tidak mengapa, meskipun begitu, mereka tetap saling menyayangi. Hingga sekarang hubungan mereka tetap harmonis. Sedanglan Fariz, kakak Amanda yang seumuran dengan Daffa. Sekarang berada di Singapura untuk mengurus salah satu bisnis orang tuanya.
"Yeeees... makasih kak Daffa yang baik hati. Nanti pekerjaan kak Hana suruh ngerjain dia aja" sambil melirik Rey. Namun Rey tak terpancing sama sekali dengan ucapan Manda. Dia masih tetap fokus mengerjakan pekerjaannya.
__ADS_1
TBC...