KEKASIH HALAL CEO TAMPAN

KEKASIH HALAL CEO TAMPAN
Hari Pertama Bekerja


__ADS_3

Hana sudah selesai menyiapkan segala segala sesuatu yang dibutuhkan besok. Iya bergegas sholat isya' lalu segera tidur. Mendaratkan tubuhnya diatas kasur single nya. Baru mau memejamkan mata, ada notifikasi tanda pesan masuk. Hana yang sebenarnya belum mengantuk pun segera membuka pesan tersebut.


Diana "Han, apa kabar?"


Hana "Baik din, kamu gimana juga kabarnya? "


Diana "Baik juga Han. Kamu lagi ngapain? "


Hana "Lagi chat sama kamu 😁😂😂😂 "


Diana "Huh, dasar Hana nggak berubah dari dulu hahahaha"


Hana "Mau berubah jadi apa Din, putri salju atau cinderella, siap nih wkwkwkkw"


Diana "Jadi ratu nanti sama sang raja aja deh raja Daffa hahahahha" balas Diana.


Hana "Maksudnya kamu berharap aku jadi ratunya pak Daffa gitu? "


Diana "Iyelah, kan sudah dipersunting sama calon raja ciee cieee calon ratu masa depan hahaha" Diana terus menggoda Hana.


Hana "Aamiin. Semoga ntar pak Daffa nggak bersin-bersin digosip in mulu sama kamu ckckck"


Diana "Paling-paling kalau bersih langsung nyebut nama kamu Han, hahaha"


Hana "Udah deh nona Diana, jangan kebanyakan halu, ntar pusing loh itu kepalanya, nggak bisa lihat drakor loh" canda Hana


Diana "Oh iya, aku lupa kan lagi ada tayangan drakor bagus ya, kenapa sampai lupa sih aku.. udah dulu ya calon ratunya Daffa wkwkwkwk"


Hana "Iya deh, sudah sana nonton drakormu lagi"


Pesan masuk tapi tak dibalas oleh Diana. Hana meletakkan hp nya di meja, bersiap untuk tidur. Namun belum bisa memejamkan mata, hp nya berbunyi tanda pesan masuk.


Daffa "Assalamualaikum"


Hana "Wa'alaikumsalam"


Daffa "Sudah mau tidur kah? "


Hana "Belum pak. 😁


Daffa "Besok jangan telat ya! "


Hana "Siap pak bos. laksanakan"


Daffa *selamat malam, selamat tidur, mimpi indah ya. Jangan lupa berdo'a sebelum tidur. Minta sama Allah supaya dipertemukan sama aku didalam mimpi" Daffa bercanda.


Hana melongo membaca pesan dari Daffa, lalu membaca nya.


Hana " Iya deh pak. saya mau tidur dulu"

__ADS_1


sambil tersenyum hana mengirimkan pesan balasan ke Daffa.


Daffa "Assalamualaikum"


Setelah membalas pesan Daffa, Hana tidur.


Sedangkan Daffa merasa tak sabar untuk cepat cepat pagi. Iya berusaha memejamkan matanya. Namun fikirannya selalu tertuju kepada Hana. akhir akhir ini Hana selalu memenuhi benakya.


Sambil bersandar di bantal, Daffa membayangkan menikah dengan Hana dan memiliki anak. Alangkah bahagianya" batin Daffa


Tak lama iya tersadar karena memikirkan hal hal seperti itu. Daffa segera beristighfar. Menurunkan bantal lalu berusaha tidur agar pagi lebih cepat datang.


Adzan subuh berkumandang. Hana menggeliat terbangun dari tidurnya. Segera bangun dan mengambil wudhu, melaksanakan kewajiban.


Setelah keluar kamar, ternyata ayah dan ibunya sudah bangun.


"Ayah dan ibu sudah bangun" tanya Hana


"Iya nak, ibu ingin masak untuk anak ibu yang baru pertama akan bekerja ini" jawab ibunya


"Terimakasih ya bu hehe"


"Sudah jam 5 lo, segera siap siap sana, hari pertama jangan telat, nggak pantes" ayah berkata.


"Iya yah, Hana siap siap dulu" sembari kembali kekamarnya untuk mandi dan bersiap.


Jam setengah enam hana sudah siap. Mengenakan gamis dan hijabnya. Menuju meja makan lalu sarapan.


"Naik sepeda motor saja yah, biar nggak kena macet" jawab Hana.


"Iya, kalau pagi memang macet banget Han, soalnya jam sibuk" sambung ibunya


"Iya bu" Hana mengerti


"Cepat sarapan terus berangkat! "


"Iya" Hana bergegas sarapan, setelah selesai iya pamit kepada kedua orang tuanya. Mencium punggung tangan. Dan segera mengambil kunci sepeda motor.


"Hana berangkat dulu yah, bu" pamit Hana


"Hati-hati ya nak" pesan keduanya.


"iya yah, assalamualaikum"


"Wa'alaikumsalam"


Sedangkan Daffa juga sudah berangkat dari tadi. Daffa sudah memasuki ruang kerjanya sebelum Hana sampai. Iya menatap keluar jendela. Memandang keluar gedung. Terlihat seorang wanita mengenakan gamis. Daffa tersenyum menyiratkan kebahagiaan. Ia terus memandangi gadis yang berjalan hingga tak terlihat lagi. Ruangan Daffa memang di setting sedemikan rupa. Supaya iya bisa melihat keluar dengan leluasa.


Daffa kembali kekursi kebesarannya. Menanti Hana datang. Tak lama pintu dibuka dari luar, setelah melihat siapa yang datang bukanlah Hana, Daffa sedikikit kecewa. Siapa lagi kalau bukan Rey. Rey yang terkejut karena tak biasanya bosnya datang lebih awal dari dirinya.

__ADS_1


"Tuan Daffa sudah disini, apa tuan kemarin tidak pulang dan menginap disini ? tanya Rey penasaran.


"Apa kamu sedang lupa ingatan Rey, atau jangan-jangan kepalamu terbentur sesuatu sehingga tak ingat kemarin siapa yang mengantarkan aku pulang? " tanya Daffa dengan sedikit sinis.


"Buu.. Bukan seperti itu tuan, tapi tumben tuan datang lebih awal dari saya. Biasanya saya selalu duluan" Balas Rey.


"Rey Rey, saya hanya ingin merasakan pagi pagi sudah dikantor saja. Rasanya bosan setiap hari harus terjebak macet, apalagi dengan jomblo sepertimu, hahahhaa" Daffa tertawa dengan keras.


Rey melongo mendengar penuturan Daffa, sejak kapan Daffa tertawa lepas seperti tadi. Sepertinya mood tuan muda nya ini dalam keadaan baik.


"Ahh iya iyaa, saya paham tuan" Sahut Rey lalu diam.


"Jangan berfikir macam macam Rey, atau kamu mau tidak dapat jatah bonus bulan ini" tegas Daffa.


"Tidak tuan, saya mau melihat laporan dimeja saya" sahut Rey sambil mendaratkan pantatnya di kursi.


Jam sudah menunjukkan pukul 07.30. Tadi Daffa sudah melihat Hana yang berjalan menuju lobby. Tapi sampai sekarang belum muncul juga. Daffa jadi kepikiran dengan Hana. merasa sedikit khawatir. Iya memutuskan untuk keluar mencari Hana sendiri. Berjalan keluar pintu dan memencet tombol lift, hingga pintunya terbuka..


dilobby....


Hana yang baru datang segera menuju meja resepsionis. Iya segera memberi tahu bahwa iya akan bertemu dengan tuan Daffa, tapi resepsionis itu memandang Hana seperti tak penting.


"Permisi mbak, saya kesini untuk menemui tuan Daffa" tutur Hana.


"Apa anda sudah membuat janji dengan tuan Daffa" kata resepsionis itu sedikit ketus.


"Sudah mbak" Hana menjawab.


"Kalau begitu, silahkan tunggu dikursi itu ya mbak, saya akan mengkonfirmasi kedatangan anda ke pak Daffa dulu" kata nya sambil menunjuk kursi di lobby.


"Biar saja menunggu sampai kapanpun, aku nggak akan menghubungi tuan Daffa" gumam wanita itu sambil tersenyum ketus ke arah Hana.


"Nanti kalau dia orang penting bagaimana yu? " tanya teman satunya.


"Nggak mungkin Han, lihat saja penampilannya" sahutnya lagi.


Hana pun mengangguk dan segera menuju kursi itu. Menunggu resepsionis selesai menelpon. Hingga hampir setengah jam lebih Hana menunggu tapi tak ada pemberitahuan apa apa dari ke 2 wanita di meja resepsionis itu.


Hingga akhirnya daffa keluar ke arah lobby, dan melihat Hana menunggu disana.


"Han, kenapa tidak masuk saja? " tanya Daffa.


"Ehh, anu pak tadi disuruh menunggu disini oleh mbak yang disana" sambil menunjuk 2 wanita di meja resepsionist.


2 wanita di meja resepsionist itu sudah gemetaran dan mengeluarkan keringat dingin.


Tiba-tiba, Daffa memandang curiga ke 2 pegawainya itu. Setelah itu Daffa mengajak hana langsung ke atas, menuju ruangannya. Iya akan menanyakan perihal Hana menunggu nanti saja.


"Mati aku, ternyata gadis itu, dan pak Daffa kenal dengan dia" panik wanita yang bernama Ayu.

__ADS_1


"Tadi aku sudah bilang ke kamu yu, tapi kamu nggak percaya, aku pasti kena juga deh" sesal Hani.


TBC....


__ADS_2