KEKASIH HALAL CEO TAMPAN

KEKASIH HALAL CEO TAMPAN
Extra Part 5


__ADS_3

Malam semakin dekat, Daffa dan Hana pamit untuk pulang. Pukul 09.30 malam mereka baru pulang dari rumah ayah Hana. Di dalam perjalanan, Arsyad dan Arsyida tertidur di dalam mobil. Karena seharian bermain kemungkinan mereka kelelahan. Ditengah perjalanan yang sedikit sunyi, tiba-tiba mobil yang ditumpangi Daffa mengerem mendadak. Daffa bertanya kepada sopirnya.


"Ada apa? " Tanya Daffa sambil melihat kedepan.


"Itu tuan, ada orang ditengah jalan. Sepertinya pingsan atau bagaimana" Jawab sopir yang duduk di kursi kemudi di samping Daffa.


"Kita turun untuk memeriksa atau bagaimana tuan? " Tanya sopir itu lagi.


"Jangan dulu. Kita tunggu sampai beberapa saat. Ini malam dan keadaan sepi. Takutnya itu salah satu modus tindak kejahatan" Jawab Daffa.


"Siapa mas? " Tanya Hana sesaat kemudian.


"Itu, ada orang di depan sayang. Kita tunggu dulu ya" Daffa yang lebih berpengalaman dengan hal-hal yang berbau modus mencegah semua untuk keluar dari mobil.


"Kunci semua pintu" Ucap Daffa. Kita mundur dulu, aku akan menghubungi polisi untuk mengurus orang tersebut. Daffa mengeluarkan ponselnya dan menghubungi kantor polisi terdekat. Begitu tersambung, Daffa segera melaporkan apa yang terjadi di depannya.


"Aku merasa ini modus doang mas" Ucap Hana.


"Kita tidak bisa su'udzon sayang. Yang penting kita ngga keluar dulu" Daffa berkata sambil menatap ke depan ke arah seseorang uang tergeletak di jalan.

__ADS_1


"Sayang, kamu bawa tablet kan? " Tanya Daffa menoleh ke belakang.


"Bawa mas" Hana menjawab lalu mengeluarkan tablet dari dalam tasnya.


"Kamu retas seluruh CCTV yang ada ya. Kita harus berjaga-jaga" Ucap Daffa. Hana paham apa yang Daffa maksud. Iya segera meretas CCTV yang berada di dekatnya. membuat seluruh CCTV fokus pada tempat mereka berada. Setelah beberapa menit menunggu, satu mobil polisi datang. Begitu para polisi sudah mendekat, Daffa turun bergabung dengan mereka.


"Selamat malam, dengan tuan Daffa Yusdhistira Utama? " Tanya seorang polisi. Dan beberapa polisi menghampiri seseorang yang tergeletak di jalan.


"Iya, benar. Tolong bapak memastikan jika ini bukan hanya modus semata" Ucap Daffa tegas. Beberapa orang polisi yang mendekati orang tersebut berhasil membangunkannya. Mereka membawa orang tersebut mendekat ke arah mobil Daffa untuk dimintai penjelasan. Orang tersebut terlihat bingung dan ketakutan. Terlihat satu buah sepeda motor disamping orang tersebut.


"Maaf, anda menganggu kenyamanan lalu lintas. Kenapa anda terbaring ditengah jalan malam-malam seperti ini? " Tanya seorang anggota polisi mengintrogasi. Namun laki-laki tersebut malah diam.


"Emmm... Anu tuan, mohon maaf. Badan saya tadi terasa lemas. Pas naik motor saya ngga kuat, akhirnya saya menghentikan motor saya. Belum sempat saya kepinggir, saya ngga ingat apa-apa tuan" Jawab orang terebut terbata-bata.


"Apa masih tidak enak badan? " Tanya Daffa kembali.


"Sudah mendingan tuan" Jawabnya sambil menunduk.


"Saya mohon maaf, saya sudah mengganggu kenyamanan anda dalam berkendara" Ucap orang tersebut.

__ADS_1


"Ya sudah, tak apa. Bukannya saya tidak selalu berprasangka buruk kepada orang lain. Tapi demi keselamatan bersama saya memanggil polisi" Daffa menjelaskan maksudnya.


"Tindakan tuan dengan memanggil kami adalah sudah tepat tuan. Karena akan meminimalisir tindak kejahatan yang akan dilakukan. Dengan adanya pihak yang berwajib, mereka tidak akan berani macam-macam" Anggota polisi tersebut membenarkan apa yang Daffa lakukan.


"Jika begitu, kami undur diri dulu ya pak" Ucap Daffa. Setelah itu iya masuk ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanan.


"Apa bapak tidak apa-apa? Apa perlu kami mengantarkan anda untuk pulang? " Tanya polisi tersebut.


"Terimakasih pak, tapi saya sepertinya sudah kuat untuk melanjutkan perjalanan, rumah saya dekat sini saja pak" Jawab orang tersebut. Pihak kepolisian pun mengizinkannya untuk pulang.


"Kalau begitu, kami pergi dulu" Ucap Anggota polisi. Akhirnya mereka meninggalkan orang tersebut.


Dari kejauhan, seorang yang memperhatikan kejadian tersebut merasa kesal. Iya tak menyangka jika Daffa akan sepandai itu mengantisipasi sebuah kejadian. Iya kesal dan geram karena polisi datang. Iya menendang mobil dengan sepatunya.


"Sial... Aku akan melakukan hal gila di lain waktu untuk membalaskan dendamku kepada kalian. Aku tak akan pernah membiarkan kalian hidup enak. Sementara aku menderita karena ulah kalian" Ucap orang tersebut.


"Kita kembali, aku ngga mau berurusan dengan kegagalan. Semua rencana kita harus berhasil. Kita harus melakukan hal yang lebih baik, supaya rencana kita tidak gagal" Ucap wanita di sampingnya. Lelaki yang geram itupun segera masuk ke mobil lalu mengemudikan mobilnya untuk meninggalkan tempat tersebut.


"Kita harus memikirkan cara untuk membalaskan dendam kita" Wanita tersebut geram dengan sendirinya.

__ADS_1


TBC


__ADS_2