
Amanda yang sangat senang karena Daffa mengizinkan pun segera menarik tangan Hana.
"Ayo kak Hana, kita jalan jalan! " Seru Amanda girang.
"Amanda, tidak sekarang, nanti setelah makan siang! " ucap Daffa.
"Lah, kok nanti sih kak. Kan Manda ngajaknya sekarang" tutur Manda sepertinya kecewa.
"Kakak mu itu sedang ada pekerjaan. Lagian ini masih jam 10 saja belum ada. Mall masih sepi" Daffa menjawab.
"Heuuuh... Iya deh, nanti saja" Amanda menjawab tak bersemangat.
Hana yang melihat tingkah Amanda pun tersenyum. Lalu iya pamit untuk keluar menyelesaikan pekerjaanya.
"Aku keluar dulu ya. Tadi pekerjaanku belum selesai" tutur Hana lemah lembut.
"Aku ikut kak Hana saja lah diluar" Amanda berkata sambil berlalu menuju pintu.
Daffa yang melihat tingkah sepupunya itu menggelengkan kepala.
"Anak itu dari dulu ngga berubah" gumannya.
Diluar Amanda dan Hana duduk berdampingan. Melihat kakak iparnya yang sibuk, iya tak berani mengganggu. Amanda pindah ke kursi tunggu dan mengeluarkan ponselnya.
Amanda yang bosan karena tak ada teman mengobrol. Iya berdiri lalu berjalan ke dalam ruangan Daffa.
"Kak Hana, Manda ke dalam dulu ya. Bosen" ucap Amanda. Setelah mendapat anggukan dari Hana, Amanda membuka pintu.
"Kenapa Man? " tanya Daffa.
"Bosen kak, ngga ada teman ngobrol" sahut Amanda yang berjalan menuju ke sofa. Aku mau disini. Kak Hana sibuk. Sambil merebahkan diri disofa. Rey yang melihat Amanda hanya tersenyum.
"Emang disini tempatnya orang kerja Manda, bukan tempat ngobrol" sahut Daffa
"Iya, makanya Manda mau disini dulu. Kak Daffa lanjut kerja aja" ucapnya lagi
Tak lama, sekitar 15 an menit terdengar suara nafas teratur Amanda. Daffa yang melihat pun hanya menggelengkan kepala.
"Bisa-bisanya tidur anak ini" gumam Daffa
"Mungkin dia lelah tuan" Sahut Rey
__ADS_1
"Mungkin, biarkan sajalah! " ucap Daffa. Dia dan Rey melanjutkan pekerjaanya. Namun saat melihat laporan di salah satu proyek yang sedang berjalan, Rey menemui kejanggalan.
"Tuan, coba lihat ini! " Ucap Rey kepada Daffa sambil menunjukkan sesuatu.
"Apa ini Rey? " Daffa segera memeriksanya.
"Ini dalam 3 hari ada kecelakaan berturut-turut diproyek. Yang menyebabkan proyek berhenti saat ini. Dan yang membingungkan kecelakaannya pun sama, tertimpa bahan bangunan. Dan yang tertimpa hanya mandor-mandor yang sedang bertugas. Tempatnya pun selalu sama. Beruntung mereka selamat dari maut dan hanya luka-luka" Tutur Rey menjelaskan.
"Saya sudah mengirim orang untuk menyelidiki kasus ini tuan. Hari ini dia berangkat ke tempat proyek. Tapi belum memberi kabar" ucap Rey kembali.
"Apa perlu kita mengecek kesana Rey. Kalau dilihat-lihat. Kasus ini butuh penanganan langsung" Daffa meminta pendapat Rey.
"Siapa yang akan kesana tuan, saya atau anda sendiri? " Rey balik bertanya.
"Lebih baik aku sendiri saja ya, dan kamu bisa mengurus perusahaan selama aku tidak ada" Daffa menyanggupi untuk berangkat.
"Baiklah kalau seperti itu. Tuan Daffa kapan akan berangkat, biar saya persiapkan? " Jawab Rey
"Secepatnya Rey, setelah meeting dengan atmaja grub" sambung Daffa
"Baik" Dan Rey pun kembali ke mejanya
Jam menunjukkan waktu makan siang. Amanda terbangun dari tidurnya. iya mengucek ucek matanya supaya terbuka sempurna.
"Sudah. Kamu itu tidur apa pingsan ? " tanya Daffa.
"Aku ngantuk banget kak tadi. Baru juga ngrebahin badan udah ngga dengar apa-apa" jawab Amanda.
""Sana cuci muka! " Daffa menyuruh Amanda. Dan Amanda pun menurut. Iya menuju kamar mandi. Setelah keluar, Amanda terlihat fres. Iya berjalan keluar ruangan ingin menghampiri Hana. Namun saat didepan pintu Daffa memanggilnya.
"Manda, panggilkan kak Hana sekalian ya, suruh masuk! " perintah Daffa.
Amanda mengangguk. Berdiri di depan pintu dan memanggil Hana, lalu kembali lagi kedalam. Hana yang dipanggil pun segera masuk.
"Sayang, makan disini saja. Tadi Rey sudah pesan makanan! " ucap Daffa sambil mendekati Hana.
"Iya" Hana menurut lalu duduk disamping Amanda.
"Aku dipesenin juga kan kak? " Tanya manda pelan.
"Iya, sudah kamu tenang saja. Kalau kalian mau keluar pastikan makan dulu" Ucap Daffa
__ADS_1
"Pas banget kak, Manda udah lapar nih" sahut Amanda lagi.
"Sayang, kamu ngga capek kan? " Tanya Daffa kepada Hana.
"Ngga mas, tenang saja" Jawab Hana.
"Manda, nanti jangan buat kakak kamu kecapekan ya. Kalau ngga aku suruh mijitin kamu. Kebiasaan kamu kalau sudah di mall pasti kalap lihat barang-barang" Daffa memperingatkan.
"Hehe... Ngga apa donk, namanya juga perempuan" Sahut Amanda sambil cengengesan.
Tak lama pintu diketuk dari luar. Setelah dibuka tampaklah seorang kurir mengantar pesanan Rey. Mereka ber 4 makan bersama. Diselingi cerita-cerita lucu oleh Amanda. Padahal Daffa sudah memperingatkan Amanda untuk diam saat makan. Namun namanya Amanda, suka banyak bicara. Jadi tak menghiraukan ucapan Daffa.
Setelah makan siang telah usai. Sebelum sibuk dengan pekerjaanya masing-masing. Mereka melaksanakan sholat dzuhur berjama'ah. Begitu selesai, Daffa dan Rey melanjutkan pekerjaan. Sedangkan Amanda sudah tak sabar untuk segera pergi.
"Maaf pak Rey. Ini masih ada 2 berkas yang belum di periksa" Kata Hana yang mendekat kearah Rey dan menyerahkan 2 berkas didalam stopmap.
"Iya nona, jangan khawatir" balas Rey. Setelah memberikan Berkas tersebut Hana berjalan menuju kearah pintu.
"Sayang. Jangan keluar dulu, sini! " Daffa melarang Hana yang hendak memutar gagang pintu dan melambaikan tangannya.
"Ada apa mas? " Tanya Hana yang sudah mendekat.
"Ini, kamu pakai ya. Belanja pakai ini saja. Dan siampan uangmu! " Daffa memberikan sebuah kartu kepada Hana.
"Ini apa mas? " Tanya Hana
"Sudah, ambil saja kak. Terus kita berangkat deh! " Ucap Amanda karena Hana terlihat ragu-ragu untuk mengambil kartu itu.
"Kamu pakai sayang, sekarang kartu itu milikmu! " Daffa sambil tersenyum dan menatap Hana intens. Dan ingat, jangan pernah belanja pakai uangmu sendiri, belanjakan uang yang ada di ATM itu!" sambung Daffa. Sedangkan Hana yang ditatap seperti itu teringat kejadian tadi pagi. Buru-buru iya mengambil kartu itu dan membawanya. Memasukkan ke dalam dompet lalu meletakkan di dalam tas. Hana izin kepada Daffa untuk pergi.
"Terimakasih mas. Sa.. Saya pergi dulu mas" Hana mendekat kembali ke Daffa dan meraih tangannya. Iya menciup punggung tangan Daffa.
"Hati-hati sayang. Ingat jangan kecapekan. Terus harus kembali ke sini lagi ya" tutur Daffa pelan.
"Iya mas, Assalamualaikum" ucap Hana
"Wa'alaikumsalam"
"Ke mall terdekat saja Manda!" tutur Daffa
"Iya kak. Kita pergi dulu" Pamit Amanda.
__ADS_1
Setelah Amanda dan Hana keluar, Daffa dan Rey kembali disibukkan dengan seabrek berkas yang harus di periksa. Mereka kembali memeriksa laporan proyek yang sedang mereka bangun.
TBC