
Hana berjalan terlebih dahulu menuju ke tampat favoritnya. Yaitu sebuah taman bunga yang di tengahnya terdapat sebuah danau. Dengan udara yang berhembus perlahan, terasa sejuk. Hana menuju sebuah kursi kosong lalu duduk menghadap ke danau. Daffa pun duduk di sampingnya. Hana terlihat tersenyum, lalu menoleh sambil menatap Daffa.
"Apa kamu bahagia sayang? " Tanya Daffa sambil memegang tangan Hana.
"Iya mas, Hana bahagia sekali. Hana dulu pernah bermimpi untuk kesini bersama kekasih halal Hana. Dan sekarang semua itu menjadi kenyataan" Ucap Hana. Daffa yang mendengarpun menatap Hana dengan tersenyum. Lalu mendekat lebih dekat lagi, iya tak kuasa menahan diri untuk memeluk Hana. Dalam sejuknya semilir angin yang hampir senja, Hana tersenyum dalam dekapan Daffa. Merasakan kehangatan yang luar biasa. Indah sekali.
"Mas ingin selamanya ita akan merasakan bahagia, Mas ingin terus membahagiakan kamu sayang" Ucap Daffa.
"Terimakasih mas, sudah menjadikan Hana wanita spesial dalam hidupmu. Hana bahagia hidup bersamamu mas" Jawab Hana.
"Mas lebih bahagia sayang" Hana dan Daffa merasa bahagia saat ini.
"Apa kamu sering kesini waktu kuliah? " Tanya Daffa.
"Iya mas, aku merasa tempat ini sangat indah. Mengingatkan aku dengan kampung halaman. Danau yang dekat rumah itu, hanya saja disana ngga ada tamannya. Tapi aku selalu rindu" Ucal Hana.
"Kamu ingat ngga, pas pertama aku nyusul kau kesini? " Tanya Daffa bernostalgia.
"Inget banget mas, saat itu waktu senja. Mas datang sendiri. Entah apa yang membuat mas tiba-tiba ada disini waktu itu" Ucap Hana lagi.
"Jadi, sebenarnya, waktu itu mas ngerasa cemburu sayang. Kamu sedang ada di sini dengan laki-laki lain. Ya walaupun kamu tidak berduaan. Tapi mas rasa laki-laki itu akan menjadi saingan mas. Rudi memberitahu kalau kamu sedang ada di danau dengan laki-laki dan seorang perempuan untuk mengerjakan tugas. Mas yang sedang ada di kantor di sini langsung saja meluncur. Eh kamu malah malu-malu" Ucap Daffa menjelaskan.
"Waktu itu Hana bertiga mas, dengan jacelin dan Albert. Tiba-tiba mas datang. Ya tentu saja Hana kaget" Ucap Hana mengenang.
Flashback on...
Sore itu, Hana dan kedua temannya, Jacelin dan Albert sedang berada di taman. Mereka akan mengerjakan tugas kelompok yang diberikan oleh seorang dosen. Teman-teman satu fakultas juga banyak yang disana. Hana dan teman-temannya sedang serius mengerjakan tugas, namun tiba-tiba Daffa datang ikut bergabung. dan tiba-tiba duduk disamping Hana.
"Sayang, kamu sedang mengerjakan tugas? " Kata Daffa dengan beraninya di hadapan teman-teman Hana. Sontak hal tersebut membuat Hana menolehkan kepala. Iya seperti mengenal suara disampingnya. Begitu menengok, pandangan Hana dan Daffa bertemu. Dalam beberapa detik mereka terdiam Saling terpaku.
__ADS_1
"Tuan Daffa? " ucap Hana bingung. Apa maksud Daffa. "Tuan disini sejak kapa? " Hana kembali bertanya. Sedangkan Daffa masih terpaku. Hana melambaikan tangannya. Daffa pin tersadar dan malah bertanya. Hal tersebut tak luput dari perhatian Jacelyn dan Albert.
"Ehmm, anu Han. Tadi kebetulan aku sedang lewat sini, terus lihat kamu. Jadi aku berhenti dan ikut bergabung" Ucap Daffa sedikit gugup.
"This is your boyfriend Hana (ini kekasihmu Hana) ? " tanya Jacelyn.
"Oh, this is my.... " Belum sempat Hana menyelesaikan ucapannya, Daffa sudah memotong pembicaraan Hana.
"I'm Hana's future husband (saya adalah calon suami Hana) " Ucap Daffa singkat. Hal tersebut membuat Hana membulatkan mata dan mulut. Iya tak menyangka jika Daffa akan mengakui dirinya di hadapan teman-temannya.
"Wah, Hana" Teman-teman Hana memandang ke arah Daffa dengan kagum. Mereka tak pernah mengerti jika ternyata Hana sudah memiliki calon suami. Sangat tampan lagi.
"Congrat Hana" Ucap teman-temannya. Hana hanya bisa tersenyum kikuk.
"Apa sudah selesai sayang tugasnya? " Daffa bertanya dengan melihat ke arah laptop Hana.
"Iya sudah, sebentar lagi kita selesai" Hana menjawab dengan menunduk malu.
"Kalau sudah, ayo kita pulang" Ajak Daffa.
"friends, I'm going home first okay (teman-teman, saya pulang dulu ya) " Ucal Hana sambil merapikan laptopnya.
"Ok, be careful Hana" Jawab kedua temannya serempak. Hanaa hanya tersenyum, Iya berdiri mengikuti Daffa. Lalu melangkah bersama meninggalkan taman. Saat sudah di mobil, Hana tak hanya diam saja.
"Maaf tuan, ada apa ya. Kok tuan tiba-tiba ada disini? " Tanya Hana dengan hati-hati.
"Emmm, tadi itu teman-teman kamu? " Daffa malah bertanya.
"Iya, itu tadi Jacelyn dan Albert. Teman sekelas Hana. Dan tadi sedang ada tugas" Jawab Hana dengan pandangan tetap ke depan.
__ADS_1
"Iya, maaf. Tadi aku ganggu kamu" Ucap Daffa.
"Tidak tuan, lagian kan tadi sudah hampir mahgrib, Hana juga akan pulang" Jawab Hana.
"Kita mampir di masjid ya, setelah itu kita makan malam. Kamu pasti belum makan kan? " Ajak Daffa.
"Iya tuan" Hana menurut dengan ajakan Daffa. Akhirnya mereka berhenti disebuah masjid. Setelah selesai melaksanakan sholat mahgrib, mereka pergi ke sebuah restoran untuk makan.
Flashback off...
Tak terasa Hari sudah semakin sore. Hana sangat suka memandang sunset. Iya kagum dengan ciptaan Tuhan. "Sangat indah" Gumamnya.
"Waktu itu mas ngga berani jujur ke kamu sayang, mas sangat iri dengan teman-temanmu yang setiap hati bisa dekat dengan kamu, sedangkan mas hanya bisa memandangmu dari jauh. itu pun hanya dari layar ponsel. Gambar- yang dikirimkan oleh Rudi" Ucap Daffa.
"Mas menyuruh Rudi mengawasi Hana? " Tanya Hana.
"Buan mengawasi sayang, tapi menjaga. Itu sebagai tanda bukti mas serius ke kamu. Mas selalu ingin jagain kamu" Jadi mas nyuruh Rudi untuk terus ngawasin kamu. Mas ngga mau kamu kenapa-kenapa. Meskipun kamu sudah bisa bela diri dengan sangat baik, tetap saja mas khawatir. Karena kamu perempuan" Ucap Daffa menjelaskan. Hana mengangguk tanda mengerti.
"Makasih mas" Ucap Hana.
"Sama-sama sayang" Balas Daffa. "Masih ingin disini? " Tanya Daffa.
"Sudah ngga, kita balik saja ya. Sudah hampir mahgrib juga" jawab Hana. Dan dijawab anggukan oleh Daffa. Mereka berjalan kembali ke mobil. Mereka kembali ke rumah Rudi.
"Kita harus ke rumah Rudi sayang, kita harus pamitan. Dan memberikan pesan kepada Haidar juga" Ucap Daffa.
"Iya mas" Hana menyetujui. Dan mobil melaju kerumah Rudi. Tapi sebelumnya, Mereka berhenti disebuah masjid besar untuk melaksanan sholat mahgrib.
"Ini kedua kali mas ngajak Hana berhenti di masjid ini" Hana berkata setelah keluar dari masjid dan sudah masuk mobil.
__ADS_1
"Ini sebuah kenangan indah sayang, mas juga ngga akan lupa akan hal ini" Ucap Daffa. Hana tersenyum penuh makna kepada Daffa. Setelahnya, mereka melanjutkan perjalanan menuju rumah Rudi.
TBC.